Selama 10 Tahun, 5 Saham Perusahaan Multifinance Mampu Ungguli IHSG


Jumat, 18 September 2020 - 06:37:42 WIB
Selama 10 Tahun, 5 Saham Perusahaan Multifinance Mampu Ungguli IHSG Ilustrasi

HARIANHALUAN.COM - Jika saham produsen mobil tidak mampu mengungguli pasar, saham perusahaan multifinance penyedia layanan kredit mobil justru mampu.

Dalam keterangan tertulis yang diterima Harianhaluan.com, Jumat (18/9/2020), dalam periode September 2010 hingga September 2020, tercatat bahwa ada lima saham perusahaan multifinance yang performanya bisa mengungguli IHSG dalam jangka panjang. Mereka adalah PT Trust Finance Indonesia Tbk (TRUS), PT BFI Finance Tbk (BFIN), PT Mandala Multifinance Tbk (MFIN), PT Batavia Prosperindo Finance Tbk (BPFI), dan yang performanya paling kuat adalah PT Danasupra Erapacific Tbk (DEFI).

Di sepanjang September 2010 hingga 2020, performa saham DEFI tercatat naik 2.479,37%. Pada 1 September 2010, saham DEFI diperdagangkan di kisaran Rp 63 per lembar, namun saat ini harganya sudah Rp 1.625 per lembar.  

Sementara itu, dalam kurun waktu 10 tahun, BPFI mencatatkan kenaikan 720,34, MFIN naik 300%, BFIN naik 126,21%, dan TRUS naik 81,11%.

Performa saham perusahaan multifinance dengan kapitalisasi terbesar yaitu, PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) justru tidak mengungguli IHSG. Dalam rentang waktu 10 tahun performa saham perusahaan yang sahamnya dipegang oleh perusahaan penyedia asuransi mobil ini justru -25,74%.

Patut diketahui pula bahwa selain ADMF, masih ada satu emiten multifinance yang performa tahunannya minus, yaitu, PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOMF) dengan kinerja 46,68%.

Adapun dua emiten multifinance lain yang kinerjanya positif namun tak bisa mengungguli IHSG adalah PT Verena Multi Finance Tbk (VRNA) dengan performa 10 tahun sebesar 1,57% dan PT Buana Finance Tbk (BBLD) dengan performa 38,26%.

Pergerakan harga saham perusahaan multifinance memang sulit dianalisis. Pasalnya, pola pergerakannya tidak mirip dengan IHSG.

Naik turunnya harga penjualan mobil yang dirilis Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO), juga tidak bisa menentukan arah pergerakan dari saham-saham perusahaan ini.

Itulah bahasan singkat mengenai performa saham di industri otomotif dan pendukungnya. Saham perusahaan multifinance seperti DEFI atau BPFI mungkin bisa memberikan keuntungan berlipat ganda ke investor.

Namun sayangnya, investor bisa saja menghadapi risiko likuiditas mengingat jumlah volume transaksi saham kedua emiten ini hanya berkisar 1.200 hingga 30 lembar per hari. Lain halnya dengan ASII yang masih ditransaksikan sebesar 20 hingga 160 juta lembar per hari. (*)

loading...
 Sumber : Relis /  Editor : Milna Miana

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]