Masyarakat Lubuk Rasak Blokade Aliran Air ke Turbin Perusahaan Pembangkit Listrik


Kamis, 17 September 2020 - 21:34:33 WIB
Masyarakat Lubuk Rasak Blokade Aliran Air ke Turbin Perusahaan Pembangkit Listrik Aksi blokade akses jalan oleh masyarakat menuju turbin pembangkit listrik tenaga mini hidro PTSKE.

HARIANHALUAN.COM - Masyarakat Jorong Lubuk Rasak, Nagari Lubuk Gadang Kecamatan Sangir, Solok Selatan (Solsel) memblokade akses jalan dan menghentikan aliran air sungai menuju turbin pembangkit listrik tenaga mini hidro (PLTMH) PT Selo Kencana Energi, Kamis (17/9/2020).

"Selama ini kami sudah cukup bersabar dengan janji-janji manis perusahaan," tegas Ketua Pemuda Jorong Lubuk Rasak, Erianto, kepada wartawan, Kamis (17/9/2020) di lokasi turbin.

Blokade yang dilakukan oleh puluhan masyarakat Lubuk Rasak itu buntut dari janji terkait tukar guling lahan masyarakat dengan pihak perusahaan yang belum ada kesepakatan.

Menurutnya, pada 5 Agustus 2020, pihak masyarakat pemilik lahan sudah melakukan pertemuan di perusahaan tersebut, namun direktur perusahaan tidak menemui warga.

Bahkan, imbuhnya Pemkab Solsel pada 14 Agustus 2020 ikut memediasi, dimana meminta kejelasan soal tukar guling lahan masyarakat yang digunakan pihak perusahaan. 

"Akan tetapi Direktur PT SKE yang bisa mengambil kebijakan tersebut juga tidak hadir, padahal sudah disurati oleh pemerintah daerah. Jika Direktur SKE tidak hadir maka masyarakat akan mengambil alih lahannya dan ini kami buktikan," ujarnya.

Erianto mengatakan, dampak dari lahan yang tidak bisa diolah oleh masyarakat itu sehingga berimbas pada peningkatan ekonomi keluarga yang kian susah.

"Ada anak yang putus sekolah. Ini kenyataan yang terjadi, tidak bisa lagi mengolah sawah dan lahan pertanian," bebernya.

Dia mengatakan, masyarakat pemilik lahan yang merasa dirugikan perusahaan ada sekitar 20 Kepala Keluarga (KK) dan yang sangat terdampak ekonomi sekitar 15 KK. Adapun yang tidak jelas status tukar guling sebanyak 3 KK.

"Akibatnya, lahan pertanian berupa sawah sekitar 10 hektar tidak dialiri air karena irigasi dialihkan oleh perusahaan. Keberadaan perusahaan, sudah merugikan masyarakat di sisi ekonomi dan pendidikan," lanjutnya.

Sehingga, imbuhnya, tanpa kejelasan realisasi tukar guling dan dampak kekeringan sawah warga atas dialihkan irigasi oleh perusahaan, terdapat kerugian sekitar Rp 20 miliar.

Terpisah, Kapolres Solsel, AKBP Tedy Purnanto melalui Kasat Reskrim Iptu M.Arvi membenarkan adanya aksi blokade tersebut.

"Sebelumnya, masyarakat mengaku sudah melaporkan ke Polda Sumbar, tentang kerugian. Katanya hak mereka terkait tukar guling lahan terdapat kekeliruan," katanya.

Namun, imbuhnya, hingga sore tadi, blokade jalan menuju turbin tersebut sudah dibongkar oleh pihak kepolisian. "Aksi tidak ada anarkis. Sebaiknya, jika ada hak masyarakat yang belum terpenuhi lakukan proses secara hukum dan aturan yang berlaku," ujarnya.

Sementara, pihak PT Selo Kencana Energi melalui Teknik Maintenance, Deri Nurfan Candra menjelaskan, terkait masalah tuntutan warga, pihaknya tidak memiliki wewenang memberikan keterangan ke media, sebab harus melalui pimpinan perusahaan. "Soal ini bukan kewenangan kami," jawabnya. (*)

loading...
Reporter : Jefli /  Editor : Nova Anggraini

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]