OECD Prediksi Ekonomi Dunia Minus 4,5 Persen Tahun Ini Akibat Dampak Covid-19


Rabu, 16 September 2020 - 23:57:15 WIB
OECD Prediksi Ekonomi Dunia Minus 4,5 Persen Tahun Ini Akibat Dampak Covid-19 OECD dalam prospek terbarunya mencatat ekonomi dunia akan berkontraksi atau minus 4,5 persen pada tahun ini.

PARIS, HARIANHALUAN.COM - Dampak pandemi Covid-19 tidak hanya mempengaruhi ekonomi Indonesia, tapi juga berdampak sangat signifikan terhadap perekonomian dunia. Bahkan, Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) dalam prospek terbarunya mencatat ekonomi dunia akan berkontraksi atau minus 4,5 persen pada tahun ini. 

Itu merupakan revisi naik dari perkiraan yang dibuat pada Juni lalu, yang memprediksi penurunan 6 persen dalam Produk Domestik Bruto (PDB) global.

“Penurunan produksi dunia pada tahun 2020 lebih kecil dari yang diperkirakan semula. Meskipun begitu, hal ini belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah baru-baru ini, dan pandemi Covid-19 terus memberikan ketidakpastian ke depannya” ujar juru bicara OECD dalam laporannya, dikutip dari CNBC pada Rabu (16/9/2020).

Pihaknya menyebut, ekonomi dunia terlihat mulai berkinerja lebih baik dari perkiraan, namun masih berada di jalur penurunan. Proyeksi terbaru itu turut memengaruhi perkiraan pertumbuhan ekonomi ke depannya. OECD memprediksi ekonomi dunia akan tumbuh 5 persen pada 2021. Meskipun demikian, prospeknya tetap sangat tidak pasti karena pandemi Covid-19.

Lembaga yang berbasis di Paris, Prancis itu memperkirakan ekonomi China, Amerika Serikat (AS) dan kawasan euro akan berkinerja lebih baik dari prediksi semula pada Juni lalu. Sementara itu, ekspektasi pertumbuhan untuk ekonomi India, Meksiko, dan Afrika Selatan tampaknya akan memburuk.

Ekonomi China diprediksi tumbuh sebesar 1,8 persen pada 2020, menjadi satu-satunya negara di antara perkiraan OECD yang akan mengalami pertumbuhan. Sebaliknya, ekonomi AS akan berkontraksi sebesar 3,8 persen dan kawasan euro juga minus sebesar 7,9 persen. Sedangkan untuk ekonomi India, Argentina, Inggris, Afrika Selatan dan Meksiko, semuanya diperkirakan menyusut lebih dari 10 persen.

Sektor-sektor yang terkena dampak krisis, seperti industri perjalanan dan pariwisata, belum sepenuhnya pulih dari kebijakan pembatasan aktivitas yang ketat sejak awal tahun. Banyak negara bergulat dengan bertambahnya jumlah pasien positif corona. Akibatnya, pihak berwenang memperketat perbatasan dalam beberapa minggu mendatang dan akan menambah tekanan lebih lanjut pada ekonomi dunia.

"Output tampak meningkat dengan cepat setelah adanya pelonggaran langkah-langkah pembatasan dan pembukaan kembali bisnis awal, tetapi laju pemulihan global telah kehilangan beberapa momentum selama bulan-bulan terakhir ini," kata OECD. (*)

loading...
 Sumber : inews.id /  Editor : Rahma Nurjana

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]