Gagal Maju di Pilkada 2020, Atos Pratama Mengaku Legowo


Sabtu, 05 September 2020 - 10:43:57 WIB
Gagal Maju di Pilkada 2020, Atos Pratama Mengaku Legowo Wakil Bupati Pasaman, Atos Pratama bersama Bupati Pasaman, Yusuf Lubis dalam suatu acara, beberapa waktu lalu.

HARIANHALUAN.COM - Wakil Bupati Pasaman, Atos Pratama dipastikan gagal ikut Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 di kabupaten itu. Kurangnya dukungan partai politik menjadi biang kegagalan calon petahana ini berkompetisi. 

Atos yang berpasangan dengan mantan Sekda, M Saleh ini hanya mendapat dukungan dari dua partai politik di DPRD setempat, yakni Partai Gerindra 5 kursi dan Hanura dengan raihan satu kursi. Sementara dalam syarat pencalonan, dukungan parpol minimal 7 kursi atau 20 persen dar total kursi di parlemen 

Partai sebelumnya yang digadang akan mengusung pasangan ini, yakni NasDem dan PKS malah berbalik haluan mendukung paslon Benny-Sabar. Paslon duet maut ini memang diunggulkan banyak pihak, termasuk sejumlah lembaga survei untuk memenangi kontestasi pilkada kali ini. 

Wacana head to head dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Pasaman tahun ini akhirnya gagal. Kepada wartawan, Atos mengaku legowo tidak jadi maju di pilkada tahun ini. Dukungan dua parpol ternyata tidak mampu menghantarkan ia menjadi penantang Benny-Sabar di pilkada nanti. 

Atos Pratama menyampaikan permohonan maafnya atas kegagalannya mencari dukungan Parpol dalam Pilkada Kabupaten Pasaman 2020. Sebab, dukungan dari Partai Politik tidak mencukupi. Dia pun menyampaikan rasa terima kasihnya kepada masyarakat Pasaman yang sudah menaruh harapan serta dukungan kepadanya.

"Saya menyatakan legowo, karena tak bisa maju dalam Pilkada Kabupaten Pasaman. Saya telah berjuang maksimal, namun Allah SWT punya rencana lain dan ketetapan Allah Pasti lebih baik," ujarnya, Sabtu (06/09/2020).

Meskipun dirinya tak jadi maju, namun ia menginginkan para pendukung dan simpatiannya jangan sampai golput alias tidak menyalurkan aspirasinya pada saat hari H pencoblosan di Pilkada.

"Para pendukung jangan sampai golput. Tetap gunakan hak konstitusi. Serta mari kita menjaga ke kondusifan dan keamanan daerah kita tercinta (Pasaman)," ujarnya.

Ia juga mengucapkan rasa terimakasih kepada partai politik  Gerindra dan Hanura yang telah bersedia memberikan dukungan kepadanya, meskipun belum mencukupi kuota sebagaimana syarat pencalonan yang ditetapkan oleh KPU, yakni 7 kursi atau 20 persen dari jumlah kursi di DPRD setempat. 

"Saya sangat merasa berterimakasih atas dukungan dan kepercayaan yang telah diberikan oleh partai Gerindra dan Hanura kepada saya agar saya bisa maju di Pilkada Pasaman, namun ini tidak bisa kita paksakan karena partai lainpun juga mempunyai hak dalam menentukan arah dan dukungan partainya masing-masing," ucapnya.

Ia juga menyampaikan akan terus berbuat yang terbaik bagi Pasaman disisa masa jabatan yang sekarang ini maupun setelah habis masa jabatannya nanti sebagai Wakil Bupati Pasaman.

"Saya akan terus berbuat yang terbaik untuk Pasaman meskipun nanti saya tidak menjabat sebagai Wakil Bupati lagi, semoga Pasaman bisa menjadi lebih baik kedepannya," ucapnya.

Terkait semakin menguatnya isu calon tunggal versus kotak kosong pasca kegagalan pencalonan dirinya di pilkada 2020 ini, menurutnya itu merupakan warna dan pembelajaran baru bagi dunia perpolitikan di daerah  tersebut. 

"Tidak ada masalah, undang-undang menjamin tentang hal itu. Semoga nanti bisa menjadi lebih baik dan lebih maju," tutupnya. (*)

 

loading...
Reporter : Yudi Lubis /  Editor : Heldi Satria

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]