Ternyata Begini Reaksinya Setelah 4 Hari Disuntik Vaksin Sinovac


Rabu, 02 September 2020 - 14:21:35 WIB
Ternyata Begini Reaksinya Setelah 4 Hari Disuntik Vaksin Sinovac Ilustrasi

HARIANHALUAN.COM - Usai disuntik vaksin anti Covid-19 buatan Sinovac Biotech 28 Agustus lalu, Dika, mahasiswa di salah satu perguruan tinggi Bandung ini merasakan lemas dan menggigil. 

"Lemas sedikit saja sih. Jadi pengen langsung tidur di rumah, terus kayak menggigil kedinginan gitu, tapi setelah itu biasa saja," ujar Dika dilansir dari merdeka.com, Senin (1/8).

Tidak ada perubahan pola hidup selama empat hari usai disuntik vaksin. Baik nafsu makan, maupun jam tidurnya tetap sama seperti biasa. Walaupun sehabis disuntik ia merasa mengantuk, malamnya ia tetap tidur larut.

"Saya baca-baca katanya ada yang nafsu makannya bertambah. Saya teh enggak, padahal pengen, biar berat badan naik hahaha," ujarnya diselingi canda.

"Tetap saja sih tidurnya jam 2 pagi. Sudah kebiasaan kali ya, namanya juga anak semester akhir. Yang lain sudah lulus saya masih skripsi," imbuhnya sambil tertawa.

Keputusannya menjadi relawan vaksin Covid-19 ini tergolong berani. Bahkan, Dika tak memberitahu kepada orangtuanya. Dika menjadi satu dari ribuan relawan yang disuntuk di Puskesmas Ciumbuleuit.

Hatinya tak bisa bohong, awalnya rasa takut menghantui Dika. Tapi tekadnya untuk menjadi relawan sudah sangat bulat. Tak bisa digoyahkan lagi.

Dia pertama kali tahu informasi soal pendaftaran relawan melalui media sosial Twitter. Dika memberanikan diri untuk daftar pada 13 Agustus lalu ke RS Hasan Sadikin Bandung melalui WhatApp.

Dika mengaku, butuh waktu cukup lama untuk memberanikan diri menjadi relawan vaksin buatan China ini. Bahkan tidak terbesit sama sekali di pikirannya. Saat ia membaca persyaratan pendaftaran, ia merasa dirinya memenuhi syarat, namun masih banyak keraguan dan ketakutan di dalam dirinya. Ia mengaku takut jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

"Takut sih awalnya. Takut banget malah. Apalagi di twitter dibercandainnya kaya gitu kan. Kesannya yang jadi relawan tuh kelinci percobaan," kenang dia.

Selain itu, pria berusia 22 tahun itu juga mengaku takut, bila ternyata hasil test kesehatan sebelum disuntik vaksin, menunjukkan bahwa dirinya merupakan pasien Covid-19 ataupun pernah kontak erat dengan pasien Covid-19.

"Iya takutnya kan malah pas diperiksa, ternyata saya yang positif Covid atau ternyata punya penyakit apa gitu, tapi ya bismillah aja deh sehat," ujarnya.

Ketakutan yang ia pikirkan selama dua minggu itu pun hilang juga saat dirinya dinyatakan lolos kriteria relawan vaksin Sinovac.

Kriteria yang harus dipenuhi pertama adalah usia. Hanya boleh berusia antara 18 sampai 59 tahun, kemudian, syarat yang dikeluarkan oleh tim riset uji klinis vaksin Covid-19 Unpad yaitu relawan harus sehat dan tidak sedang hamil. Tertulis bahwa, relawan tidak boleh punya riwayat penyakit apapun. Penderita asma, diabetes, tumor, ginjal, hati, jantung, epilepsi, penyakit kelainan syaraf lain dan penyakit kelainan darah lainnya tidak diperbolehkan mendaftar.

Selain itu, seseorang yang memiliki gangguan sistem imun dan yang punya riwayat alergi terhadap suatu vaksin bisa dipastikan tidak lolos menjadi relawan vaksin. Suhu tubuh juga harus normal.

Selain itu, relawan juga harus tinggal di Bandung dan tidak berencana pindah dari Bandung selama penelitian vaksin Sinovac ini belum selesai. Hal ini dikarenakan, para relawan yang sudah disuntikkan vaksin akan selalu dicek kondisi kesehatannya secara berkala selama enam bulan.

Penyuntikan vaksin Sinovac ini diberikan di enam lokasi yang telah ditentukan di Kota Bandung. Di antaranya RS Pendidikan FK Unpad di Sukajadi, Balai Kesehatan Unpad di Dipati Ukur, kemudian empat puskesmas di Garuda, Dago, Sukaparkir dan Ciumbuleuit. Dalam sehari, penyuntikan hanya dilakukan pada 20 hingga 25 orang di setiap titik penyuntikan.

Seperti yang diketahui, dari 1.620 relawan yang akan disuntikkan vaksin, tidak semuanya akan disuntikkan vaksin Covid-19. Hanya 540 orang saja, sedangkan sisanya sebanyak 1.080 orang akan mendapatkan cairan plasebo. Penentuan pemberian vaksin atau plasebo tersebut dilakukan secara acak.

Dika pun mengaku mengetahui akan hal itu, ia hanya berharap, tidak terjadi efek samping yang membahayakan tubuhnya. Ia berharap, uji klinis ini bisa berjalan lancar dan kedepannya, Indonesia bisa punya vaksin virus Corona.

"Ya semoga saja aman. Jangan sampai kenapa-kenapa. Ngeri juga soalnya, kasihan orangtua saya hahaha," katanya.

"Kalau merasa ada perubahan yang tidak biasa, disuruh langsung hubungi dokternya, biar diperiksa katanya," tutupnya.

Ketua Tim Peneliti Uji Klinis Vaksin Covid-19 dari FK Unpad, Kusnandi Rusmil menyampaikan bahwa para dokter akan selalu memantau para relawan yang sudah disuntik vaksin.

Mulai dari tiga hari, lima hari, 14 hari pasca penyuntikan, dan seterusnya. Para relawan vaksin Covid-19 juga dilindungi oleh asuransi. Hal ini ia sampaikan saat jumpa pers di Rumah Sakit Pendidikan Unpad Kota Bandung, Rabu, 22 Juli 2020.

Sementara itu, Juru Bicara Tim Riset Uji Klinis, dr Rodman Tarigan, mengungkapkan, efek samping yang akan dialami oleh relawan pasca disuntik vaksin Sinovac. Normalnya, kata Rodman, lengan atau badan orang yang disuntik akan merasa pegal dan nyeri.

Selain itu, lengan akan bengkak sampai warna kulit berubah menjadi kemerahan di bagian area penyuntikan. Menurutnya efek yang ia sebutkan tadi merupakan hal yang wajar.

"Ya efeknya umumnya timbul rasa sakit biasa seperti habis disuntik, lalu pegal-pegal, nyeri, bengkak kemerahan. Itu hal-hal yang ringan ya," ujar Rodman dilansir dari merdeka.com, Selasa (1/9).

Rodman mengatakan, sejauh ini ia belum mendapat laporan terkait efek samping yang timbul dari relawan di luar dari yang ia sebutkan. Bahkan kata dia, seseorang yang disuntik vaksin Covid-19 juga bisa demam, tapi sejauh ini, ia belum mendapat laporan terkait relawan yang sampai timbul demam. Rodman pun berharap, para relawan tidak ada yang mengeluhkan demam sampai masa uji klinis ini berhasil.

"Laporan yang masuk ke saya masih normal semua ya. Kadang-kadang malah timbul demam, tapi laporan demam sampai hari ini belum ada, seterusnya semoga tidak ada efek demam," ujarnya.

Rodman pun mengatakan, tidak ada efek samping seperti mengantuk, lemas, dan lapar. Menurutnya, jika ada relawan yang melaporkan tiga situasi tersebut, maka perlu dikonfirmasi kembali kepada para relawan itu terkait jam tidur maupun jam makan sebelum pemeriksaan. Menurutnya, ketiga efek samping itu bukan efek yang biasa dari penyuntikan vaksin.

"Kalau dia merasa lemas dan ngantuk harus ditanya lagi. Mungkin terlalu lama menunggu saat diperiksa atau dia kurang tidur. Deg-degan semalaman karena takut, jadinya enggak bisa tidur deh. Kan bisa saja, jadi banyak faktor," ungkapnya.

"Kalau kelaparan kan bisa juga karena nunggunya kelamaan dan belum sempat makan, jadi habis disuntik merasa lapar," imbuhnya.

Dia pun menambahkan, memang ada pemberitaan yang menyebutkan salah satu driver ojol merasa nafsu makannya bertambah pasca disuntik vaksin Sinovac. Terkait hal itu, tim riset akan melakukan penelitian lebih lanjut.

"Soal nafsu makan jadi bertambah, nanti kita teliti lebih lanjut lagi, tapi jadi bagus kan itu. Jadi nafsu makan tapi mungkin itu efek yang lain kali ya atau sugesti," ujarnya

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil pun ikut membagikan ceritanya soal efek samping yang ia alami pasca disuntik vaksin. Ia mengungkapkan bahwa dirinya merasakan kantuk dan lapar yang tidak seperti biasanya. Seperti yang diketahui, Ridwan Kamil atau yang akrab disapa Kang Emil ini ikut menjadi relawan uji klinis fase ketiga vaksin dari Biotech Sinovac, China.

"Selama 5 menit pegal, cenat-cenut dan mati rasa agak terasa di sepanjang tangan kiri. Namun setelahnya alhamdulillah normal, hanya jadi rada mengantuk dan lapar yang tidak biasanya," kata Kang Emil dikutip dari akun twitternya @ridwankamil (29/8).

loading...
 Sumber : merdeka.com /  Editor : Heldi Satria

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]