Tokoh Pemuda Pansel Sesalkan Aksi Persekusi Warga Terhadap Pelaku Mesum di Ampanggadang


Rabu, 02 September 2020 - 09:35:22 WIB
Tokoh Pemuda Pansel Sesalkan Aksi Persekusi Warga Terhadap Pelaku Mesum di Ampanggadang Ilustrasi

HARIANHALUAN.COM - Tokoh pemuda Nagari Panti Selatan, Didi Al Amin mengecam aksi persekusi terhadap seorang wanita yang dituduh berbuat mesum di Ampanggadang, Nagari Panti Selatan, Kecamatan Panti, Kabupaten Pasaman.

Menurutnya, aksi penganiayaan dan pelecehan tersebut dapat berdampak psikologis berat terhadap korban. Bukan tidak mungkin, korban mengalami trauma, stress bahkan depresi akibat kejadian tersebut.

"Menelanjangi dan mengarak pelaku mesum tidak dapat dibenarkan di negara hukum. Apapun alasannya. Apalagi itu dilakukan di depan umum," tegas Didi menanggapi peristiwa di kampungnya itu, Rabu (2/9/2020).

Ketua Dewan Penasehat Ikatan Cendikiawan Nagari Panti Selatan ini menilai apa yang terjadi di Ampanggadang tersebut sebagai tindakan tidak terpuji dan tidak berperikemanusiaan.

"Menurut saya, kita punya kewajiban menjaga norma sosial, agama, dan lingkungan tapi tidak seperti caranya. Tindakan itu sudah menyalahi aturan," tegas Didi.

Pihaknya, kata dia, akan mengedukasi warga, khususnya pemuda setempat agar aksi main hakim sendiri tidak kejadian lagi. Ditambah lagi, kawasan tersebut merupakan salah satu destinasi wisata di Pasaman.

"Akan kita lakukan pendekatan, kita akan edukasi warga agar tidak main hakim sendiri. Malu kita, dan kami memohon maaf kepada masyarakat luas khususnya korban," katanya.

Ia meminta aparat penegak hukum segera mengusut oknum yang memviralkan video dan pelaku aksi persekusi tersebut sesuai aturan perundang-undangan.

"Kita harap ini segara diusutlah. Kita juga akan menelusuri oknum yang merekam dan memviralkan kejadian itu agar ditindak sesuai hukum yang berlaku, termasuk pelaku persekusi," tukasnya.

Sebelumnya, video aksi main hakim sendiri terhadap wanita pelaku mesum beredar luas di media sosial.

Dalam video berdurasi sekitar 5 menit 30 detik itu sejumlah orang memaksa untuk melepaskan pakaian yang melekat di tubuh perempuan tersebut. Terakhir, video tersebut sudah tidak tayang lagi di youtube.

Orang-orang itu bahkan sempat melakukan penganiayaan. Mulai dari menendang, diseret hingga kepalanya dikotori dengan lumpur. Tidak hanya itu, sekelompok orang ini juga mengaraknya keliling kampung hingga ke jalan raya. Perempuan itu tampak berteriak histeris karena pakaiannya dilucuti. (*)

loading...
Reporter : Yudi Lubis /  Editor : Milna Miana

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]