Ada Warga Tertembak, Kapolri Langsung Tegaskan Aturan Tentang Tembakan Peringatan


Senin, 31 Agustus 2020 - 06:39:21 WIB
Ada Warga Tertembak, Kapolri Langsung Tegaskan Aturan Tentang Tembakan Peringatan ilustrasi penembakan

HARIANHALUAN.COM - Sejumlah warga di Makassar luka-luka bahkan salah satunya tewas akibat kena tembakan peringatan yang dilakukan polisi. Aturan terkait tembakan peringatan sudah diatur dalam peraturan Kapolri. Aturan itu tercantum dalam Peraturan Kapolri nomor 1 tahun 2009 tentang penggunaan kekuatan dalam tindakan kepolisian yang ditetapkan oleh Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Jenderal Bambang Hendarso Danuri. 

Peraturan mengenai tembakan peringatan khusus dijelaskan pada Perkapolri 1 tahun 2009 Bab VI Pasal 15. "Dalam hal tindakan pelaku kejahatan atau tersangka dapat menimbulkan bahaya ancaman luka parah atau kematian terhadap anggota Polri atau masyarakat atau dapat membahayakan keselamatan umum dan tidak bersifat segera, dapat dilakukan tembakan peringatan," bunyi poin 1 Pasal 15 tersebut.

Pada poin kedua dijelaskan tembakan peringatan harus dipertimbangkan aspek keamanannya dan tidak membahayakan orang-orang di sekitarnya. Selain itu pada poin ketiga dijelaskan tembakan peringatan harus diarakan ke udara atau tanah dengan kehati-hatian tinggi. 

"Tembakan peringatan hanya dilepaskan ke udara atau ke tanah dengan kehati-hatian yang tinggi apabila alternatif lain sudah dilakukan tidak berhasil dengan tujuan sebagai berikut: a. untuk menurunkan moril pelaku kejahatan atau tersangka yang akan menyerang anggota Polri atau masyarakat; b.untuk memberikan peringatan sebelum tembakan diarahkan kepada pelaku kejahatan atau tersangka," bunyi poin 3 pasal tersebut.

Seperti diketahui, insiden penembakan peringatan yang dilakukan oleh oknum polisi yang mengenai tiga orang warga di Makassar ini, satu diantara korban bernama Anjas (23) meninggal dunia. Korban meninggal dunia setelah sempat mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar selama 14 jam lamanya.

Diberitakan sebelumnya, tiga orang pemuda terkena tembakan saat polisi melepaskan tembakan peringatan. Insiden penembakan bermula saat salah seorang anggota polisi berpakaian preman, Brifka UF yang menyelidiki kasus pengeroyokan mendatangi warga di wilayah Kecamatan Ujung Tanah, Makassar, pada Minggu (30/8/2020) dini hari.

Namun Bripka UF justru diburu dan diteriaki maling oleh para warga. Bripka UF disebut selamat karena ditolong anggota polisi yang sedang berpatroli. Tak sampai disitu, polisi yang sebelumnya menyelidiki kasus pengeroyokan kembali lokasi kejadian karena hendak mengambil motor miliknya. Namun saat sampai di lokasi dia kembali diserang warga.

"Setelah agak tenang sedikit, anggota tadi (menyelidiki) masuk lagi pergi ambil motornya, kan motornya di dalam. Ternyata di dalam (permukiman warga) diserang lagi," tutur Kapolres Pelabuhan Makassar, AKBP Muhammad Kadarislam Kasim.

Polisi yang diserang lagi oleh warga dan terdesak akhirnya mengeluarkan tembakan peringatan. Beberapa saat setelahnya, dikabarkan 3 warga terkena tembakan. "Yang 2 nya ketembak di kaki, 1 nya (Anjas) di pelipisnya, di kepalanya. Masing-masing 1 kali," tutupnya. (*)

loading...
 Sumber : Detik.com /  Editor : Agoes Embun

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]