Personel TNI yang Terlibat Penyerangan Mapolsek Ciracas akan Dipecat


Senin, 31 Agustus 2020 - 06:19:39 WIB
Personel TNI yang Terlibat Penyerangan Mapolsek Ciracas akan Dipecat KSAD Jenderal Andika Perkasa

HARIANHALUAN.COM - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Tentara Nasional Indonesia, Jenderal Andika Perkasa menyatakan, puluhan prajurit yang kini sedang diperiksa di Detasemen Polisi Militer Kodam Jaya dipastikan terjerat pasal dalam kitab hukum pidana militer. Para prajurit TNi ini danggap telah mencoreng nama baik institusi, sehingga dibebaskan tugaskan dan dipecat dari TNI.

Sebanyak 100 prajurit TNI mengamuk dan menyerang membabi buta melakukan penyerangan ke Polsek Ciracas dan Pasar Rebo sehingga menimbulkan warga terluka akibat dianiaya dan bangunan dirusak. Aksi dipicu informasi palsu alias bohong yang disebar prajurit TNI AD berinsial Prada MI. Dia menyebarkan informasi bahwa telah dikeroyok hingga terluka, padahal dia mengalami kecelakaan tunggal.

"Saya pastikan, semua prajurit TNI AD yang terlibat ini selain dihukum, mereka juga akan dipecat," kata Andika dalam keterangannya, Minggu (30/8/2020).

Jenderal Andika mengatakan, dia tak keberatan kehilangan prajurit ketimbang merusak citra TNI Angkatan Darat. Sebanyak 12 prajurit telah diperiksa Denpom dan mereka sudah dipecat, serta ditahan di Rutan Guntur. Sementara 19 orang lagi yang akan diperiksa terkait kasus serupa dan juga akan dipecat serta ditahan POM TNI AD.

Selain dipecat, prajurit TNI masih akan menjalani proses hukum lainnya sesuai peran mereka masing-masing dalam penyerangan itu. Semua yang diperiksa sudah memenuhi pasal kitab hukum pidana militer untuk diberikan hukuman tambahan berupa pemecatan dari militer. "Lebih baik kehilangan 31 prajurit yang terlibat apapun perannya dari pada nama TNI AD rusak,” kata Jenderal Andika Perkasa.

TNI AD menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas rusaknya Mapolsek Ciracas, termasuk beberapa lapak pedagang yang ada di sekitar lokasi. Proses penyelidikan terhadap kasus ini juga akan ditangani secara langsung oleh pihak TNI AD. Sebagai KSAD, Andika mengaku telah memerintahkan untuk mengusut tuntas mengusut tuntas kasus penyerangan brutal di Jakarta Timur termasuk ke Markas Polsek Ciracas dan Polsek Pasar Rebo, serta mengerahkan penyidik POM TNI AD.

"Kami terus akan mendalami dan mengusut tuntas kasus ini, tidak ada toleransi. Semua yang terlibat akan kami bawa ke proses hukum. Kami minta mereka untuk menanggung semua kerugian yang diakibatkan oleh insiden penyerangan ini. Mereka harus bertanggung jawab secara penuh. Jangan mau seenaknya saja," kata Jenderal TNI Andika Perkasa. (*)

loading...
 Sumber : Haluan Media Group /  Editor : Agoes Embun

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis, 26 Maret 2020 - 00:53:52 WIB

    1.200 Personel TNI-Polri Siap Amankan Pemakaman Ibunda Jokowi

    1.200 Personel TNI-Polri Siap Amankan Pemakaman Ibunda Jokowi SOLO, HARIANHALUAN.COM - Sebanyak 1.200 aparat disiagakan untuk mengamankan pemakaman ibunda Presiden Joko Widodo (Jokowi), Sudjiatmi Notomihardjo. Pengamanan dilakukan oleh aparat gabungan TNI-Polri..
  • Ahad, 02 Februari 2020 - 07:52:15 WIB

    Amankan Kedatangan WNI dari Wuhan, Polri Kerahkan 370 Personel di Natuna

    Amankan Kedatangan WNI dari Wuhan, Polri Kerahkan 370 Personel di Natuna JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Sebanyak 241 orang warga negara Indonesia diterbangkan dari Wuhan, China ke Lanud Raden Sadjad, Natuna, Kepulauan Riau (Kepri). Polri menyiapkan penjagaan dengan 370 personel di sekitar Natuna..
  • Rabu, 23 Oktober 2019 - 08:15:16 WIB

    Elek Yo Band Kehilangan Seorang Personel, Siapa?

    Elek Yo Band Kehilangan Seorang Personel, Siapa? JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Elek Yo Band, grup band yang digawangi oleh jajaran menteri Kabinet Kerja akan kehilangan personelnya. Pasalnya, ada satu orang menteri dalam grup band itu yang tak lagi dipanggil Presiden Jokowi. .
  • Ahad, 20 Oktober 2019 - 08:15:03 WIB

    Hah? Personel TNI Jaga Pelantikan Tanpa Senjata !

    Hah? Personel TNI Jaga Pelantikan Tanpa Senjata ! JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Sebanyak 30.000 pasukan gabungan akan bersiaga menjaga keamanan dan kelancaran pelantikan presiden dan wakil presiden di gedung DPR/MPR. Dari jumlah tersebut, TNI mengerahkan 10.000 personel..
  • Selasa, 15 Oktober 2019 - 16:19:46 WIB

    Amankan Pelantikan Jokowi - Ma'ruf, 31 Ribu Personel TNI - Polri Dikerahkan

    Amankan Pelantikan Jokowi - Ma'ruf, 31 Ribu Personel TNI - Polri Dikerahkan Sebanyak 31 ribu personel gabungan TNI - Polri bakan dikerahkan untuk mengamankan jalannya pelantikan Joko Widodo - Maruf Amin sebagai presiden dan Wapres terpilih Periode 2019 - 2024. Pelantikan tersebut bakal berlangsung di.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]