Pengamat Minta Unair Berikan Penjelasan Lengkap Soal Obat Covid-19


Senin, 17 Agustus 2020 - 14:01:45 WIB
Pengamat Minta Unair Berikan Penjelasan Lengkap Soal Obat Covid-19 Ilustrasi

HARIANHALUAN.COM - Keberhasilan Universitas Airlangga (Unair) Surabaya bersama TNI Angkatan Darat (AD), Badan Intelijen Negara (BIN) dan Polri menyelesaikan uji klinis tahap tiga kombinasi obat penawar Covid-19 menyita perhatian masyarakat.

Obat dengan hasil kombinasi Azithromycin, Chloroquine, Hydroxychloroquine, Clarithromycin, Doxycycline, Lopinavir Ritonavir, Favipiravir, dan lainnya itu diklaim memiliki tingkat efektivitas kesembuhan mencapai 90 persen setelah diberikan dalam kurun waktu 1-3 hari.

Pengamat Farmasi, Anthony Charles Sunarjo meminta kepada pihak Unair untuk menjelaskan secara lengkap kepada masyarakat mengenai keberhasilan tersebut. Karena, ia menilai, keberhasilan itu bisa disalah artikan masyarakat.

"Dari saya hanya menjelaskan agar dpt dimengerti secara lengkap, karena infonya bisa menimbulkan sesat informasi, seakan-akan sudah ada obat yang menyembuhkan Covid-19," katanya saat dihubungi merdeka.com, Senin (17/8).

Terlebih, dia menjelaskan, apa yang dilakukan Unair dan lainnya sebenarnya sudah banyak dilakukan. Bahkan diuji coba oleh para dokter di luar negeri sebagai terapi mengurangi efek paparan bagi pasien Covid-19 juga telah dilakukan.

"Para pasien yang terinfeksi virus corona di awal pandemi belum banyak diketahui tentang virus tersebut. Untuk itu dicoba berbagai cara yang dikenal seperti, protocol therapy symptomatic, yaitu mencoba berbagai obat yang sudah tersedia. Pemakaian obat malaria, antiviral, dexamethasone dan lain-lain, sambil menunggu pengetahuan lebih banyak tentang virus corona dan ditemukannya vaksin," bebernya.

Anthony menerangkan, tetap memerlukan penelitian lebih dalam untuk melihat kebermanfaatannya obat tersebut. Karena obat-obatan yang dipakai sebagai bahan kombinasi obat Covid-19 sudah tersedia dan digunakan untuk pasien HIV, malaria, dan penyakit lain.

"Itu yang sebenarnya dilakukan di Unair. Dari kombinasi berbagai obat itu, diharapkan dapat ditemukan obat baru (kombinasi dari obat-obat yang sudah ada). Oleh sebab itu harus di clinical trial (double Blind) seperti pada temuan obat baru, untuk menjamin obat bermanfaat dan aman," imbuhnya.

Oleh sebab itu, dia mengingatkan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk tetap secara ketat dalam memverifikasi obat tersebut. Walau dalam kondisi darurat, standar aturan tak boleh ada pengecualian.

"Memang pada keadaan darurat tentu ada kebijaksanaan dari BPOM yang notabene juga bagian dari pemerintah, tetapi tentu dengan syarat sesuai protokol dan aturan ketat," ujarnya.

Lebih jauh, Anthony memberi catatan apabila obat Covid-19 itu telah mendapatkan izin edar dan produksi. Langkah selanjutnya yakni memastikan produksi obat tersebut terjangkau, karena bahan baku obat yang dipakai cukup mahal dan mungkin sebagian masih dalam perlindungan hak paten.

"Itu masalah yang diatasi sesudah obat baru tersebut di daftar dan mendapat izin edar. Sangat dimaklumi bahwa perlu memberi rasa tenang pada masyarakat pada saat ini. Tetapi obat harus terjamin pada asas manfaat dan keamanan," pungkasnya.

Tinggal Tunggu Izin Edar BPOM

Pada pemberitaan sebelumnya, Wakil Ketua Komite Pelaksana Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang juga Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad), Jenderal TNI Andika Perkasa mengemukakan, obat penawar Covid-19 telah selesai uji klinis tahap ketiga. Obat ini dibuat oleh Universitas Airlangga, tinggal menunggu izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

"Obat ini tinggal menunggu izin edar dari BPOM," kata Andika usai penyerahan uji klinis tahap ketiga obat penawar Covid-19 oleh Universitas Airlangga (Unair), di Mabes AD, Jakarta, Sabtu (15/8), dikutip dari Antara.

Universitas Airlangga bekerja sama dengan TNI AD, Badan Intelijen Negara (BIN), dan Polri untuk menyelesaikan penelitian obat baru untuk pasien Covid-19 yang dirawat tanpa ventilator di rumah sakit berupa hasil kombinasi dari tiga jenis obat.

Jenderal bintang empat ini pun mengaku akan bertemu Kepala BPOM untuk membicarakan soal izin edar obat penawar Covid-19 itu.

"Hari Rabu saya menghadap ketua BPOM itu dalam rangka secara resmi mohon dukungan untuk percepatan izin," kata Andika.

Andika menjelaskan, nantinya obat ini diperkirakan akan mendapat subsidi dari pemerintah pada awal peredarannya mengingat kondisi bangsa saat ini yang tengah dilanda pandemi.

"Saya yakin anggaran ini akan diberikan sehingga tidak semata-mata akan dijual begitu saja," jelasnya.

Mantan Danpaspampres itu memastikan, proses produksi masal obat Covid-19 ini tidak ada lagi kendala. Semua proses uji klinis telah selesai dilaksanakan. Saat ini hanya tinggal menunggu izin edar dari BPOM.

"Makanya kami sudah langsung akan berbicara rencana produksi. Siapa membuat apa, yang akan membeli bahan baku bagaimana, kemudian anggaran dari pemerintahnya seperti apa," kata Andika

Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Jawa Timur telah menyelesaikan uji klinis tahap ketiga obat penawar untuk penanganan pasien Covid-19.

"Karena ini akan menjadi obat baru maka diharapkan ini akan menjadi obat Covid-19 pertama di dunia," kata Rektor Unair Prof Mohammad Nasih dalam acara penyerahan hasil uji klinis fase 3 di Mabes AD, Jakarta, Sabtu.

Nasih menuturkan, obat baru ini merupakan hasil kombinasi dari tiga jenis obat. Pertama, Lopinavir/Ritonavir dan Azithromycin. Kedua, Lopinavir/Ritonavir dan Doxycycline. Ketiga, Hydrochloroquine dan Azithromyci.

Di luar negeri tiga obat itu diberikan satu per satu kepada pasien. Kemudian tiga obat itu dikombinasikan oleh Unair menjadi satu obat.

Hasilnya efektivitas obat lebih dari 90 persen. Selain itu dosis yang dihasilkan lebih rendah dibanding apabila obat diberikan secara tunggal. Meskipun hasil kombinasi, BPOM tetap menganggap obat yang dihasilkan Unair digolongkan pada obat baru.

"Setelah kami kombinasikan daya penyembuhannya meningkat dengan sangat tajam dan baik. Untuk kombinasi tertentu itu sampai 98 persen efektivitasnya," ucap Nasih (*)

loading...
 Sumber : merdeka.com /  Editor : Heldi Satria

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]