UEA Rajut Hubungan dengan Israel, Turki Ancam Tangguhkan Hubungan dan Tarik Dubes


Sabtu, 15 Agustus 2020 - 21:27:07 WIB
UEA Rajut Hubungan dengan Israel, Turki Ancam Tangguhkan Hubungan dan Tarik Dubes Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan

ANKARA, HARIANHALUAN.COM - Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan mengatakan, setelah Uni Emirat Arab meneken kesepakatan kontroversial dengan merajut hubungan dengan Israel, maka Turki akan  menurunkan hubungannya dengan UEA.

"Kami mungkin mengambil langkah-langkah untuk menangguhkan hubungan diplomatik dengan UEA atau menarik duta besar kami," kata Recep Tayyip Erdogan kepada wartawan di Istanbul setelah Salat Jumat.

Erdogan menyebut solidaritas Israel bersama Mesir dan Yunani dan langkah mengekang Palestina adalah tindakan yang tidak dapat diterima.

Dalam penandatanganan pakta maritim pekan lalu, Athena dan Kairo melanjutkan usaha mengambil-alih wilayah Turki di Mediterania lewat pulau-pulau kecil di dekat pantai Turki.

Tindakan ini melanggar kepentingan Turki yang memiliki garis pantai terpanjang di Mediterania. Israel lalu mengambil langkah-langkah untuk mempererat hubungan dengan Athena dan Kairo.

Diskriminasi terhadap minoritas Turki di Yunani

Terkait masalah diskriminasi terhadap etnis Turki di wilayah Trakia Barat Yunani, di mana sejumlah sekolah Turki baru-baru ini ditutup, Erdogan mengatakan bahwa kuburan Turki di sana baru-baru ini diserang.

Erdogan juga mengatakan kejadian "ini sama sekali bukan tanda positif".

Wilayah Trakia Barat Yunani - di timur laut negara itu, dekat perbatasan Turki - adalah rumah bagi minoritas Muslim Turki yang telah lama tinggal di sana dan berjumlah sekitar 150.000 jiwa.

Diskriminasi selama puluhan tahun oleh Yunani terhadap minoritas Turki telah diabaikan oleh Uni Eropa, bahkan itu melanggar perjanjian internasional, keputusan pengadilan tinggi, dan aturan di Eropa.

Mengenai situasi di Libya, Erdogan mengatakan pertemuan pada Januari untuk membantu menyelesaikan krisis di sana telah gagal. Dia mengatakan bahwa hampir negara yang berada di konferensi Berlin soal Libya tidak mengikuti persyaratan atau aturannya.

Pada konferensi tersebut, kekuatan global dan aktor regional menyatakan komitmen untuk mendukung gencatan senjata, menghormati embargo senjata, dan mendukung proses politik yang difasilitasi oleh PBB untuk Libya. (*)

loading...
 Sumber : Republika /  Editor : Rahma Nurjana

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Ahad, 25 Oktober 2020 - 06:25:24 WIB

    Para Diplomat RI di UEA Sudah Disuntik Vaksin Covid-19

    Para Diplomat RI di UEA Sudah Disuntik Vaksin Covid-19 HARIANHALUAN.COM - Diplomat-diplomat RI yang bertugas di Uni Emirat Arab (UEA) telah mendapatkan vaksinasi virus corona (Covid-19)..
  • Jumat, 11 September 2020 - 10:36:26 WIB

    Presiden AS Ajak Negara Lain Segera Gabung ke Perjanjian Damai Israel-UEA

    Presiden AS Ajak Negara Lain Segera Gabung ke Perjanjian Damai Israel-UEA HARIANHALUAN.COM - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, menyebut bahwa ada kemungkinan negara lain segera bergabung dalam perjanjian diplomatik antara Israel dan Uni Emirat Arab (UEA). Trump tidak menyebut nama negara.
  • Rabu, 19 Agustus 2020 - 13:40:02 WIB

    UEA-Israel 'Berkawan', Presiden Palestina: Seperti Ditusuk dari Belakang

    UEA-Israel 'Berkawan', Presiden Palestina: Seperti Ditusuk dari Belakang HARIANHALUAN.COM - Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas menyatakan kesepakatan normalisasi hubungan diplomatik antara Uni Emirat Arab dan Israel itu bagai menusuk dari belakang. Dia mengibaratkan kesepakatan tersebut bag.
  • Sabtu, 15 Agustus 2020 - 23:29:38 WIB

    Rakyat Palestina Gelar Aksi Unjuk Rasa, Kecam Hubungan UEA-Israel

    Rakyat Palestina Gelar Aksi Unjuk Rasa, Kecam Hubungan UEA-Israel HARIANHALUAN.COM - Ratusan warga Palestina pada Jumat turun ke jalan di Tepi Barat, sebagai aksi protes peningkatan hubungan UEA dengan Israel. Pada aksi tersebut mereka membakar bendera Uni Emirat Arab (UEA) dan foto Putra M.
  • Selasa, 14 Januari 2020 - 16:31:53 WIB

    Putra Mahkota UEA Inginkan Pulau di Indonesia

    Putra Mahkota UEA Inginkan Pulau di Indonesia ABU DHABI, HARIANHALUAN.COM -- Putra Mahkota Uni Emirat Arab (UEA) Mohamed Bin Zayed sempat menyatakan keinginannya agar dicarikan pulau di Indonesia dengan udara dingin dan pantai indah untuknya berinvestasi di bidang pariwi.

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]