Catat, Begini Langkah Pencairan Subsidi Gaji Rp600.000 untuk Pekerja Penghasilan di Bawah Rp5 Juta


Rabu, 12 Agustus 2020 - 11:20:58 WIB
Catat, Begini Langkah Pencairan Subsidi Gaji Rp600.000 untuk Pekerja Penghasilan di Bawah Rp5 Juta Ilustrasi

HARIANHALUAN.COM - Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, mengatakan program subsidi ini menelan biaya hingga Rp 37,7 triliun.

"Jumlah calon penerima ditingkatkan menjadi 15.725.232 orang yang semula hanya 13.870.496 orang," kata Menteri Ida.

Data penerima bantuan subsidi upah ini diambil dari data BPJS Ketenagakerjaan dengan batas waktu pengambilan data sampai dengan 30 Juni 2020. Sehingga hanya peserta yang telah terdaftar pada batas waktu tersebut dan memenuhi persyaratan yang berhak sebagai penerima.

Bantuan subsidi gaji Rp 600.000 pegawai swasta ditarget terlaksana mulai September 2020. Subsidi langsung ini diyakini dapat membantu pekerja yang terdampak pandemi Covid-19.

"Bantuan ini merupakan program stimulus yang digodok bersama Tim Satgas Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), Kemnaker, Kemenkeu, dan BPJS Ketenagakerjaan. Kita targetkan program ini dapat berjalan bulan September," kata Menaker Ida.

Direktur Utama BP Jamsostek, Agus Susanto, mengungkapkan sejauh ini telah mencatat 700.000 rekening pekerja yang bergaji di bawah Rp 5 juta. Dia menjelaskan kriteria cara mengklasifikasikan calon penerima bantuan subsidi gaji yakni para pekerja yang terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan, dan aktif membayar iuran dengan upah di bawah Rp 5 juta.

Lalu bagaimana sebenarnya proses pencairan dana subsidi gaji sebesar Rp 600.000 ini? Mari Simak caranya:

1. HRD Perusahaan Wajib Proaktif Lapor Nomor Rekening Pekerja Penerima
perusahaan wajib proaktif lapor nomor rekening pekerja penerima
Direktur Utama BPJamsostek/ BPJS Ketenagakerjaan, Agus Susanto, mengimbau para perusahaan swasta segera melaporkan nomor rekening pekerjanya yang bergaji di bawah Rp 5 juta. Diperlukan peran aktif dari semua pihak baik itu pemberi kerja atau pelaku usaha, masyarakat dan para pekerja, agar bantuan ini tepat sasaran dan bermanfaat.

"Kami mengimbau kepada para perusahaan untuk melengkapi dan melaporkan nomor-nomor rekening para pekerjanya, saya juga mengimbau untuk dilakukan pengecekan validasi apakah betul karyawan tersebut gajinya di bawah Rp 5 juta," kata Agus Susanto.

BPJamsostek mengimbau kepada perusahaan yang belum tertib dalam pembayaran iuran, yang belum melaporkan upah pekerja atau belum mendaftarkan pekerjanya, agar mematuhi aturan dan melakukan pendaftaran subsidi tersebut.

"Saya kira momentum ini merupakan untuk melakukan transformasi, bukan hanya transformasi ekonomi tapi juga transformasi karakter kita sebagai warga negara yang baik untuk mematuhi regulasi yang ada," katanya.

2. Dana Bantuan Akan Ditransfer Langsung ke Rekening Peserta BPJS Ketenagakerjaan

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Nasional, Budi Gunadi Sadikin, mengatakan pemberian bantuan sosial (bansos) tersebut akan dilakukan secara cash transfer melalui rekening tenaga kerja yang terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan.

"Bantuan ini akan diberikan langsung ke rekening tenaga kerja yang terdaftar di BPJS Tenaga Kerja. Cash langsung ke rekening tenaga kerja yang terdaftar di BPJS Tenaga Kerja," jelasnya.

"Karena orang-orang ini belum di-PHK, masih terdaftar dan terbukti di BPJS Tenaga Kerja, masih bayar iurannya dengan pendapatan ekuivalen di bawah 5 juta. Sebagian besar diantaranya bergaji Rp 2-3 juta," dia menambahkan.

Menaker Ida menambahkan proses penyaluran bantuan dilakukan dengan pemindahbukuan dana dari Bank Penyalur kepada rekening penerima Bantuan Pemerintah melalui Bank-Bank BUMN yang terhimpun dalam Himpunan Bank Milik Negara (HIMBARA).

3. Pekerja Penerima Bantuan Akan Diinfo BPJamsostek untuk Validasi
penerima bantuan akan diinfo bpjamsostek untuk validasi

Agus Susanto menambahkan, karena dalam ketentuan, penyaluran subsidi gaji akan ditransfer langsung kepada para pekerja bukan kepada perusahaan maka BPJamsostek membutuhkan waktu untuk validasi. Pertama, BPJamsostek akan menginformasikan kepada peserta bahwa dia akan mendapat subsidi gaji.

“Kami harus mengumpulkan dan mendapatkan nomor rekening masing-masing pekerja, yang kita lakukan adalah menginformasikan kepada para pekerja data yang sudah kita turunkan dari sistem BP Jamsostek,” ujarnya.

Kemudian, BPJamsostek akan mengembalikan kembali data 15,7 pekerja yang laik itu kepada perusahaan, untuk dicek kembali apakah sudah benar merupakan data pekerja yang gajinya di bawah Rp 5 juta.

"Data yang diperoleh merupakan data dari sistem real time yang terhubung antara BPJamsostek dengan seluruh perusahaan yang terdaftar di BPJamsostek," pungkasnya.

4. Pencairan Dalam 2 Tahap

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Nasional, Budi Gunadi Sadikin, mengatakan bantuan tersebut akan diberikan dalam dua tahap, yakni masing-masing sebesar Rp 1,2 juta pada kuartal III dan IV 2020.

"Kita rencananya akan memberikan Rp 600.000 per bulan selama 4 bulan, dan diberikan dalam dua tahap. Tahap pertama akan dilakukan di kuartal ketiga, tahap kedua akan dilakukan di kuartal keempat," jelas BGS.

Menteri Ida menyebutkan persyaratan Pekerja/Buruh yang mendapat bantuan harus memenuhi seluruh persyaratan, salah satunya penerima kartu prakerja tidak bisa mendapatkan subsidi gaji ini.

1. Warga Negara Indonesia yang dibuktikan dengan Nomor Induk Kependudukan;

2.Terdaftar sebagai peserta jaminan sosial tenaga kerja yang masih aktif di BPJS Ketenagakerjaan yang dibuktikan dengan nomor kartu kepesertaan;

3. Peserta yang membayar iuran dengan besaran iuran yang dihitung berdasarkan upah dibawah Rp.5.000.000,00 (lima juta rupiah) sesuai upah yang dilaporkan kepada BPJS Ketenagakerjaan;

4. Pekerja/Buruh penerima Upah;

5. Memiliki rekening bank yang aktif;

6. Tidak termasuk dalam peserta penerima manfaat program kartu prakerja;

7. Peserta yang terdaftar sebagai peserta aktif di BPJS Ketenagakerjaan sampai dengan bulan Juni 2020. (*)

loading...
 Sumber : merdeka.com /  Editor : Heldi Satria

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Selasa, 25 Agustus 2020 - 09:29:57 WIB

    Catat, Peserta SKB CPNS Kemenag Wajib Isi DRH

    Catat, Peserta SKB CPNS Kemenag Wajib Isi DRH HARIANHALUAN.COM - Kementerian Agama menerbitkan pengumuman persiapan pelaksanaan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) CPNS Formasi Tahun 2019 Kementerian Agama. Panitia Seleksi CPNS mengharuskan setiap peserta yang lulus SKD dan .
  • Selasa, 11 Agustus 2020 - 18:43:15 WIB

    Catat, Tahun 2021 Pemerintah Buka Kembali Rekrutmen CPNS Secara Terbatas

    Catat, Tahun 2021 Pemerintah Buka Kembali Rekrutmen CPNS Secara Terbatas HARIANHALUAN.COM - Kementerian PAN-RB mengumumkan pemerintah akan membuka kembali rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS) pada tahun 2021 secara terbatas, setelah pada tahun 2020 memutuskan tidak membuka rekrutmen CPNS pa.
  • Rabu, 05 Agustus 2020 - 15:44:08 WIB

    Catat, Segini Besaran Gaji ke-13 yang Akan Diterima PNS Setelah Cair

    Catat, Segini Besaran Gaji ke-13 yang Akan Diterima PNS Setelah Cair HARIANHALUAN.COM - Tak lama lagi gaji ke-13 Pegawai Negeri Sipil (PNS) akan segera cair. Pemberian gaji ke-13 tahun ini mengalami beberapa penyesuaian akibat adanya pandemi covid-19. Banyak dilakukan perubahan terhadap APBN u.
  • Kamis, 30 Juli 2020 - 08:07:14 WIB

    Catat, Ternyata Ini Sebabnya Daging Kurban Tak Boleh Langsung Dibikin Sate

    Catat, Ternyata Ini Sebabnya Daging Kurban Tak Boleh Langsung Dibikin Sate HARIANHALUAN.COM - Chef Stefu Santoso, Executive Chef Aprez Catering by Amuz Group mengungkap jika daging kurban yang baru dipotong dan langsung dibuat sate merupakan kesalahan. Pasalnya, daging kurban ini terlalu fresh dan b.
  • Senin, 13 Juli 2020 - 23:41:05 WIB

    Catat, Kasus COVID-19 Lampu Merah, Jokowi Instruksikan 3 Langkah Ini

    Catat, Kasus COVID-19 Lampu Merah, Jokowi Instruksikan 3 Langkah Ini HARIANHALUAN.COM - Presiden Joko Widodo menyampaikam tiga instruksi penting yang perlu dilakukan, dalam penanganan pandemi COVID-19 saat ini. Jokowi meminta para jajaran dan kepala daerah untuk melaksanakannya, dan segera dit.

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]