Kader Partai Gerindra Bukittinggi Diambang Perpecahan


Ahad, 26 Juli 2020 - 19:18:51 WIB
Kader Partai Gerindra Bukittinggi Diambang Perpecahan BERI KETERANGAN - Pengurus Partai Gerindra dibawah kepemimpinan Ismunandi Sofyan memberikan keterangan terkait polemik penunjukkan Erman Safar sebagai Ketua DPC Gerindra Bukittinggi di Kantor DPC Gerindra Bukittinggi, Sabtu (24/7). FOTO: YURSIL.

HARIANHALUAN.COM - Pasca ditunjuknya, Erman Safar sebagai Ketua DPC Gerindra Bukittinggi yang baru, menuai kontroversi dan perpecahan diinternal partai. Pasalnya, sejumlah pengurus DPC Gerindra yang lama mempertanyakan proses penerbitan SK yang tidak melalui prosedural.

Erman Safar yang juga Bakal Calon (Balon) Walikota Bukittinggi, menerima SK penunjukkan dari DPP Partai Gerindra dan penyerahan SK itu dilakukan Ketua DPD Gerindra Provinsi Sumbar, Andre Rosiade di Posko Pemenangan Erman Safar di Jalan By Pass Bukittinggi, Jumat (24/7).

"Pergantian itu, ada norma dan etika. Sesuai dengan AD/ART Partai Gerindra, penerbitan SK untuk pergantian Ketua DPC biasanya usulan dari DPC, diketahui DPD dan DPD membawa usulan itu ke DPP. Kemudian usulan itu di godok oleh Badan Seleksi Organisasi (BSO). Nah penerbitan SK untuk Ketua DPC yang baru ini tidak melalui prosedur tersebut," kata Sekretaris DPC Gerindra Bukittinggi, Andri Fidal kepada wartawan di Kantor DPC Gerindra Bukittinggi, Sabtu (25/7).

Oleh sebab itu, dia akan mempertanyakan tentang penerbitan SK baru tersebut. Sedangkan Ismunandi Sofyan belum habis masa jabatannya sebagai Ketua DPC Gerindra Bukittinggi.

"Banyak kader yang mempertanyakan hal itu, mereka merasa kurang senang karena DPC Gerindra Bukittinggi sudah tidak dianggap lagi," kata Andri Fidal yang didampinggi pengurus lain.

Ia mengakui, baik pengurus maupun kader Gerindra Bukittinggi, tidak mengetahui acara penyerahan SK dan Surat Rekomendasi dukungan kepada Erman Safar untuk maju pada Pilkada Bukittinggi bulan Desember mendatang.

"Kita pengurus tidak mengetahui acara penyerahan SK dan Rekomendasi yang diserahkan Andre Rosiade kepada Erman Safar. Penyerahan SK itu, dilakukan di Posko Erman Safar dan bukan di Kantor DPC Gerindra Bukittinggi. Kami rasa, tidak ada pengurus maupun kader yang ikut hadir diacara penyerahan SK tersebut," terangnya.

Ketua PAC Gerindra Kecamatan Guguak Panjang, Erik Anwar menambahkan, dengan terjadinya polemik ini, akan hilang kepercayaan masyarakat kepada partai Gerindra sebagai partai pemenang Pemilu di Bukittinggi.

"Saat ini para kader masih tetap solid, masih satu. Untuk itu, kami masih menunggu arahan dari partai Gerindra," katanya.

Sementara itu, Dewan Penasehat Partai Gerindra Bukittinggi, Syafrizal mengatakan, Gerindra keluar sebagai pemenang Pemilu tahun lalu berkat kerjasama pengurus, kader dan pendukung.

"Akibat kejadian ini, masyarakat dan pendukung Gerindra saat ini, galau karena ada DPC Gerindra yang baru. Namun kita tetap berkantor di DPC Gerindra Bukittinggi Jalan. Sudirman Bukittinggi," ulasnya.

Ia meminta, pengurus DPC Gerindra Bukittinggi dibawah kepemimpinan Ismunandi Sofyan mempertanyakan SK Ketua DPC yang baru tersebut ke DPD dan DPP partai Gerindra. Agar persoalan yang terjadi itu dapat diselesaikan dengan baik.

Ketua DPRD Bukittinggi yang juga berasal dari partai Gerindra, Herman Sofyan meminta para kader dan pendukung Gerindra untuk dapat menahan diri. Sebab persoalan itu harus dilihat dengan bijak dan penyelesaiannya harus beretika dan norma serta sesuai AD/ART. 

Terpisah, Maryuli Apindo juru bicara Erman Safar ketika memberikan konfirmasi kepada Haluan, Minggu (26/) sore mengatakan, permasalahan yang terjadi itu merupakan masalah internal partai, maka penyelesaiannya harus melalui mekanisme internal partai.

"Artinya, jika ada permasalahan, ada kejanggalan ya, harus diselesaikan secara kepartaian, tidak harus diumbar ke publik," kata Pindo panggilan akrab Maryuli Apindo.

Pesan Erman Safar tambahnya, sinkronisasi dan harmonisasi adalah tugas berat partai Gerindra untuk menjaga nama baik Gerindra sebagai sebagai partai pemenang Pemilu di Bukittinggi. 

"Jadi, jangan ada lagi tindakan atau gerakan gerakan yang akan merugikan partai Gerindra. Jika ada permasalahan diselesaikan di dalam partai," terangnya.

Selanjutnya, seluruh anggota fraksi Gerindra di DPRD Bukittinggi harus bekerja sesuai dengan arahan partai memperjuangkan kepentingan masyarakat Bukittinggi.

"Dalam waktu dekat, Bapak Erman Safar sebagai Ketua DPC Gerindra yang baru akan melakukan konsolidasi partai. Kita akan undang kader dan pengurus partai baik yang lama maupun yang baru," ungkapnya. (*)

loading...
Reporter : Yursil /  Editor : Milna Miana

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]