Deteksi Suspek Pertama Covid-19, Korea Utara Langsung Darurat Nasional


Ahad, 26 Juli 2020 - 15:28:25 WIB
Deteksi Suspek Pertama Covid-19, Korea Utara Langsung Darurat Nasional Kim Jong-un

HARIANHALUAN.COM - Pemimpin Tertinggi Korea Utara, Kim Jong-un, menetapkan 'status darurat maksimum' dan 'peringatan keras' usai mendeteksi suspek kasus pertama virus corona (Covid-19).

Penetapan status darurat ini diputuskan dalam rapat darurat Politbiro Partai Buruh Korut yang digelar Sabtu (25/7) kemarin waktu setempat.

Diberitakan cnnindonesia.com, Kim Jong-un menyebut virus Covid-19 itu sebagai virus ganas yang telah memasuki negaranya. Selain menetapkan status darurat, Kim Jong-un juga menerapkan penguncian wilayah (lockdown) di wilayah perbatasan Kaesong.

"Jika penemuan suspek itu dikonfirmasi maka akan menjadi kasus Covid-19 pertama yang diakui secara resmi di Korut, di mana infrastruktur medisnya dinilai tidak memadai untuk menangani epidemi apapun," seperti dilansir AFP, Minggu (26/7).

Kantor Berita Resmi Korut, KCNA, menyebut suspek Covid-19 itu diduga diidap oleh seorang pembelot yang pergi ke Korea Selatan tiga tahun lalu.

Ia kemudian kembali ke Korut secara ilegal pada 19 Juli lalu. Namun, belum ada laporan di Korsel tentang siapa yang pergi melalui perbatasan yang dianggap paling aman di dunia itu karena penuh dengan ranjau dan pos penjagaan.

Pasien suspek itu dilaporkan ditemukan di Kota Kaesong yang berbatasan dengan Korsel. Saat ini dia ditempatkan di lokasi karantina dengan penjagaan ketat.

"Itu adalah 'situasi berbahaya yang dapat menyebabkan bencana yang mematikan dan merusak'," demikian pernyataan KCNA.

Pemerintah Korut sebelumnya menegaskan tidak ada satu pun kasus Covid-19 di negara tersebut, meski virusnya mewabah hampir di seluruh negara dunia. Korut telah menutup perbatasan pada akhir Januari ketika Covid-19 mulai menyebar di negara tetangga, China.

Analis mengatakan, meski memberlakukan pembatasan ketat, negara itu tetap tidak mungkin menghindari penularan.

Korut memiliki wilayah perbatasan dengan China sejauh 1.400 kilometer. Banyaknya warga Korut yang menyeberangi perbatasan untuk menyelundupkan barang-barang di pasar gelap setiap hari juga sangat memungkinkan membuat mereka membawa virus sebelum perbatasan ditutup.

"Tidak diragukan bahwa virus Covid-19 di Utara diimpor dari China," ujar analis di Asian Institute for Policy Studies yang mencatat padatnya lalu lintas perbatasan dan jumlah kasus Covid-19 yang tinggi di China.

Menurutnya, pemerintah Korut memilih menyebut penemuan kasus suspek Covid-19 berasal dari seorang pembelot dengan menyebutnya 'makhluk berbahaya' di tengah tekanan terhadap Korsel.

Korsel saat ini mencatat sekitar 40-60 kasus baru yang sebagian besar dari luar negeri.

Pada awal Juli, Kim Jong-un telah memperingatkan pengendalian virus Covid-19 dengan menutup perbatasan selama beberapa waktu ke depan.

Diketahui, lebih dari 30 ribu warga sipil Korut telah meninggalkan negaranya sejak wilayah itu terpecah akibat Perang Korea pada 1950 sampai 1953.


Sebagian besar melarikan diri melintasi perbatasan dengan China dan sangat jarang melintasi perbatasan dengan Korsel yang dijaga ketat.

Meski demikian, jumlah pelarian warga disebut berkurang dalam beberapa bulan terakhir. Pejabat Korsel menyatakan, hanya 12 pendatang baru dari April hingga Juni. Jumlah ini jauh lebih sedikit dibandingkan April-Juni tahun lalu yakni sebanyak 320. Hal ini tak lepas dari penutupan perbatasan akibat virus Covid-19.(*)

loading...
 Sumber : cnnindonesia /  Editor : Nova Anggraini

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Rabu, 09 September 2020 - 09:23:57 WIB

    Anjing Pendeteksi Covid-19 Mulai Digunakan Bandara, Tingkat Akurasinya 92%

    Anjing Pendeteksi Covid-19 Mulai Digunakan Bandara, Tingkat Akurasinya 92% HARIANHALUAN.COM - Anjing terlatih mulai digunakan di bandara karena mampu mendeteksi virus pada manusia dengan akurasi 92 persen. Bandara Internasional Dubai dan Dubai World Central, misalnya, saat ini mendapatkan bantuan pe.
  • Selasa, 18 Agustus 2020 - 10:41:13 WIB

    Ngeri, Mutasi Virus Corona 10 Kali Lipat Terdeteksi di Malaysia

    Ngeri, Mutasi Virus Corona 10 Kali Lipat Terdeteksi di Malaysia HARIANHALUAN.COM-Mutasi virus corona (Covid-19) lebih mudah 10 kali lipat, telahi terdeteksi di Malaysia. Pakar kesehatan di China Yang Zhanqiu menganggap hal itu wajar..
  • Sabtu, 02 Mei 2020 - 23:01:05 WIB

    Startup China Buat Kacamata Khusus Deteksi Virus Corona

    Startup China Buat Kacamata Khusus Deteksi Virus Corona JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -  China terus berinovasi untuk membuat alat pendeteksi virus corona SARS-Cov-2. Kali ini, salah satu perusahaan rintisan (startup) China membuat kacamata khusus untuk mendeteksi virus Covid-19 ters.
  • Jumat, 13 Maret 2020 - 22:12:48 WIB

    Surati Jokowi, WHO Singgung soal Kasus Corona yang Tak Terdeteksi

    Surati Jokowi, WHO Singgung soal Kasus Corona yang Tak Terdeteksi JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Organisasi Kesehatan Dunia ( WHO) menyurati Presiden Joko Widodo terkait penanganan virus corona Covid-19 di Indonesia. Dalam surat itu, WHO menyinggung soal kasus positif corona yang gagal terdete.
  • Kamis, 12 Maret 2020 - 05:39:30 WIB

    Deteksi Satu Kasus Corona, Ukraina Liburkan Semua Sekolah

    Deteksi Satu Kasus Corona, Ukraina Liburkan Semua Sekolah JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Pemerintah Ukraina memutuskan menutup seluruh sekolah sampai kampus dan melarang kegiatan dengan melibatkan lebih dari 200 orang, setelah menyatakan ada satu kasus infeksi virus corona yang terdete.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]