Kunjungi Pasar Ternak Palangki, Kapolres Imbau Warga Waspadai Curnak


Sabtu, 25 Juli 2020 - 17:09:49 WIB
Kunjungi Pasar Ternak Palangki, Kapolres Imbau Warga Waspadai Curnak Kapolres Sijunjung AKBP Andry Kurniawan didampingi Kapolsek IV Nagari Iptu Dian Jumes Putra dan Forkimcam IV Nagari berdialog dengan salah seorang penjual ternak dan belajar transaksi dengan cara “ Barosok”, Sabtu (25/7) saat melakukan kunjungan ke Pasar Ternak Regional palangki Kecamatan IV nagari memberikan himbau kamtibmas jelang hari raya Idul Adha 1441 H.

HARIANHALUAN.COM — Dalam rangka mencegah dan mengantisipasi terjadinya aksi kejahatan pencurian hewan ternak (Curnak) menjelang Hari raya Idul Adha 1441 H, Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Sijunjung AKBP Andry Kurniawan S.IK, M.Hum beserta forkopimcam IV Nagari mengunjungi pasar ternak di Palangki Kecamatan IV Nagari untuk mendukung tugas kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Polres Sijunjung, Sabtu (25/7).

Sembari meninjau pelaksanaan jual-beli ternak di pasar ternak palangki tersebut, Kapolres Sijunjung AKBP Andry Kurniawan didampingi Kapolsek IV Nagari Iptu Dian Jumes Putra juga menyampaikan himbauan dan pesan pesan Kamtibmas kepada penjual dan pembeli ternak yang bertransaksi di Pasar Ternak Regional tersebut.

“Demi terselenggaranya kamtbmas yang kondusif menjelang hari raya Idul Adha 1441 H, kami menghimbau kepada para peternak, penjual dan pembeli hewan ternak agar selalu waspada dengan aksi kejahatan disekitar lingkungannya. Dimana Keamanan dan ketertiban tidak akan mampu dicapai, apabila tidak didukung oleh peran aktif bapak-bapak semua yang ada di pasar ternak ini sekaligus menerpkan protokol Covid 19,” imbau Kapolres.

Pria jebolan AKPOL tahun 2000 tersebut juga menambahkan, kepolisian terus berbenah dan terbuka kepada masyarakat. Hal itu dilakukan untuk mengoptimalkan pelayanan, perlindungan dan pengayoman kepada masyarakat sebagaimana program Nawacita Presiden RI serta program Promoter Kapolri.

Dimana anggota polri merupakan representasi negara yang harus benar-benar hadir di tengah-tengah masyarakat dan kehadirannya itu dapat dirasakan serta memberikan kontribusi yg positif bagi masyarakat.

"Terkait kasus pencurian ternak hingga saat ini memang belum ada. Namun, tetap saja kita selalu meningkatkan pengawasan demi terjaganya Kamtibmas di tengah tengah masyarakat. Karena, upaya tindakan pidana harus kita cegah sedini mungkin. Jika ada, cepat berkoordinasi dengan kepolisian. Selain itu, tentu menjaga ternak sebaik mungkin, jangan melepas sembarangan,” terangnya.

Sementara itu, Kepala UPTD Pasar Ternak palangki Fahrizal menyampaikan terima kasih kepada Kapolres Sijunjung besera jajaran yang turun langsung melakukan himbauan kepada para peternak, penjual dan pembeli hewan ternak yang bertransaksi di pasar ternak palangki, dimana kamtibmas yang kondusif bisa terlaksana jika seluruh elemen masyarakat bekerjasama dalam penindak kejahatan dan kriminal lainnya.

Kapolres Belajar “Barosok”

Ada yang menarik saat kunjungan tersebut, kapolres Sijunjung yang didampingi kapolsek IV nagari, Camat IV Nagari Nasrul S.Pd, Danramil 06 Palangki yang diwakili Serda Windra Yani, Wali nagari Palangki Jasman dan Kepala Puskesmas Muaro Bodi diwakili Elvia Nora. Kapolres tersebut baru mengetahui bahwa cara bertransaksi antara penjual dan pembeli ternak di pasar ternak palangki adalah dengan cara “Barosok” yang sudah menjadi tradisi jual beli di pasar ternak secara turun temurun di Sumatera Barat konon sejak zaman raja-raja Minangkabau dulu.

Disebut Barosok karena tawar menawar terjadi dengan cara berpegangan (lebih tepatnya berjabat) tangan di balik kain atau baju. Barosok dalam bahasa Minang berarti dipegang dengan tangan. Tradisi ini cukup unik, setelah pembeli merasa cocok dengan hewan yang akan dibelinya, maka tawar menawar pun terjadi dengan si penjual. Mereka tidak mengeluarkan suara saat tawar menawar harga, melainkan berjabat tangan di balik kain atau baju.

Mereka tidak sekedar berjabat tangan saja, tetapi di balik kain tersebut jari-jari mereka "bermain" sebagai penanda naik turunnya harga. Masing-masing jari memiliki harga yang hanya bisa dimengerti oleh mereka berdua saja. Setelah di dapat kesepakatan harga, maka sapi atau kerbau boleh di bawa pulang oleh pembeli. (*)

loading...
Reporter : Ogi Sunandar /  Editor : Milna Miana

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]