Sri Mulyani Tengah Persiapkan Skenario Terburuk tapi Harapkan Terbaik untuk Ekonomi Indonesia


Sabtu, 25 Juli 2020 - 13:26:19 WIB
Sri Mulyani Tengah Persiapkan Skenario Terburuk tapi Harapkan Terbaik untuk Ekonomi Indonesia Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pemerintah telah menyiapkan hal yang terburuk bagi ekonomi Indonesia, tapi tetap berusaha mencari dan mencapai skenario-skenario yang lebih optimis sesuai kondisi yang dihadapi saat ini.

“Sikap kita adalah prepare for the worst tapi hope for the best (persiapkan yang terburuk tapi harapkan yang terbaik). Kita harus mengikhtiarkan untuk mencari dan mencapai skenario-skenario yang lebih optimis namun tetap realistis berdasarkan kondisi yang kita hadapi di bidang kesehatan maupun di bidang ekonomi,” jelas Sri Mulyani dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Sabtu (25/7/2020).

Menurutnya, pemerintah telah membuat proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun 2021 yang berkisar antara 4,5% hingga 5,3%. Namun, proyeksi tersebut juga tergantung pada kinerja ekonomi di kuartal ketiga tahun 2020 ini di mana pada bulan Agustus-Oktober akan diperoleh data-data yang terkini mengenai apakah pemulihan ekonomi betul-betul berjalan terus dan memang akan meningkat.

Sri Mulyani mencontohkan, anggaran untuk belanja perlindungan sosial yang Rp203 triliun sudah ditambah untuk Program Keluarga Harapan (PKH), sembako, bansos untuk Jabodetabek dan non Jabodetabek sebesar 10 juta penerima, ditambah menjadi 20 juta penerima. Untuk sembako ditambah 9 juta berarti 29 juta penerima plus ditambahkan lagi listrik dibebaskan untuk 450 VA dan untuk 900 VA diberikan diskon 50%.

"Tadinya ini hanya berlaku 3 bulan, kita perpanjang jadi 6 bulan. Bansos ini yang tadinya diberikan hanya 6 bulan kita sekarang perpanjang sampai Desember, 9 bulan. Ini semuanya adalah yang disebut prepare for the worst dan itu ada di dalam anggaran yang sudah kita sediakan dalam Perpres 72,” katanya.

Beberapa sektor perekonomian di kuartal kedua mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan namun kepastian tersebut masih harus dilihat dari statistik bulan Juni yang sekarang sedang difinalisasi.

"Oleh karena itu, pemerintah mengakselerasi agar harapan yang mulai terbangun dapat terwujud melalui program-program pemulihan ekonomi dan akan diluncurkan lebih banyak lagi bantuan sosial produktif," ujarnya. (*)

loading...
 Sumber : okezone.com /  Editor : Rahma Nurjana

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Rabu, 21 Oktober 2020 - 14:23:19 WIB

    Sri Mulyani Siapkan Rp 29 T untuk Atasi Kesenjangan Digital di Indonesia

    Sri Mulyani Siapkan Rp 29 T untuk Atasi Kesenjangan Digital di Indonesia HARIANHALUAN.COM - Beberapa pembangunan Teknologi Komunikasi dan Informasi (ICT) sudah dianggarkan US$ 2 miliar atau setara dengan Rp 29,2 triliun (Kurs Rp 14.600/US$). Hal ini dilakukan menyusul rencana pemerintah yang telah.
  • Selasa, 20 Oktober 2020 - 07:19:53 WIB

    Sri Mulyani Tolak Pajak Mobil Baru 0%, Ini Kata Pengusaha Otomotif

    Sri Mulyani Tolak Pajak Mobil Baru 0%, Ini Kata Pengusaha Otomotif HARIANHALUAN.COM - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) secara tegas menolak usulan memberikan pajak 0% untuk pembelian mobil baru. Usulan pajak 0% sebelumnya disampaikan oleh Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita..
  • Selasa, 20 Oktober 2020 - 06:23:58 WIB

    Sri Mulyani Sebut PSBB Ketat di DKI Bikin Ekonomi Tersendat

    Sri Mulyani Sebut PSBB Ketat di DKI Bikin Ekonomi Tersendat HARIANHALUAN.COM - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan PSBB ketat yang diberlakukan di DKI Jakarta membuat pemulihan ekonomi tertahan. Dia menjelaskan sebenarnya aktivitas perekonomian sudah mengalami pemulihan .
  • Senin, 19 Oktober 2020 - 12:12:25 WIB

    Sri Mulyani Tolak Pajak Mobil Baru 0%

    Sri Mulyani Tolak Pajak Mobil Baru 0% HARIANHALUAN.COM - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati akhirnya memutuskan wacana pajak mobil baru 0% yang diajukan Kementerian Perindustrian (Kemenperin). Sri Mulyani menegaskan, pihaknya menolak wacana pajak mobil baru n.
  • Kamis, 24 September 2020 - 16:43:44 WIB

    Sri Mulyani Ungkap Biaya Logistik RI Kemahalan Dibanding Malaysia dan Singapura

    Sri Mulyani Ungkap Biaya Logistik RI Kemahalan Dibanding Malaysia dan Singapura HARIANHALUAN.COM - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, hingga saat ini biaya logistik Indonesia masih sangat mahal. Bahkan jika dibandingkan dengan negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia..

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]