Siswa Menjerit Kuota untuk Belajar dari Rumah, Pimpinan DPR Berikan Solusi


Sabtu, 25 Juli 2020 - 11:29:59 WIB
Siswa Menjerit Kuota untuk Belajar dari Rumah, Pimpinan DPR Berikan Solusi Ilustrasi

HARIANHALUAN.COM - Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mengaku geram mendengar kisah Dimas Ibnu Alias, yang terpaksa datang ke sekolah saat pandemi virus Corona (COVID-19) lantaran tak punya smartphone. Ia kembali mengingatkan agar pemerintah membuat jaringan khusus pendidikan untuk digunakan sebagai jalur pembelajaran jarak jauh (PJJ).

"Ketika saya membaca ada seorang anak SMP di rembang bernama Dimas Ibnu terpaksa masuk sekolah karena tidak punya smartphone untuk ikut belajar online, saya terenyuh, miris dan geram. Ada anak bangsa yang punya semangat belajar tapi terbentur kemampuan orang tua," ungkap Dasco kepada wartawan, Sabtu (24/7/2020).

Menurut Waketum Gerindra ini, banyak siswa yang memiliki nasib serupa dengan Dimas. Akibat keterbatasannya, kata Dasco, mereka tidak bisa mengikuti sekolah jarak jauh.

Sebelum kisah Dimas ramai di publik, Dasco sudah menyarankan agar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) bekerja sama membuat jaringan khusus yang digunakan untuk sekolah jarak jauh. Ia mengingatkan, tak semua anak mampu mengikuti pembelajaran daring.

"Saya sejak awal berikan saran kepada pemerintah c/q Kemendikbud, bahwa rakyat tidak semuanya mampu membeli kuota untuk belajar online. Maka harus dibuatkan jaringan internet khusus, setiap murid diberikan ID untuk bisa masuk pada aplikasi belajar online," ucap Dimas.

"Orang tua tidak harus membeli kuota tapi proses belajar mengajar anak-anak bisa terlaksana. Apalagi sekarang belajar online berjam-jam bukan hanya satu jam, maka akan semakin berat beban orangtua," sambungnya.

Dasco juga menyarankan, pemerintah tidak memberikan uang untuk subsidi kuota kepada siswa yang orang tuanya kurang mampu. Sebab jika diberikan uang, belum tentu dananya akan dibelikan kuota.

"Kalau berikan uang belum tentu dipakai untuk membeli kuota, kalau langsung diberikan kuota, yang ada kuotanya habis bukan untuk belajar mengajar tapi habis untuk yang lain. Makanya saya sarankan dari awal, berikan ID, ID itu untuk masuk pada aplikasi khusus belajar online. Internet terkoneksi khusus hanya untuk aplikasi tersebut. Tidak bisa dipergunakan untuk membuka YouTube atau main game online misalnya," papar Dasco.

Soal perangkat smartphone bagi siswa dari keluarga tidak mampu, pemerintah juga diminta untuk turun tangan. Pemerintah. menurut Dasco, bisa menggunakan program PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional ).

"Sekarang smartphone murah banyak sekali, maka khusus untuk orangtua yang tidak mampu, pemerintah bisa mensubsidi dari dana pendidikan. Misalnya harga smartphone 1 juta rupiah, pemerintah subsidi 50% dan 50% nya dicicil orangtua selama 1-2 tahun melalui program PEN," kata dia.

"Jika pemerintah mau, maka Dimas bisa belajar online tanpa harus ke sekolah dan orang tua Dimas tidak lagi dibebani dengan urusan kuota," tambah Dasco.

Kisah Dimas yang tak bisa sekolah daring karena tak punya smartphone menjadi perhatian publik. Semangat siswa SMP N I Rembang itu untuk belajar sehingga tetap datang sekolah meski pandemi Corona, menuai simpati.

Dimas kini telah mendapat bantuan smartphone dan akan mulai pembelajaran daring dari rumah pekan depan. Meski begitu, kisahnya membuat banyak pihak mengkritisi pihak Kemendikbud dan Pemda setempat.

Sebelumnya, Dasco meminta Kemendikbud serta Kominfo bekerja sama. Ia meminta kedua kementerian itu membuat jaringan khusus untuk kegiatan belajar-mengajar (KBM) dilakukan seperti berada di sekolah, namun secara virtual sehingga anak-anak tetap aman di rumah.

Wabah COVID-19 masih berlangsung, obatnya belum ditemukan sampai saat ini. Saya ingin Kementerian pendidikan bekerja sama dengan Kementerian Kominfo membuat jaringan khusus pendidikan. Interaksi sekolah tetap berlangsung seperti biasa tapi jarak jauh," ungkap Dasco, Selasa (2/6).

"Buat aplikasi khusus sekolah dan buat jalur koneksi internet tersendiri yang stabil. Setiap murid diberi ID khusus untuk bisa akses ke aplikasi. ID itu akan masuk pada jalur internet khusus sehingga bisa digunakan secara gratis, tidak membebankan orang tua murid. Karena tidak semua orang tua murid mampu membeli kuota," sambungnya.(*)

loading...
 Sumber : detik.com /  Editor : Nova Anggraini

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]