Bagaimana Nasib Hukuman Cambuk di Aceh saat Pandemi Covid-19?


Sabtu, 25 Juli 2020 - 07:32:47 WIB
Bagaimana Nasib Hukuman Cambuk di Aceh saat Pandemi Covid-19? Ilustrasi

HARIANHALUAN.COM – Pelaksaanaan penegakan syariat Islam hukum cambuk dalam masa pandemi Covid-19 tetap dilakukan di Stadion Tunas Bangsa, Desa Mon Gedong, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, pada Jumat (24/7/2020).

Pelaku dieksekusi hukuman cambuk karena bersalah melakukan jarimah maisir atau judi togel. Dalam menjalani hukumannya, pelaku maisir tetap memakai masker sebagai penegakan protokoler Covid-19.

Pelaksanaan eksekusi cambuk terhadap pelaku berinisial AM karena terbukti telah melakukan tindakan jarimah maisir yaitu jenis judi toto gelap atau togel. Pelaku dihukum karena telah melanggar Pasal 20 Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayah, dengan hukum cambuk 20 kali dan dikurangi masa tahanan.

Sebelumnya, pelaku telah menjalani masa tahanan selama 98 hari dan sesuai ketentuan bahwa kelipatan 30 hari merupakan kelipatan satu kali uqubah cambuk.

Kasubsi Tindak Pidana Umum Kejari Lhokseumawe, Muhammad Doni Sidik, menjelaskan pelaku yang merupakan agen togel tersebut ditangkap petugas kepolisian pada 17 April 2020 di salah satu cafe di Lhokseumawe.

Saatditangkap pelaku sedang mencatat hasil judi yang dipesan konsumen. Eksekusi hukuman cambuk kali ini merupakan eksekusi pertama di tahun 2020 di wilayah hukum Lhokseumawe.

Tim medis kesehatan melakukan pengecekan kondisi kesehatan pelaku maisir sebelum sesudah dilakukan eksekusi cambuk oleh algojo. Puluhan petugas kemanan TNI/Polri/ Polisi Syariat Islam dan Satpol PP tetap melakukan penjagaan dan pengawasan hingga proses eksekusi hukuman cambuk selesai dilakukan.(*)

loading...
 Sumber : okezone /  Editor : Nova Anggraini

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]