Keren, Mahasiswa KKN di Padang Ini Sulap Limbah Serai Wangi Jadi Pakan Ternak


Jumat, 24 Juli 2020 - 22:48:23 WIB
Keren, Mahasiswa KKN di Padang Ini Sulap Limbah Serai Wangi Jadi Pakan Ternak Mahasiswa KKN dari Jurusan Peternakan, Fakultas Peternakan Unand sedang mengolah limbah serai wangi jadi pakan ternak.

HARIANHALUAN.COM - Serai wangi banyak dibudidayakan untuk disuling dan diambil minyaknya. Untuk kebutuhan rumah tangga, serai wangi juga digunakan untuk bahan memasak makanan dan membuat minuman. Tanaman serai wangi ini sendiri menghasilkan minyak atsiri. Kandungan minyak atsiri serai wangi berkisar 0,5 hingga 1,5 persen.

Hasil penyulingan serai wangi biasanya menghasilkan limbah padat maupun air yang biasanya dibuang. Riset di laman Kementerian Peternakan disebutkan jika limbah serai wangi bisa dimanfaatkan untuk pakan ternak sapi. Proses pembuatan pakan ternak ini dilakukan menggunakan cara yang sama dengan pembuatan serat hay atau silase.

Serai wangi sendiri sangat mudah ditanam, bahkan di lahan yang kondisi tanahnya kurang bagus. Dengan produksi daun yang cukup tinggi, ini merupakan potensi yang besar sebagai penyedia pakan ternak, khususnya sapi potong. Hal inilah yang membuat mahasiswa KKN dari Jurusan Peternakan, Fakultas Peternakan Unand menerapkan proses tersebut kepada masyarakat. 

Ketua tim KKN Peternakan Unand, Aldo Marpensa kepada harianhaluan.com mengatakan, bersama 20 mahasiswa dari Jurusan yang sama, mereka menerapkan proses pengolahan limbah serai wangi kepada masyarakat di RW 06, Kelurahan Limau Manis Selatan, Kecamatan Pauh. Berbekal dari ilmu yang mereka dapat di kampus, penerapan terhadap pengolahan limbah ini pun kini menjadi tepat guna bagi masyarakat di daerah itu. 

"Kami memang mencoba untuk memberi pengetahuan kepada masyarakat bahwasanya serai wangi ini punya banyak manfaat, terutama menjadi makanan ternak. Nutrisi dari serai wangi yang sudah diolah ini lebih tinggi dari jerami," kata Aldo diamini rekan-rekannya.

Kandungan protein serai wangi sendiri sebesar 7 persen, jauh diatas limbah jerami yang hanya 3,9 persen. Kadar protein ini dapat ditingkatkan dengan melakukan fermentasi menggunakan probion dan molase serta urea sehingga protein menjadi 11,2 persen. Limbah serai wangi juga memiliki kandungan serat kasar yang rendah sekitar 25,7 persen, jauh lebih baik dibandingkan dengan serat kasar jerami dan rumput gajah. 

"Makanya, kita memberikan edukasi kepada masyarakat tentang guna dari tanaman serai wangi ini. Mulai dari minyaknya hingga limbah hasil pengolahannya," tutur Aldo.

Tidak hanya mengolah serai wangi, tim KKN dari Fakultas Peternakan Unand ini juga membuat sekolah alam guna membantu anak-anak di sekitar daerah KKN itu untuk belajar. Tim yang dibawahi oleh Dosen Pembimbing Lapangan, dr. Ir. Yuliaty Shafan Nur ini juga mengajarkan 40 anak tersebut untuk menghargai alam serta tahu sedikit banyaknya tentang peternakan. 

"Mereka tidak hanya belajar, mereka juga diberitahu tentang cara beternak yang benar, apa pakan yang digunakan dan segala yang berhubungan dengan peternakan. Tentunya, kita tetap mengikuti protokol kesehatan karena masih dalam masa pandemi Covid-19," tutup Aldo seraya mengatakan KKN yang dilakukannya dimulai sejak 26 Juni hingga 26 Juli 2020 mendatang. (*)

loading...
Reporter : Agoes Embun /  Editor : Agoes Embun

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]