Siswa di Padang Panjang Tega Aniaya Ibu Kandungnya Gegara Minta Uang Bantuan Presiden Tak Dikasih


Kamis, 23 Juli 2020 - 19:08:36 WIB
Siswa di Padang Panjang Tega Aniaya Ibu Kandungnya Gegara Minta Uang Bantuan Presiden Tak Dikasih ilustrasi penganiayaan

HARIANHALUAN.COM - Seorang pelajar asal Padang Panjang harus berurusan dengan pihak kepolisian setelah aksinya memukul sang ibu kandung karena tidak diberi uang. FR (18), pelajar di SMKN 2 Padang Panjang ini nekat memukul sang ibu lantaran uang bantuan Presiden melalui Kartu Indonesia Pintar (KIP) yang mereka jemput pada Kamis (23/7/2020), tidak boleh dipegangnya.

Kapolsek Kota Padang Panjang, AKP Pamuji saat dihubungi wartawan membenarkan kejadian tersebut. Dia menyebut, peristiwa penganiayaan itu terjadi setelah penyerahan uang bantuan dari Kartu Indonesia Pintar tersebut di sekolah sekitar pukul 10.30 WIB. Setelah diserahkan kepada sang ibu berinisial N (54), FR meminta agar uang bantuan itu sepenuhnya diberikan kepadanya. 

Karena sang ibu tak mau, terjadilah penganiayaan tersebut dan lokasinya tidak jauh dari gerbang sekolah. N mendapatkan tamparan dari FR hingga hidungnya mengeluarkan darah. Tapi, aksi pemukulan tersebut dilihat banyak orang karena memang saat itu lokasi kejadian sedang ramai. FR pun diamankan warga dan dilaporkan ke Polsek Padang Panjang, sementara sang ibu dibawa ke rumah sakit terdekat.

"Mendapatkan informasi tersebut, kita langsung mendatangi lokasi kejadian. FR diamankan dan dibawa ke Polsek untuk diperiksa. Sedangkan, sang ibu menyusul ke Polsek setelah mendapatkan perawatan di rumah sakit," jelas AKP Pamuji. 

Saat dipertemukan oleh polisi di Polsek, sang ibu menyebut aksi itu terjadi karena anaknya ingin meminta semua uang bantuan Presiden tersebut seluruhnya. Sang ibu kepada polisi mengatakan, awalnya uang bantuan senilai Rp1 juta itu dijemputnya ke sekolah bersama FR. Setelah dicairkan, uang tersebut dipergunakan Rp200 ribu untuk pembayaran hutang dan administrasi sekolah lainnya.

"Jadi, uang bantuan tersebut tersisa Rp800 ribu. Itulah yang diminta oleh FN kepada ibunya, tapi tak diberi. Selain itu, uang bantuan itupun tak bisa digunakan untuk hal yang lain, hanya untuk kebutuhan sekolah. FN ini sendiri dikenal sebagai anak yang cukup berprestasi di sekolah," tuturnya.

Disebut Kapolsek, awalnya sang ibu ingin anaknya tersebut masuk ke dalam sel untuk beberapa guna memberikan efek jera. Tapi, dia tidak mau membuat laporan. Akhirnya, dia hanya meminta FR untuk dibina di rumah. FR pun dikenakan wajib lapor, sedangkan sang ibu diminta untuk membuatkan pernyataan tidak bersedia membuat laporan polisi. "Masalah ini kita selesaikan dengan mediasi saja," tutupnya. (*)

loading...
Reporter : Buliza Rahmat /  Editor : Agoes Embun

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]