Tambang Emas Ilegal di Solok Selatan, Polres Solsel: Pemilik Alat Berat dan Manager Lapangan DPO


Kamis, 23 Juli 2020 - 07:41:07 WIB
Tambang Emas Ilegal di Solok Selatan,  Polres Solsel: Pemilik Alat Berat dan Manager Lapangan DPO Lokasi penambangan ilegal di Sungai Buluah, Jorong Gasiang, Lubuk Ulang Aling Selatan, Kecamatan Sangir Batanghari.

HARIANHALUAN.COM -  Pasca tim gabungan Polres Solok Selatan (Solsel) menangkap dua orang pekerja tambang emas ilegal di Sungai Buluah, Jorong Gasiang, Lubuk Ulang Aling Selatan, Kecamatan Sangir Batanghari, kini dua orang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) yakni Pemilik Alat Berat dan Manager Lapangan.

Kapolres Solsel AKBP Tedy Purnanto melalui Kepala Satuan Reskrim Iptu M. Arvi saat dihubungi Rabu (22/7/2020) menyebutkan penangkapan yang dilakukan pada Minggu (19/7/2020) sekitar pukul 06.00 WIB diamankan dua pekerja tambang dengan inisial R dan D serta barang bukti satu alat berat jenis eskavator.

"Alat berat sudah kita bawa ke Mapolres. Untuk membawa alat berat dibutuhkan setidaknya tiga hari tiga malam," ujarnya.

Kasus ini, imbuhnya masih dikembangkan dan telah menetapkan dua orang sebagai DPO, yakni pemilik alat berat inisial Z dan manager lapangan DZ.

Dari hasil pemeriksaan, sebutnya, diketahui bahwa mereka telah melakukan penambangan emas sekitar dua minggu yang lalu. Dalam upaya penangkapan tersebut, jajaran Polres Solsel melakukan pengintaian sebelumnya.

Pada Minggu (19/7) sekitar pukul 03.00 WIB tim gabungan Satreskrim, Satintelkam dan Polsek Sangir Batang Hari Polres Solsel di bawah pimpinan Kasat Reskrim Iptu M. Arvi berangkat menuju lokasi penambangan emas tak berizin di Sungai Buluah Jorong Gasiang, Nagari Lubuk Ulang Aling Selatan, Kecamatan Sangir Batang Hari.

 Sekira pukul 05.45 WIB tim sampai di lokasi dan ditemukan aktivitas penambangan emas ilegal menggunakan eskavator.

Pada saat ditemukan R (22) dan DH (45) sedang berhenti bekerja karena eskavator rusak. Kedua orang yang merupakan operator alat berat tersebut dibawa ke Polres Solok Selatan sedangkan alat berat menunggu diperbaiki.

Pada Senin (20/7) sekira pkl 09.00 WIB dimulai membawa ekskavator dari tempat kejadian peristiwa ke Jorong Sungai Penuh, Kecamatan Sangir Batanghari dan baru pada Selasa (21/7) sekira pukul 17.00 WIB sampai di Jorong Sungai Penuh.

Kemudian dibawa dengan menggunakan truktrado menuju Mapolres Solok Selatan dan sampai pada hari Rabu sekira pukul 01.00 Wib malam. Selanjutnya akan dilakukan penyidikan terhadap perkara tersebut oleh Satreskrim Polres Solsel.

Keduanya melanggar Pasal 158 UU No 3 tahun 2020 tentang perubahan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 Tentang Pertambangan Mineral dan Batubara. (*)

loading...
Reporter : Jefli /  Editor : Rahma Nurjana

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Ahad, 13 September 2020 - 14:16:52 WIB

    Manfaatkan Lahan Bekas Tambang, Yal Yudian Raih Penghargaan Khusus KemenLHK

    Manfaatkan Lahan Bekas Tambang, Yal Yudian Raih Penghargaan Khusus KemenLHK HARIANHALUAN.COM - Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KemenLHK) Republik Indonesia mengumumkan penerima penghargaan Kalpataru dan penghargaan khusus tahun 2020 dengan nomor SK.298/MENLHK/PSKL/PEG7/7/2020. Dimana, dala.
  • Ahad, 21 Juni 2020 - 15:12:32 WIB

    Masyarakat Nagari Limau Purut Minta Aktivitas Tambang Galian C Ditutup

    Masyarakat Nagari Limau Purut Minta Aktivitas Tambang Galian C Ditutup HARIANHALUAN.COM - Puluhan masyarakat di Nagari Limau Purut Tapan, Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) kembali menyampaikan tuntutannya terkait keberadaan aktivitas tambang galian C yang berop.
  • Rabu, 13 November 2019 - 09:04:51 WIB

    Banyak Tambang Ilegal di Sumatera, Bupati Tak Bisa Menindak

    Banyak Tambang Ilegal di Sumatera, Bupati Tak Bisa Menindak JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Sejumlah wilayah di Sumatera Utara dan Sumatera Barat menjadi korban penambangan ilegal yang tidak mengindahkan ketentuan lingkungan dan kesehatan. Namun pemerintah setempat tak bisa menindak penam.
  • Rabu, 17 Juli 2019 - 09:45:53 WIB

    Lihat Kerusakan Lingkungan Akibat Tambang Liar, Bupati Sutan Riska Sangat Bersedih

    Lihat Kerusakan Lingkungan Akibat Tambang Liar, Bupati Sutan Riska Sangat Bersedih PADANG, HARIANHALUAN.COM-Kerusakan akibat penambangan emas liar, terbukti  benar-benar telah merusak lingkungan. Puluhan hektar kebun karet di sepanjang sungai Batang Nyunyo, Nagari Tabiang Tinggi, Kecamatan Pulau Punjung, m.
  • Jumat, 29 September 2017 - 11:29:34 WIB

    Polres Solsel Awasi Pekerja Tambang

    Polres Solsel Awasi Pekerja Tambang SOLOK SELATAN, HARIANHALUAN.COM - Polres Solok Selatan (Solsel) menyatakan keberadaan tujuh orang Tenaga Kerja Asing (TKA) di lokasi tambang timah hitam di Pinti Kayu, Kecamatan KPGD, Solsel telah memperoleh izin dari instans.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]