Ilmuwan Ciptakan Filter Udara yang Mampu Bunuh 99,8% Virus Covid-19


Rabu, 22 Juli 2020 - 19:43:16 WIB
Ilmuwan Ciptakan Filter Udara yang Mampu Bunuh 99,8% Virus Covid-19 Foto: Duux

HARIANHALUAN.COM - Tak dapat dipungkiri, virus corona telah menjadi momok menakutkan bagi seluruh penduduk dunia dan belum ditemukan solusi untuk memusnahkannya. Beragam penelitian dan upaya penyembuhan dilakukan, demi mengurangi risiko penyebaran dan bertambahnya pasien. Baru-baru ini, para ilmuwan dari University of Houston dikabarkan telah mengembangkan filter udara khusus yang mampu membunuh virus corona secara instan. 

Dilansir dari Materials Today melalui Teknologi.id (Haluan Media Group), Rabu (22/7/2020), jurnal yang mempublikasikan penelitian ini, filter udara yang telah dikembangkan mampu menetralisir dan membunuh 99,8 persen virus corona di udara hanya dengan satu kali penyaringan. Filter ini bekerja dengan menghasilkan hawa panas yang diklaim mampu membunuh virus. 

Peneliti yang memprakarsai filter ini adalah Zhifeng Ren, seorang profesor fisika di University of Houston, di mana ia menciptakan desain unik terbuat dari busa nikel yang dipanaskan. "Itu berpori dan fleksibel memungkinkan aliran udara dan konduktif secara elektrik, yang memungkinkannya untuk dipanaskan," tutur Ren. 

Proses ini membutuhkan pemanasan hingga 392 derajat Fahrenheit untuk membunuh virus corona karena virus ini menurut penelitian, tidak mampu bertahan pada suhu di atas 158 derajat Fahrenheit.

Filter udara ini nantinya bisa digunakan di bandara, pesawat terbang, gedung perkantoran, sekolah, hingga kapal pesiar. 

"Pada dasarnya, ini adalah pembunuh Covid-19 dengan performa tinggi. Ini aman dan efektif. Kami ingin meluncurkannya di Texas terlebih dahulu dan mulai menempatkannya di sekolah dan panti jompo. Unit ini dapat digunakan dalam 60 hari," ujar Dr. Garrett Peel dari Medistar yang membantu merancang desain filter udara ini. 

Namun, penemuan filter udara tidak dapat menggeser vaksin sebagai kebutuhan paling utama dari pemusnahan virus ini. Vaksin tetap harus ditemukan untuk mengembalikan tatanan kehidupan normal masyarakat seluruh dunia. Yang terbaik dari alat ini adalah, adanya pencegahan yang bisa dilakukan agar penularannya tidak masif seperti yang terjadi sekarang. Semoga filter udara yang ditemukan oleh para ilmuwan University of Houston ini dapat dinikmati di seluruh dunia dengan segera, ya. (*)

loading...
 Sumber : Haluan Media Group /  Editor : Milna Miana

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Jumat, 10 April 2020 - 22:07:22 WIB

    Ilmuwan Buat Corona Covid-19 Bisa 'Bernyanyi'

    Ilmuwan Buat Corona Covid-19 Bisa 'Bernyanyi' JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Peneliti berhasil membuat virus corona (SARS-CoV-2) bisa 'bernyanyi'. Peneliti membuat alunan musik instrumental dengan menerjemahkan struktur protein runcing (spike protein) yang mengelilingi perm.
  • Jumat, 31 Januari 2020 - 15:27:30 WIB

    Ilmuwan Ciptakan Robot yang Bisa Berkeringat

    Ilmuwan Ciptakan Robot yang Bisa Berkeringat TEKNO, HARIANHALUAN.COM -- Ilmuwan berhasil menciptakan tangan robot yang bisa berkeringat. Fungsi ini ditambahkan untuk membantu robot agar tidak kepanasan hingga performanya menurun saat bekerja dalam waktu yang lama. Robot.
  • Jumat, 24 Januari 2020 - 11:49:56 WIB

    Wah..! Debu di Bulan Diubah jadi Oksigen, Begini Cara yang Dilakukan Ilmuwan Eropa

    Wah..! Debu di Bulan Diubah jadi Oksigen, Begini Cara yang Dilakukan Ilmuwan Eropa JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - European Space Agency (ESA) telah memulai proyek mengubah debu halus di bulan yang disebut relogith menjadi oksigen. Hal itu diharapkan dapat menunjang misi penelitian jangka panjang dan berkelanju.
  • Kamis, 05 Desember 2019 - 11:48:33 WIB

    Ilmuwan Temukan Lubang Hitam Terbesar di Alam Semesta

    Ilmuwan Temukan Lubang Hitam Terbesar di Alam Semesta JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -- Ilmuwan mengklaim telah menemukan lubang hitam terbesar di alam semesta. Lubang hitam di luar angkasa memiliki ukuran dan massa yang berbeda-beda. Lubang hitam dengan massa paling berat saat ini d.

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]