Kekerasan Seksual Terhadap Anak Mendominasi Perkara Pidana di Pariaman dan Padang Pariaman


Rabu, 22 Juli 2020 - 15:07:57 WIB
Kekerasan Seksual Terhadap Anak Mendominasi Perkara Pidana di Pariaman dan Padang Pariaman Azman Tanjung

HARIANHALUAN.COM - Selama 2020 ini Kejaksaan Negeri Pariaman setidaknya menerima sebanyak 300 perkara Pindana Umum (Pidum) di mana hingga Juli ini sudah diselesaikan sebanyak 150 perkara.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Pariaman, Azman Tanjung, mengatakan, selain didominasi oleh perkara narkotika, dari 150 perkara yang telah diselesaikan itu juga banyak perkara kekerasan seksual terhadap anak.

"Dapat kami sampaikan ada 3 kategori pidana umum yang kami kerjakan, diantaranya kekerasan seksual terhadap anak, narkotika dan kriminal lainnya. Seluruh perkara yang masuk atau kami tangani sebanyak 300 kasus. Dari 300 perkara itu sebanyak 150 telah kami selesaikan," ungkap Azman Tanjung, Rabu (22/7).

Azman Tanjung menyampaikan di antara 150 perkara yang selesai itu terdapat 25 kasus kekerasan seksual terhadap anak yang masuk semenjak awal bulan di tahun ini. 
"Perkara ini menjadi perkara yang mencolok di wilayah hukum Kejaksaan Negeri Pariaman, yaitu Kota Pariaman dan Kabupaten Padang Pariaman," kata Azman Tanjung.

Untuk itu, pihaknya fokus terhadap kasus tersebut, mengingat kekerasan seksual terhadap anak dapat 'merenggut' masa depan anak. Karena, dengan kasus seperti ini sangat berdampak buruk terhadap masa depan anak.

"Kasus itu baik berupa perkosaan, pencabulan dan eksploitasi seks terhadap anak," katanya.

Ia menyampaikan, jika dilihat tren grafiknya, lanjut Azman, kasus seksual terhadap anak di Kota Pariaman dan Kabupaten Padang Pariaman bisa mencapai 50-60 kasus dalam tahun ini.

"Maka dari itu, kami selalu memperkuat koordinasi dengan pihak lainnya seperti aparat hukum dan instansi perlindungan terhadap perempuan dan anak," jelas Azman. 

Menurutnya, pemicu tingginya kasus tersebut karena mentalitas pria atau pelaku buruk. Ini persoalan mentalitas yang buruk sehingga tega melakukan itu. 

"Padahal kita sama-sama tahu, ini wilayah Sumbar, wilayah beradat dan beragama," jelasnya.

Ke depan ia juga akan melakukan upaya pencegahan dengan menggandeng pihak pemerintahan serta dengan lembaga-lembaga pemerhati anak yang ada di wilayah hukumnya, agar kasus ini bisa ditekan seminimal mungkin.

"Mau tidak mau, kasus kekerasan terhadap anak harus ditekan. Kita menuntut pelaku kekerasan itu dengan hukuman seberat-beratnya," katanya.(*)

loading...
Reporter : Yuhendra /  Editor : Nova Anggraini

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]