Ada 1.172 Kasus Positif Covid-19 di Pasar Seluruh Indonesia


Senin, 20 Juli 2020 - 14:51:19 WIB
Ada 1.172 Kasus Positif Covid-19 di Pasar Seluruh Indonesia Pembeli membeli perlengkapan alat tulis di Pasar Pagi, Asemka, Jakarta, Minggu, 12 Juli 2020. Sejumlah pedagang mengatakan, jelang ajaran baru sekolah yang dimulai 13 Juli 2020 penjualan buku tulis dan alat tulis di pasar tersebut meningkat hingga 20 persen meski masih dalam masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi fase kedua.

HARIANHALUAN.COM - DPP Ikatan Pedagang Pasar Indonesia mencatat hingga kemarin ada 1.172 kasus positif di 201 pasar yang tersebar di 26 provinsi pada 83 kabupaten atau kota.

"Kondisi terbaru ini membuat Ikappi lebih aktif melakukan edukasi terhadap bahaya covid-19 di pasar tradisional dan mendorong agar kita sama sama melakukan gotong royong dalam membangun kesadaran bersama pedagang dan pengunjung di dalam pasar tradisional," ujar Ketua bidang organisasi DPP IKAPPI Muhammad Ainun Najib dalam keterangan tertulis, Senin, 20 Juli 2020.

Berdasarkan data yang dihimpun IKAPPI dalam satu pekan terakhir, Ainun menyatakan bahwa kenaikan lonjakan ini terus terjadi seiring dengan masifnya pelaksanaan uji cepat dan swab yang ada di pasar tradisional di seluruh indonesia. Ainun mengatakan sebanyak 37 pedagang meninggal akibat penyakit tersebut.

"Itu adalah pukulan berat bagi kami sekaligus motivasi agar mendorong kita lebih giat, lebih aktif dan lebih progresif dalam mensosialisasikan protokol kesehatan di pasar, sembari melakukan edukasi atas bahaya covid 19 dengan bahasa pedagang," kata Ainun.

Untuk itu, IKAPPI mendorong agar pemerintah daerah lebih peduli terhadap pasar tradisional. Ia mengatakan pemerintah mesti mengeluarkan kebijakan yang berfokus menyelamatkan pedagang pasar dan pengunjung dari ancaman Covid-19.

Ainun mengatakan organisasinya pun sedang menggalang dukungan dari semua pihak untuk bersama-sama menjalankan kebijakan yang diharapkan pedagang dapat meringankan beban mereka. Sebab, omset pedagang terus mengalami penurunan.

"Kami sudah menjajaki kerjasama dengan pengelola pasar, kami juga akan menjajaki kerjasama dengan BNPB untuk merumuskan kebijakan yang efektif dan bisa di jalankan di pasar tradisional. Antara lain adalah memasang sekat plastik dan membagikan masker dan nampan kecil untuk pertukaran uang," ujar dia.

IKAPPI juga mendorong pengelola pasar dan pemerintah untuk melakukan penyemprotan cairan disinfektan pada saat jam operasional pasar tradisonal berhenti beroperasi, dengan intensitas paling tidak sepekan dua kali. Saat ini, kata Ainun, diketahui bahwa 142 pasar telah di tutup pada periode beberapa bulan terakhir.

"Beberapa pasar yang ditutup itu merupakan kerugian berat bagi pedagang, karna terhentinya operasional pasar berarti terhentinya detak jantung ekonomi daerah, berhentinya perputaran uang di pasar berhenti pula penyebaran pangan atau distribusi pangan di daerah tersebut," ujar dia. (*)

loading...
 Sumber : Tempo.co /  Editor : Heldi Satria

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]