Penentuan Awal Bulan Dzulhijjah, Ini Penjelasan BMKG Padang Panjang


Senin, 20 Juli 2020 - 13:38:48 WIB
Penentuan Awal Bulan Dzulhijjah, Ini Penjelasan BMKG Padang Panjang Ilustrasi

HARIANHALUAN.COM - Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Geofisika Padang Panjang, Mamuri, merilis data mengenai penentu awal bulan Dzulhijjah 1441 Hijriah. Dimana konjungsi akan kembali terjadi pada hari Senin, (20/7/2020) Masehi, pukul 17.32 WIB.

Lanjut Mamuri, konjungsi juga bisa terjadi pada Selasa (21/7/2020) Masehi, pukul 00.32 WIB atau pukul 01.32 WITA serta pukul 02.32 WIT. Di wilayah Indonesia pada tanggal (21/7/2020) waktu Matahari terbenam paling awal yakni pada pukul 17.35 WIT di daerah Merauke, Papua dan waktu matahari terbenam paling akhir
adalah pukul 18.57 WIB di daerah Sabang dan Aceh. 

"Dengan memerhatikan waktu konjungsi dan matahari terbenam, dapat dikatakan bahwa konjungsi terjadi sebelum matahari terbenam tanggal 21 Juli 2020 di wilayah Indonesia," kata Mamuri.

Secara astronomis pelaksanaan rukyat Hilal penentu awal bulan Dzulhijjah 1441 Hijriah bagi yang menerapkan rukyat dalam penentuannya adalah setelah matahari terbenam tanggal 21 Juli 2020. Sementara bagi yang menerapkan hisab dalam penentuan awal bulan Dzulhijjah 1441 Hijriah, maka perlu diperhitungkan kriteria-kriteria hisab saat matahari terbenam tanggal 21 Juli 2020 tersebut.

Selain itu, ketinggian Hilal di Indonesia saat matahari terbenam pada 21 Juli 2020 berkisar antara 6,53 derajat di Merauke dan Papua sampai dengan 8,72 derajat di Sabang dan Aceh. Elongasi di Indonesia saat matahari terbenam berkisar antara 7,76 derajat di Merauke dan Papua sampai dengan 9,45 derajat di Sabang dan Aceh.

"Umur bulan di Indonesia berkisar antara 15,05 jam di Merauke dan Papua sampai dengan 18,41 jam di Sabang dan Aceh," ujarnya.

Kemudian, Lag saat Matahari terbenam di Indonesia berkisar antara 32,90 menit di Merauke, dan Papua sampai dengan 42,14 menit di Sabang dan Aceh. Sedangkan FIB saat matahari terbenam di Indonesia berkisar antara 0,46 persen di Merauke dan Papua sampai dengan 0,68 persen di Sabang dan Aceh. Pada tanggal 21 Juli 2020 nanti, dari matahari terbenam hingga bulan terbenam tidak ada objek astronomis dengan jarak sudut lebih kecil daripada 5 derajat dari Bulan. (*)
 

loading...
Reporter : Metria Indeswara /  Editor : Heldi Satria

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Jumat, 21 April 2017 - 10:51:52 WIB

    Penentuan Tapal Batas, Sumbar–Jambi Saling Klaim Wilayah Adat

    Penentuan Tapal Batas, Sumbar–Jambi Saling Klaim Wilayah Adat PADANG, HARIANHALUAN.COM – Pemprov Sumbar akhirnya mulai menyelesaikan masalah tapal batas dengan provinsi tentangga satu persatu. Selesai dengan Bengkulu dan Provinsi Sumatera Utara, kini Pemprov Sumbar dihadapkan dengan p.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]