Gegara Covid-19: Realisasi Investasi Diprediksi Meleset, Cari Kerja Bakal Makin Susah


Senin, 20 Juli 2020 - 11:57:47 WIB
Gegara Covid-19: Realisasi Investasi Diprediksi Meleset, Cari Kerja Bakal Makin Susah Ilustrasi

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Investasi di dalam negeri diyakini tak akan mencapai target Rp 886 triliun yang ditetapkan untuk 2020. Bahkan skenario terburuk dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), realisasi investasi hanya menyentuh Rp 817,2 triliun akibat pandemi COVID-19.

Rendahnya realisasi investasi ini, menurut Direktur Eksekutif Institute Development of Economic and Finance (Indef) Tauhid Ahmad akan membuat lapangan pekerjaan yang tercipta lebih sedikit. Otomatis cari kerja bakal makin susah.

"Ketika investasi tidak masuk ya otomatis katakanlah pembukaan pabrik, pembukaan sektor usaha baru, atau lapangan pekerjaan baru ya otomatis pembukaan kesempatan kerja tidak sebesar tahun lalu," kata dia saat dihubungi detikcom, Senin (20/7/2020).

Selain itu, realisasi investasi yang tidak optimal maka membuat pertumbuhan ekonomi Indonesia sulit didorong lebih tinggi. Padahal 1% pertumbuhan ekonomi diproyeksi mampu menyerap 300-400 ribu tenaga kerja.

Hal senada disampaikan Direktur Eksekutif CORE Indonesia Mohammad Faisal. Menurutnya semakin rendah realisasi investasi akan membuat penciptaan lapangan kerja baru semakin sedikit.

Dijelaskannya, dari investasi yang sudah eksisting saja banyak dilakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat tingkat permintaan atau demand di pasar menurun.

"Kalau yang eksisting saja di-PHK, tentu saja yang dari sisi investasi baru juga tidak akan muncul kan, atau sedikit yang muncul. Jadi artinya kalau investasi yang tertanam itu sedikit berarti kan daya tambahan terhadap serapan tenaga kerja juga menjadi sangat sedikit," ujarnya.

Lanjut dia, investasi merupakan salah satu kontributor dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Dengan kinerjanya yang tidak optimal di tengah pandemi COVID-19 maka ekonomi sulit tumbuh.

"Jadi kalau dia (investasi) kontraksi maka ini akan mendorong juga kontraksi di sektor pertumbuhan ekonomi, karena konsumsi rumah tangga juga kan mengalami kontraksi. Investasi juga sama. Berarti kan justru menarik pertumbuhan ekonomi menjadi mengalami kontraksi pada tahun ini," tambahnya.

loading...
 Sumber : detik.com /  Editor : Rahma Nurjana

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Selasa, 06 Oktober 2020 - 15:21:15 WIB

    Gegara Trump Membaik dan Pengesahan RUU Ciptaker, Rupiah Menguat

    Gegara Trump Membaik  dan Pengesahan RUU Ciptaker, Rupiah Menguat HARIANHALUAN.COM-Sering membaiknya kondisi Presiden AS Donald Trump setelah terpapar corona, nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta bergerak menguat,  Selasa (6/10/2020)..
  • Rabu, 30 September 2020 - 10:45:28 WIB

    Gegara Wacana Pajak 0%, Diler Mobil Sepi!

    Gegara Wacana Pajak 0%, Diler Mobil Sepi! HARIANHALUAN.COM - Wacana pajak 0% membuat banyak masyarakat saat ini menahan rencana membeli mobil baru karena berharap adanya 'diskon besar' dari relaksasi pajak tersebut. .
  • Sabtu, 19 September 2020 - 15:38:48 WIB

    Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Jadi Sulit Diprediksi Gegara Corona

    Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Jadi Sulit Diprediksi Gegara Corona HARIANHALUAN.COM - Adanya batasan kegiatan masyarakat demi menekan penyebaran virus Corona membuat perekonomian global, termasuk kondisi ekonomi di dalam negeri menjadi sangat terganggu. .
  • Kamis, 03 September 2020 - 17:24:49 WIB

    Gegara Corona: Laptop Laris Manis Hingga Stok Terbatas

    Gegara Corona: Laptop Laris Manis Hingga Stok Terbatas HARIANHALUAN.COM - Pandemi virus corona telah merubah banyak hal. Diantaranya, aktivitas sekolah, kuliah hingga bekerja harus dilakukan online dan jarak jauh. Perubahan ini tentu memerlukan teknologi penunjang seperti laptop .
  • Senin, 24 Agustus 2020 - 19:26:13 WIB

    Rokok Ternama Ini 'Tak Laku' Gegara Dihantam Corona

    Rokok Ternama Ini 'Tak Laku' Gegara Dihantam Corona HARIANHALUAN.COM - PT Gudang Garam Tbk mengumumkan terjadi penurunan volume penjualan rokok di paruh pertama 2020. Penurunan terjadi sebanyak 8,8% dibanding tahun sebelumnya..

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]