Perilaku Oknum ASN Tak Netral Ancam Kualitas Pilkada Serentak di Pasaman


Senin, 20 Juli 2020 - 08:08:59 WIB
Perilaku Oknum ASN Tak Netral Ancam Kualitas Pilkada Serentak di Pasaman Rully Firmansyah

Jelang pendaftaran Bakal Calon Kepala Daerah di Kabupaten Pasaman, Sumatera pada Pilkada Serentak 2020, semakin menunjukkan peningkatan eskalasi dengan mulai bermunculannya manuver politik antara partai-partai pengusung dalam menyusun formasi calon jagoannya yang akan berkontestasi nantinya memperebutkan kursi kekuasaan eksekutif di daerah itu.

Oleh: Rully Firmansyah

Ya... Pasaman yang dikenal sebagai ranah pahlawan dengan segudang potensi namun tak kunjung bisa digarap, sepertinya akan kembali menunggu kebangkitan untuk periode ke depan, kondisi tersebut disebabkan tidak adanya perubahan berarti dalam dunia perpolitikannya.

Diprediksi, pilkada kali ini masih akan masih diwarnai sekadar pertarungan "jual tokoh" oleh oknum-oknum pengambil kesempatan meraup keuntungan pribadi yang sebenarnya tidak punya pengetahuan apa-apa tentang tata negara, dan hanya mampu menebar teror fitnah dengan mengesampingkan nilai sebuah program demi kemajuan daerah itu sekaitan dengan upaya peningkatan kualitas hidup masyarakatnya.

Yang terberat, adalah prilaku oknum aparatur sipil negara yang berusaha masuk ke lingkaran manajemen tim sukses sebagai pahlawan kesiangan, dengan harapan bisa dipercaya menjadi salah satu pimpinan dinas instansi, meskipun dengan kemampuan minim dan tidak mengerti dengan regulasi serta program institusi yang kelak ia pimpin.

Bukan bermaksud mengecilkan nama-nama politisi besar di daerah itu, sebut saja Mantan Bupati Pasaman yang harus melepaskan kursi milik masyarakat Pasaman yang dititipkan melalui Partai Golkar untuk DPRD Provinsi Sumatera Barat, Benny Utama, jika nantinya mendaftarkan diri sebagai pasangan calon.

Sabar AS, yang tanpa beban harus mewariskan kursi DPRD Provinsi yang sebagian diraih dengan perolehan suara masyarakat Pasaman kepada rival sekandangnya, Suharjono, andai koalisi Golkar -Demokrat merealisasikan komitmen dengan mengajukannya sebagai pasangan calon.

Atau Wakil Bupati Petahana, Atos Pratama, politisi muda yang harus berjibaku melawan para politisi senior yang nyaris unggul dalam segala hal, tapi tetap harus memilih maju meskipun banyak parpol yang enggan mengusulkan namanya.

Ada juga sosok politisi muda lainnya, Rahmat Saleh Nasution, anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat asal pemilihan Kota Padang yang diprediksi maju demi menjaga marwah partai yang sudah membesarkan namanya untuk dicalonkan sebagai Bupati Pasaman.

Atau Halim Nasution, politisi yang namanya masih asing karena tidak memiliki rekam jejak berkiprah di Pasaman, namun tetap diproyeksikan maju sebagai "bumper" penyelamat beberapa individu dan kelompok yang ingin mempertahankan status quo nya dalam pemerintahan daerah itu.

Semuanya, adalah aset masyarakat Pasaman yang mau tidak mau atau suka tidak suka akan saling bantai demi memenuhi hasrat oknum pendukungnya untuk memuluskan kepentingan pribadi dan individu belaka.

Siapapun pemenangnya, yang hampir pasti terjadi adalah para politisi petarung itu akan segera tersandera sesaat setelah dilantik oleh oknum ASN tidak netral dan tidak mampu menjadi aparatur yang terbiasa bekerja profesional.

Itulah fakta tersirat dari proses politik praktis di Pasaman, pada tataran atas terlihat sebagai kontestasi partai koalisi, namun dibalik semua itu ada pelanggar-pelanggar konstitusi dari kalangan oknum berseragam aparatur sipil, penegak hukum dan lain-lain yang justru diatur netralitasnya dalam hal dukung mendukung pasangan calon.

Namun mereka secara terang-terangan mengabaikan prinsip-prinsip netralitas demi meraih simpati pasangan calon yang ia harapkan nantinya bisa dibujuk memakai "jasa tidak gratis" mereka dalam pemerintahan atau pengerjaan proyek-proyek pemerintah.

Pertanyaan besarnya adalah, dimana posisi masyarakat pemilih yang sudah terjebak praktik adu domba para tim sukses yang hanya membela kepentingan mereka semata????

Kemana partai koalisi pengusung dan pendukung ketika kandidat mereka kalah atau menang???

Jika tidak diantisipasi makan sekali lagi ajang Pilkada Pasaman hanya akan menyisakan cerita duka tentang pengkhianatan yang dibenarkan, saling menghancurkan dan jauh dari nilai-nilai kemashlahatan. (**)

loading...
Reporter : Rully Firmansyah /  Editor : Milna Miana

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]