Ungkapan Duka Cita Mengalir untuk Sastrawan Eyang Sapardi Djoko Damono


Ahad, 19 Juli 2020 - 12:01:41 WIB
Ungkapan Duka Cita Mengalir untuk Sastrawan Eyang Sapardi Djoko Damono Salah satu unggahan berisi ungkapan duka cita mendalam atas wafatnya Satrawan Prof Dr Sapardi Djoko Damono, Minggu (19/07) pagi, sekitar pukul 09.17 WIB di Rumah Sakit EKA BSD, Tangerang.

HARIANHALUAN.COM - Tak terkecuali dari Ranah Minangkabau, Sumatera Barat, ungkapan duka cita terus mengalir pasca kabar wafatnya salah seorang sastrawan besar Indonesia, Prof. Dr Sapardi Djoko Damono, pada Minggu (19/7) pagi. 

Prof. Dr. Sapardi Djoko Damono adalah seorang pujangga berkebangsaan Indonesia terkemuka. Ia kerap dipanggil dengan singkatan namanya, SDD. 

Pencipta syair puisi fenomenal, "Perahu Kertas" itu, akhirnya menyerah pada waktu dan menutup usia di umur 80 tahun di Rumah Sakit EKA Bumi Serpong Damai, Tangerang, sekitar pukul 09.17 WIB. 

Semasa hidupnya, Eyang Sapardi, demikian ia akrab disapa telah memulai melahirkan karya-karya puisinya sejak periode 1960 hingga 1980-an yang merupakan sumbangsih terbesarnya dalam kemajuan dunia sastra di Indonesia. 

Lantunan bahasa sederhana, lugas dan mudah dicerna menjadi ciri khas eyang SDD dalam setiap karya-karya yang dilahirkan dari hasil perenungan dan pengalaman hidupnya. 

Kini, begawan sastra itu telah tiada, beristirahat tenang menjumpai Sang Pencipta, hanya syairnya lah yang tersisa sebagai inspirasi dan penyemangat para sastrawan muda dalam melahirkan karya. 

Ungkapan duka mendalam salah satunya datang dari salah seorang penggiat kesusastraan di provinsi itu, Hayati Latif, yang ia lampiaskan dalam karyanya. 

"Kita telah kehilangan satu sosok orang tua yang sangat berjasa bagi dunia Sastra, biarkan saya hidupkan kembali dia dalam kata kata-kata, selamat jalan eyang Supardi Djoko Darmono, Istirahatlah, " Ungkapnya. 

Berikut bait lengkap salah satu puisi duka citanya :  
Kau sudah teramat lelah
Pintu kamarmu sudah terbuka dengan cerah
Beserta lentera penerangan yang bertengger indah
Kala kau lahir semuanya menyambutmu dengan suka cita
Kini kami lepas dirimu dengan linangan air mata duka
Tidurlah kau dengan bahagia
Biar kusertai dengan iringan do'a
Suaramu tak lagi kami dengar alunannya
Tapi kata-katamu akan hidup bersama indahnya Sastra. (*)

 

loading...
Reporter : Rully Firmansyah /  Editor : Heldi Satria

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]