Kisah Zizi dan Ammara Sang Penghafal Alquran, Ingin Orang Tuanya Masuk Surga


Sabtu, 18 Juli 2020 - 22:41:58 WIB
Kisah Zizi dan Ammara Sang Penghafal Alquran, Ingin Orang Tuanya Masuk Surga Zizi Alfia Zilda

HARIANHALUAN.COM - Zizi Alfia Zilda atau yang akrab dipanggil Zizi mulai mencintai Alquran sejak belia, saat usinya baru beranjak tujuh tahun. Zizi memiliki alasan tersendiri ingin menjadi penghafal Alquran yakni ingin ayah dan bunda masuk surga, juga ingin jadi guru tahfizd.

Dicertikan Zulhasni, orang tua Zizi, minat anaknya terhadap Alquran sudah tampak sejak dirinya masih kecil. Zizi mulai dibimbing belajar Alquran pada usia lima tahun. Saat itu, Zizi diajari mengaji dengan metode talqin atau mengikuti bacaan hafalan.

“Barangkali itu keistimewaan dan mukjizat Alquran. Umatnya diberikan kemudahan dalam menghafal Kalam Illahi,” ujar ibu tiga orang anak asal Sungai Jariang, Kecamatan Lubuk Basung itu, pada Jumat (17/7/2020).

Dikisahkannya, Alquran tak ayal telah menjadi kebutuhan bagi anaknya. Kerap sang anak yang terbilang masih belia itu, mengingatkan dirinya dan suami saat melakukan sesuatu yang bagi anaknya tidak baik menurut Alquran dan hadist. “Bunda kalau buang sampah jangan sembarangan ya. Bunda tidak baik kalau minum sambil berdiri. Ada hadistnya loh bunda,” ujarnya menirukan sang anak.

Kecintaan anak-anaknya terhadap Alquran bukanlah karena paksaan. Diakuinya, dirinya dibuat haru ketika sang anak membaca Alquran dengan tadjwid dan makhraj yang benar. “Bahkan bacaan Al fatihah kami merekalah yang membenarkan,” tutur Zulhasni.

Dikatakan lagi, melihat begitu cintanya sang anak dengan Alquran, dirinya mulai mengarahkan anak-anaknya untuk fokus dalam menghafal Alquran dan pemahaman makna setiap surah yang ada di dalamnya. Setiap subuh dan magrib menjadi waktu yang wajib bagi keluarga membaca dan belajar Alquran.

Tak ayal, dirinya begitu mendambakan sosok buah hati yang memiliki hafalan seluruh isi Alquran dan tersimpan dalam hati dan pikiran mereka. Ia berharap Alquran bisa menjadi pedoman bagi anaknya saat besar kelak. 

“Apalagi bagi anak-anak perempuan. Semoga Alquran bisa menjadi pedoman dan dinding yang melindungi mereka kelak, baik di dunia maupun akhirat,” harapnya.

Saat ini, Zizi baru akan menuntaskan satu juz Alqur’an. Kemudian kedua anaknya lagi sudah hafal masing-masing empat dan tiga juz Alquran. Hal senada juga diutarakan Adhy Ammara Fayaza (13) salah seorang pelajar di Lubuk Basung. Dirinya menjadi penghafal Alquran, tidak lain karena ingin menghantarkan kedua orang tua ke surga kelak.

“Dengan Alquran Ammara ingin menjadi anak yang berguna. Ammara ingin menjadikan Alquran sebagai kebutuhan Ammara,” ujarnya berharap.

Bagi Ammara, Surah An-naba menjadi titik awal yang menggugah hatinya ingin menjadi seorang penghafal Alquran. Dirinya ingin Alquran menjadi sarana baginya mengingat sang pencipta. “Sekarang, kalau tidak membaca Alquran, ada yang beda rasanya. Jadi setiap selesai Shalat Ammara selalu membaca Alquran,” ungkapnya lagi.

Dikisahkannya, awalnya dia mengenal Alquran karena paksaan. Namun, lambat laun dirinya mulai menyadari posisinya sebagai seorang muslim. “Semoga Ammara tetap Istiqomah menjaga kecintaan terhadap Alquran. Ammara ingin menghafal 30 juz. Ammara ingin, kemanapun Ammara pergi, ada Alquran yang mengingatkan Ammara kepada Allah,” harapnya lagi.

Sebenarnya, tukas Ammara, kalau ada niat yang sungguh-sungguh, menghafal Alquran bukanlah perkara sulit. Menurutnya, jadikan kedua orang tua sebagai motivasi dalam mencintai Alquran.

“Bagi teman-teman Ammara yang baru ingin belajar Alquran, bulatkan tekad, jika kita berniat, tidak ada yang susah, jadikanlah Alquran sebagai kebutuhan yang akan menyelamatkan kita di dunia dan akhirat kelak,” tutupnya. (*)

loading...
Reporter : Metria Indeswara /  Editor : Rahma Nurjana

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Jumat, 29 Mei 2020 - 22:06:45 WIB

    Saksikan Kisah Perjalanan Hidup Basko Sebagai Pengusaha Live di Instagram @Harianhaluan.com

    Saksikan Kisah Perjalanan Hidup Basko Sebagai Pengusaha Live di Instagram @Harianhaluan.com HARIANHALUAN.COM -- Keterbatasan pendidikan sejatinya bukanlah menjadi penghalang dan alasan untuk meraih kesuksesan. Hal ini nyatanya dibuktikan oleh seorang Basrizal Koto, pengusaha besar asal Pariaman Sumatera Barat..
  • Selasa, 10 Maret 2020 - 12:26:13 WIB

    Sarapan Pagi Bareng Warga Dharmasraya, Riza Palepi Nostalgia Kisah Lama

    Sarapan Pagi Bareng Warga Dharmasraya, Riza Palepi Nostalgia Kisah Lama DHARMASRAYA, HARIANHALUAN.COM -- Walikota Payakumbuh, Riza Falepi menyempatkan diri sarapan pagi atau minum kopi bersama warga Sikabau, Selasa (10/3). Dalam kesempatan itu, dia juga bercengkarama dengan warga setempat serta m.
  • Senin, 22 Mei 2017 - 20:11:06 WIB

    Kisah Hendrajoni Jalan Perjuangan Sang Bupati

    Kisah Hendrajoni Jalan Perjuangan Sang Bupati BERSUA dan bercerita dengan Bupati Pesisir Selatan(Pessel), Hendrajoni, kita serupa disuguhi padang pemikiran yang luas. Padang pikir yang ditumbuhi semangat, harapan, dan kerja keras. Hendrajoni punya mimpi. Memiliki harapan.
  • Senin, 11 Juli 2016 - 01:01:09 WIB

    Basko: Pak Hasan dan Kisah Minang Plaza

    Basko: Pak Hasan dan Kisah Minang Plaza Lama saya tercenung membaca info di Group WA (WhatsApp) yang mengabarkan Pak Hasan Basri Durin (HBD) meninggal dunia pukul 00.30 WIB, Sabtu 9 Juli 2016 di Jakarta. Pikiran dan hati saya berkecamuk. .

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]