Mungkinkah RI Selamat dari Ancaman Resesi?


Sabtu, 18 Juli 2020 - 17:56:11 WIB
Mungkinkah RI Selamat dari Ancaman Resesi? Ilustrasi

HARIANHALUAN.COM - Singapura telah jatuh ke jurang resesi dengan pertumbuhan ekonomi yang negatif dua kuartal berturut-turut. Pada kuartal I-2020 ekonomi Singapura juga telah mengalami kontraksi 2,2% secara tahunan. Pada kuartal II tahun ini ekonomi Singapura terperosok dan mengalami kontraksi hingga 41,2%. Secara tahunan ekonomi Singapura mengalami kontraksi 12%.

Ancaman resesi ini juga membayangi Indonesia. Bahkan, dalam laporan ekonomi Indonesia edisi Juli 2020 yang dirilis Bank Dunia, Indonesia tak dijamin selamat dari jurang resesi. Pemerintah pun sudah memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia terkontraksi 4,3% pada kuartal II-2020. Lalu, pada kuartal III-2020 diperkirakan minus 1% sampai positif 1,2%

Apakah Indonesia bisa selamat dari ancaman resesi?

Menurut Direktur Eksekutif Indef Tauhid Ahmad, ketidakpastian terhadap perekonomian masih sangat tinggi. Pasalnya, jumlah kasus baru virus Corona masih cukup tinggi di Indonesia.

"Jadi selama itu masih ada saya kira itu akan menghantui ekonomi kita, sehingga saya kok nggak yakin ya dengan itu (peluang selamat dari resesi). Kalau pulih di akhir tahun saya kira belum," jelas Tauhid ketika dihubungi detikcom, Sabtu (18/7/2020).

Ia pun menilai upaya penyelamatan dari jurang resesi bergantung pada tangan pemerintah dalam memberikan stimulus kepada masyarakat, khususnya program bantuan sosial (bansos) dalam pemulihan ekonomi nasional (PEN) yang harus ditingkatkan dan dipercepat realisasinya.

"Sesungguhnya yang mendorong perekonomian adalah bansos, tetapi anggaran bansos dalam PEN hanya Rp 203 triliun. Dan penyerapannya baru 34%, itu tidak cukup untuk pemulihan konsumsi domestik," urainya.

Dihubungi terpisah, Kepala Departemen Ekonomi Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Yose Rizal Damuri berpendapat, selamatnya Indonesia dari kondisi perekonomian yang terpuruk atau resesi tergantung pada penanganan penyebaran COVID-19.

"Pemulihannya tergantung pertama apakah kita mampu menyelesaikan persoalan sumbernya yaitu COVID-19? Sampai sekarang pun belum bisa kita tangani dengan baik. Jadi selama COVID-19 belum bisa ditangani dengan benar itu pemulihan akan lambat," terang Yose kepada detikcom.

Kedua, yakni stimulus pemerintah kepada dunia usaha dan juga masyarakat yang terdampak.

"Kedua pemerintah harus aktif karena dunia usaha sudah kehilangan kemampuan mereka, masyarakat lebih senang menggunakan uangnya untuk keperluan sehari-hari, ketiga pekerja banyak yang sudah kehilangan pekerjaan. Jadi ini semua harus diberikan stimulus oleh pemerintah," tutup Yose.(*)

loading...
 Sumber : detik.com /  Editor : Nova Anggraini

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]