Harian Haluan

Harianhaluan.com

Status Lanud Padang Naik, Peralatan Tempur Ditambah

Status Lanud Padang Naik, Peralatan Tempur Ditambah
PANGLIMA Komando Operasi Angkatan Udara I, Marsekal Pertama Yuyu Sutisna disambut sejumlah personil angkatan udara Lanud Padang, saat berkunjung ke Lanud Padang, Senin (11/1). (LENI) 

PADANG, HALUAN — Ta­hun 2016 sekarang, Pangka­lan Udara (Lanud) Padang resmi naik status dari tipe C menjadi tipe B. Dengan  adanya perubahan status, gudang senjata Lanud Pa­dang direncanakan akan diperbesar. Selain itu, ke depan penambahan se­jum­lah pesawat tempur akan dilakukan.

“Gudang senjata yang ada sekarang akan disiapkan bisa menampung bom-bom dan persenjataan lainnya. Jumlah pesawat tempur juga akan bertambah,” ujar Pang­lima Komandan Operasi Angkatan Udara I, Marsekal Pertama Yuyu Sutisna, pa­da wartawan di Lapangan Lanud  Padang, Senin (11/1).

Menurut Yuyu, peruba­han status dilakukan karena melihat pada kebutuhan dan perkembangan zaman. Melihat pada kondisi Pulau Sumatera yang merupakan daerah terbuka dan mudah diakses, ancaman ke depan juga  akan  sangat besar. Karena itu pertahanan  perlu ditingkatkan.

“Khusus di wilayah Komando Operasi Angkatan Udara I (Koo­pasau I) Sumatera tahun sekarang ada tiga pangkalan udara yang mengalami perubahan status dari tipe C menjadi tipe B. Selain Lanud Padang, yang dua lagi adalah pangkalan udara Palem­bang dan Pangkalan Udara Ranai, Kepulauan Riau.

Perubahan status Lanud Pa­dang dari tipe C ke tipe B ini akan diresmikan, hari ini, Selasa (12/1). Untuk mendukung semua ini, beberapa perombakan dan peru­bahan posisi juga dilakukan atas personel di lingkungan Lanud Padang. Di antaranya, Komandan Lanud Padang yang sebelumnya ber­pangkat Letnan Kolonel (Let­kol), digantikan oleh yang ber­pangkat Kolonel. Dalam hal ini Letkol Moh.  Apon ST MPA diganti dengan Kolonel I Putu Gede  Suastika.

Perubahan pengisian kepang­katan ini juga akan berlaku hing­ga tingkat di bawah pimpinan Lanud. Kepala-kepala dinas yang sebelumnya berpangkat mayor akan diganti dengan yang ber­pangkat Letkol. “Untuk personel, dari yang semula sekitar 180 orang, ke depan akan bertambah menjadi sekitar 200 orang lebih,”jelas Yuyu.

Diakui juga dengan peruba­han tipe atau status ini, frekuensi penerbangan dan fasilitas yang dirasa belum memadai memang akan ditingkatkan. Kemudian pekerjaan yang belum terse­lesaikan oleh komandan Lanud sebelumnya (Letkol Pnb Mo­hammad Apon) akan menjadi pekerjaan rumah atau tanggung jawab komandan yang baru.

Pada kesempatan yang sama, Letkol Pnb Mohammad Apon sebagai pimpinan Lanud sebe­lum­nya mengatakan, de­ngan perubahan status Lanud yang dilakukan  bersamaan dengan pergantian pimpinan, sejumlah pekerjaan yang belum terse­lesaikan memang akan beralih ke tangan komandan baru.

“Ada beberapa pekerjaan yang penyelesaiannya mesti di­lan­jutkan oleh pemimpin yang baru. Di antaranya, pemba­ngu­nan Bukit Tsunami yang akan dimulai tahun 2016 sekarang, pembenahan aset Lanud, dan persiapan iven rutin lainnya,” ujar Apon.

Sementara itu, Kolonel I Putu Gede Suastika menuturkan, kebi­jakan komandan sebelumnya akan dipelajari. Yang bermanfaat untuk lingkungan dan masya­rakat akan diteruskan.

 ”Karena tugas kita adalah melayani rakyat, program yang bermanfaat untuk rakyat akan saya pelajari untuk kemudian diteruskan. Saya memang belum bisa menjanjikan banyak hal untuk saat ini, namun saya akan berusaha melakukan yang ter­baik,” pungkas I Putu Gede Suastika. (h/mg-len)

Loading...
Ikuti kami di
Loading...
Loading...