BERITA eksbis

Minggu,03 Mei 2015 - 18:32:23 WIB

WN Swedia Beri Petunjuk Baru

PENCARIAN WNI DI NEPAL KATHMANDU, HALUAN - Tim gabungan pencarian dan evakuasi WNI di Nepal yang terdiri dari Kementerian Luar Negeri (Kemlu), TNI AU, Taruna Hiking Club (THC), dan BNPB terus melakukan penyisiran. Dari 31 WNI yang menetap di Nepal, tinggal 1 WNI yang belum dapat dihubungi. “WNI kemarin ini masih ada 2 orang yang tak bisa dihubungi, sekarang tinggal 1 dari 31 orang. Jadi setiap hari ada pergerakkan maju,” ujar Duta Besar Indonesia untuk Bangladesh merangkap Nepal Iwan Winata Atmaja di Kathmandu Guest House, Thamel, Nepal, Minggu (3/5/2015).  Kemudian dari 8 WNI yang berkunjung ke Nepal, kini tinggal 5 orang yang belum bisa dihubungi. Komandan Tim Evakuasi di Nepal, Letkol Pnb. Indan Gilang yang hadir dalam konferensi pers mengatakan, ada petunjuk baru dari ketiga WNI yang diduga hilang di daerah Langtang setelah Nepal diguncang gempa.

Minggu,26 April 2015 - 20:03:30 WIB

Korban Tewas Lebih 2.300 Orang

GEMPA NEPAL KATHMANDU, HALUAN — Jumlah korban tewas akibat gempa berkekuatan 7,9 Skala Richter sudah melampaui angka 2.300 di Nepal, India, dan China. Tim-tim penyelamatan mening­katkan upaya pertolongan terhadap para korban gempa di Nepal, Minggu (26/4/2015). Namun upaya itu terken­dala jalur yang terputus, matinya aliran listrik, dan rumah sakit yang tidak bisa lagi menampung korban. Menurut juru bicara Ke­menterian Dalam Negeri Nepal Laxmi Prasad Dhakal, jumlah korban tewas tercatat 2.263 orang, semetara 5.838 orang terluka. Di India tercatat 60 orang tewas, se­mentara media China melaporkan 17 warga wilayah Tibet

Jumat,24 April 2015 - 20:25:25 WIB

Rusia dan Argentina Sepakati Proyek Miliaran Dolar

MOSKOW, HALUAN — Ar­gen­tina dan Rusia sepakat melakukan kerjasama bidang energi bernilai total miliaran dolar. Sputniknews me­nga­barkan Kamis (23/4), ker­jasama itu diteken oleh Pre­siden Argentina Cristina Fer­nandez de Kirchner dengan Presiden Rusia Vladimir Pu­tin, di Moskow. Memorandum kerjasama bernilai US$2 miliar itu, digu­na­kan untuk membangun ben­dungan hidroelektrik. Bank Rusia VEB akan memberikan dana US$1,2 miliar dari nilai investasi total, yang antara lain digunakan untuk membayar para sub-kontraktor Argentina.

Jumat,24 April 2015 - 20:24:50 WIB

Gempa 6,2 SR Guncang Selandia Baru

WELLINGTON, HALUAN — Dinas darurat menilai bahwa kerusakan terjadi setelah se­bagian besar Selandia Baru diguncang oleh gempa dengan kekuatan 6,2 pada Skala Rich­ter, yang mengguncang bagian timur-laut South Island pada Jumat (23/4). Dinas pemantau , GeoNet, me­ngatakan gempa bumi tersebut mengguncang wila­yah itu pada pukul 15.36 wak­tu setempat (10.36 WIB) dan berpusat 35 kilometer di se­belah tenggara Desa St. Arnaud dengan kedalaman 52 kilometer.

Jumat,24 April 2015 - 20:23:42 WIB

Loretta Lynch, Jaksa Agung Kulit Hitam Pertama

WASHINGTON, HALUAN — Setelah penundaan kon­firmasi di tingkat kebinet yang berlarut-larut, Kamis (23/4) Senat AS menyetujui penunjukan Loretta Lynch sebagai Jaksa Agung. Lynch menjadi wanita kulit hitam pertama yang menduduki posisi ini. Namun kon­firmasi penunjukannya ada­lah yang terlama, menga­lahkan Edwin Meese III di era Ronald Reagan dan A Mitchell Palmer yang di­angkat Woodrow Wilson. Partai Republik berbulan-bulan menghadapi kebinungan. Mereka ingin mengganti Jaksa Agung Eric Holder H Jr dan tidak keberatan dengan Lynch.

Senin,20 April 2015 - 19:48:32 WIB

KBRI di Yaman Kena Bom

TIGA WNI TERLUKA KBRI di Yaman kena serangan bom. Tiga WNI dilaporkan terluka. Seluruh WNI segera dievakuasi ke Hudaidah. JAKARTA, HALUAN — Pe­rang saudara di Yaman makin menjadi-jadi. Gedung Kedu­taan Besar Republik In­do­nesia (KBRI) di Sanaa porak-poran­da akibat ledakan bom, Senin (20/4).  Peristiwa nahas itu terjadi pada pukul 10.45 waktu setempat. Saat serangan terjadi, terda­pat 17 warga negara Indonesia (WNI) yang sedang berada di dalam KBRI. Mereka terdiri dari empat tim evakuasi dari Jakarta, 1 staf setempat, 5 staf lokal, 5 buruh migran, dan 2 mahasiswa Indonesia.

Senin,20 April 2015 - 19:36:37 WIB

Pemimpin Houthi Tak Akan Menyerah

KOALISI ARAB SAUDI LANCARKAN SERANGAN UDARA SANAA, HALUAN — Pemimpin kelompok pemberontak Syiah Houthi di Yaman bersumpah tidak akan menyerah dengan adanya serangan udara koalisi Arab Saudi. Pernyataan ini disampaikan setelah bentrokan antara Houthi dengan tentara pemerintah Yaman menewaskan total 85 orang.  “Rakyat Yaman tidak akan pernah menyerah — akan tetap melawan langsung agresi,” tegas pemimpin pem­berontak Houthi, Abdulmalik al-Houthi dalam per­nyataannya seperti dilansir AFP, Senin (20/4/2015). Dalam pernyataannya, Houthi bersumpah akan mela­kukan perlawanan yang sengit dengan menggunakan seluruh alat dan opsi yang tersedia.

Minggu,19 April 2015 - 18:21:14 WIB

Hormati Hak Muslimah Berhijab

KETUA MAHKAMAH AGUNG INGGRIS LONDON, HALUAN — Lord David Neuberger, Ketua Mahkamah Agung Inggris, menyeru warga Inggris me­nunjukan rasa keadilan dan pemahaman tentang budaya berbeda dengan meng­hor­mati hak Muslimah memakai cadar di pengadilan. “Ke­adilan di pengadilan adalah yang terbaik yang bisa kita lakukan,” ujar Lord Neu­berger, kini berusia 67, dalam pidato di depan Criminal Justice Alliance. Neuberger juga mem­ba­has budaya, latar belakang agama yang berbeda, dan orang-orang yang mengharapkan keadilan. “Contoh terkenal adalah beberapa agama menganggap tidak pantas untuk mengambil sumpah,” ujarnya. “Bagaimana orang di pengadilan menganggap itu kasar. Atau bagaimana wanita meraa tidak pantas tampil di depan umum dengan wajah terbuka.”

Minggu,19 April 2015 - 18:20:33 WIB

Penyakit Misterius Muncul di Nigeria

Lagos, Haluan — Penyakit mis­terius muncul di Ode-Irele kota di teng­gara Nigeria dan mem­bunuh 18 orang dalam 24 jam. Dayo Adeyanju, ko­misaris kese­hatan negara bagian On­do, menga­takan 23 orang terjang­kit dan 18 tewas. Sebelumnya, Koyo­de Aki­n­made juru bicara pemerintah ne­gara bagian mengatakan 17 orang tewas. “Tujuh belas orang tewas akibat penyakit misterius yang terdeteksi awal pekan ini,” ujar Akinmade kepada kantor berita AFP.

Jumat,17 April 2015 - 18:46:14 WIB

300 Tentara AS Latih Tentara Ukraina

KIEV, HALUAN —  Sekitar 300 tentara Amerika Serikat tiba di Ukraina pekan ini. Tentara-tentara AS ini akan melatih Garda Nasional Ukraina untuk bertempur melawan separatis pro-Rusia. Tentara dari 173rd Airborne Brigade ini tiba di Yavoriv, Ukraina, pada Selasa (14/4) dan Rabu (15/4) waktu setempat. Mereka akan bertugas selama 6 bulan untuk melatih tiga batalion tentara Ukraina. Demikian disampaikan militer AS dalam pernyataannya, seperti dilansir AFP, Jumat (17/4/2015).

BERITA TERKINI Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: harianhaluan@yahoo.co.id
APP HARIANHALUAN.COM