BERITA artikel

Senin,19 Juni 2017 - 17:13:16 WIB

Tentang Nama

Sekalipun Shakespeare (melalui Juliet dalam lakon Romeo and Juliet) mengatakan, “Apalah arti sebuah nama,” bagi banyak orang (muslim utamanya), nama adalah doa. Nama merupakan sumber energi bagi setiap orang. Bahkan, menurut ahli metafisika(Arkand Bodhana Zeshaprajna, doktor dari University of Metaphysics International Los Angeles, California, Amerika Serikat), melalui nama itulah obyek dikenal dan kekuatan laten dalam nama itu diaktifkan. Sebaliknya, jika obyek tidak dinamai, obyek itu tidak memiliki kekuatan. Oleh karena itu, nama memiliki kekuatan lebih besar daripada obyek yang dinamai (Tempo, 18 Februari 2014). Nama Amir, Suharto, dan Naratungga, misalnya, termaktub harapan (doa) agar (kelak) penyandangnya menjadi pemimpin, kaya, dan terpilih. Ketiga nama itu, bahkan, juga dapat merujuk pada identitas/jati diri: Amir (Islam), Suharto (Jawa), dan Naratungga (Indonesia).

Selasa,13 Juni 2017 - 04:58:44 WIB

SUAMI WAFAT, ANAK PUTUS SEKOLAH

Linda, Jurnalis Buta Berkelindan Duka

Lantas, setelah apa yang diberinya, dan derita yang dilewati, apakah pantas Linda dibiarkan sendirian dan kesepian, dengan segala deritanya? Bagaimana jua, Linda patut serta butuh bantuan. Uluran tangan dermawan akan menjadi pengikis kesedihannya. Linda tak butuh uang banyak, dia hanya ingin kedua anaknya bersekolah. Adakah dermawan yang akan datang mengulurkan tangan pada Linda, wartawati yang sebagian hidupnya berada di jalan pengabdian? Wallahu a'lam.

Jumat,09 Juni 2017 - 19:32:10 WIB

Sikap Negatif Perguruan Tinggi terhadap Bahasa Indonesia

Baru-baru ini Universitas Negeri Padang (UNP) menamai salah satu gedung barunya dengan bahasa Inggris, yakni RECTORATE AND RESEARCH CENTER. Kasus ini membuka ingatan saya terhadap fenomena sikap negatif perguruan tinggi terhadap bahasa Indonesia.

Selasa,06 Juni 2017 - 11:19:49 WIB

UNP, Berbahasa Indonesialah!

KEPALA Balai Bahasa Sumatra Barat, Agus Sri Danardana, menyayangkan penamaan gedung baru rektorat Universitas Negeri Padang (UNP) menggunakan bahasa Inggris: Rectorate And Research Center. Ya, mengapa gedung itu tidak diberi nama Rektorat dan Pusat Riset atau Rektorat dan Pusat Penelitian?

Kamis,27 April 2017 - 14:56:26 WIB

Korban Longsor Aia Dingin, Sempat Berpegangan Tangan Sebelum Sang Istri Tertimbun

"Malang tak dapat ditolak, mujur tak dapat diraih". Pepatah ini setidaknya menggambarkan betapa dekatnya kita dengan musibah. Musibah bisa datang sekejap mata saja, dan terkadang tanpa ada firasat sebelumnya. Atau boleh dikata jika mujur sepanjang hari, maka untuk malang cuma sekejap mata.

Kamis,27 April 2017 - 11:45:30 WIB

Suami-Istri Ini Hidupi 14 Anaknya Dengan Penuh Keterbatasan

Pasangan suami istri Tardi (51) dengan Jetri Murni (40) bersama empat belas orang anaknya tinggal di rumah tanpa dinding, dan rumah itupun baru dibangun sesudah gempa 2009 yang silam dengan adanya bantuan. Akan tetapi, sampai sekarang ini rumah tersebut hanya bisa diatap saja dengan dana bantuan itu, namun pasangan suami istri itu tinggal bersama anak-anaknya tanpa penerangan lampu listrik. LAPORAN : BUSTANUL ARIFIN

Jumat,21 April 2017 - 23:45:58 WIB

Mengenang Teror ke Semen Padang di Makassar

Semen Padang FC meraih hasil positif kala melakoni laga tandang di Gresik. Vendri Mofu Cs menang meyakinkan 3-1 atas tuan rumah Persegres Gresik United, Jumat (21/4) sore . Kemenangan ini sangat berarti bagi tim ini untuk mengarungi kompetisi sebenarnya. Oleh: Rakhmatul Akbar

Rabu,19 April 2017 - 09:52:29 WIB

TIGA JAM MENYUSURI KAWASAN WISATA MANDEH

Jadi Ledekan Bule, Bikin Resah Warga

DERU boat dengan mesin tempel yang membawa tim liputan Haluan dari Dermaga Carocok Tarusan, Pesisir Selatan tak memecah konsentrasi kami untuk mengungkap sosok-sosok di belakang rusaknya hutan di sekitar kawasan wisata Mandeh, yang digadang-gadang sebagai Raja Ampat dari Indonesia Barat.

Jumat,14 April 2017 - 21:33:47 WIB

*PDRI, Chatib Sulaiman, dan Peristiwa Situjuah Batur*

Dalam lembaran sejarah Indonesia, Sumatra Barat diposisikan sebagai daerah yang banyak melahirkan para pemikir dan penggegas kemerdekaan, sebut saja diantaranya Mohammad Hatta, Haji Agus Salim, Tan Malaka, Sutan Syahrir, Muhammad Yamin, Buya Hamka, Mohammad Natsir, Abdul Moeis, Rasuna Said, dan lain sebagainya. Pada harian Kompas, tanggal 7 Maret 2017 sebuah tulisan memaparkan mengenai keterlibatan tokoh asal Sumatra Barat tersebut dalam pergerakan kebangsaan Indonesia, hal menarik dari tulisan tersebut adalah mengenai judulnya yakni Minangkabau “Rumah” Para Pendiri Bangsa. Adalah suatu yang tidak berlebihan untuk dipaparkan karena memang pada kenyataannya Sumatra Barat telah banyak melahirkan tokoh yang sangat berperan dalam mendirikan Negara Kesatuan Republik Indonesia, baik yang berperan di tingkat lokal Sumatra Barat maupun pada tingkat nasional.

Rabu,12 April 2017 - 11:13:17 WIB

Menyigi Saksi Bisu Perjanjian Renvile

MENGUTIP perkataan Presiden pertama RI Ir. Soekarno yang mengungkapkan bahwa Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarah, oleh karenanya wartawan Haluan mencoba menelusuri sejarah RI di Kabupaten Tanah Datar. Laporan: KHAIRUL

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: harianhaluan@yahoo.co.id
APP HARIANHALUAN.COM