BERITA artikel

Rabu,19 April 2017 - 09:52:29 WIB

TIGA JAM MENYUSURI KAWASAN WISATA MANDEH

Jadi Ledekan Bule, Bikin Resah Warga

DERU boat dengan mesin tempel yang membawa tim liputan Haluan dari Dermaga Carocok Tarusan, Pesisir Selatan tak memecah konsentrasi kami untuk mengungkap sosok-sosok di belakang rusaknya hutan di sekitar kawasan wisata Mandeh, yang digadang-gadang sebagai Raja Ampat dari Indonesia Barat.

Jumat,14 April 2017 - 21:33:47 WIB

*PDRI, Chatib Sulaiman, dan Peristiwa Situjuah Batur*

Dalam lembaran sejarah Indonesia, Sumatra Barat diposisikan sebagai daerah yang banyak melahirkan para pemikir dan penggegas kemerdekaan, sebut saja diantaranya Mohammad Hatta, Haji Agus Salim, Tan Malaka, Sutan Syahrir, Muhammad Yamin, Buya Hamka, Mohammad Natsir, Abdul Moeis, Rasuna Said, dan lain sebagainya. Pada harian Kompas, tanggal 7 Maret 2017 sebuah tulisan memaparkan mengenai keterlibatan tokoh asal Sumatra Barat tersebut dalam pergerakan kebangsaan Indonesia, hal menarik dari tulisan tersebut adalah mengenai judulnya yakni Minangkabau “Rumah” Para Pendiri Bangsa. Adalah suatu yang tidak berlebihan untuk dipaparkan karena memang pada kenyataannya Sumatra Barat telah banyak melahirkan tokoh yang sangat berperan dalam mendirikan Negara Kesatuan Republik Indonesia, baik yang berperan di tingkat lokal Sumatra Barat maupun pada tingkat nasional.

Rabu,12 April 2017 - 11:13:17 WIB

Menyigi Saksi Bisu Perjanjian Renvile

MENGUTIP perkataan Presiden pertama RI Ir. Soekarno yang mengungkapkan bahwa Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarah, oleh karenanya wartawan Haluan mencoba menelusuri sejarah RI di Kabupaten Tanah Datar. Laporan: KHAIRUL

Jumat,07 April 2017 - 21:04:47 WIB

Depati Parbo: Pewaris Perang Paderi dari Kerinci

Jika dalam sejarah Sumatra Barat kita pernah mendengar nama Tuanku Imam Bonjol yang sangat melegenda atas perjuangannya melawan Belanda, maka dalam sejarah Kerinci kita mengenal nama Depati Parbo sebagai tokoh sentral menentang kekuasaan Belanda tersebut.

Kamis,30 Maret 2017 - 12:50:07 WIB

Budaya, Kebudayaan dan Budayawan

Lahirnya Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat (DK) baru-baru ini patut kita syukuri, perlu dihargai dan dimaknai sebagai sebuah sikap mulai adanya kepedulian dan kesungguhan pemerintah dan lembaga terkait lainnya terhadap persoalan kebudayaan Ranah Minangkabau ini.

Kamis,23 Maret 2017 - 18:20:52 WIB

Adibahasa

Sudah pernah mendengar kata Adipura? Ya, sebuah penghargaan yang diberikan oleh pemerintah kepada daerah yang terjaga kebersihannya. Bagaimana dengan Adibahasa? Saya yakin belum banyak yang mengenal kata tersebut. Adibahasa adalah penghargaan tertinggi yang diberikan oleh pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan kepada provinsi yang menggunakan (mengutamakan) bahasa Indonesia yang baik dan benar, baik dalam naskah dinas (surat, laporan, dokumen kebijakan tentang bahasa dan sastra, dll.) maupun dalam media luar ruang (ruang publik).

Rabu,22 Maret 2017 - 17:04:23 WIB

Minang, Palembang, Riau Tak Punya Aksara?

Kita tahu bahwa pada abad ke-4 M Nusantara mulai mengenal aksara Palawa berbahasa Sanskerta. Aksara itu merupakan suatu budaya baru yang dibawa dari India lewat penyebaran agama Hindu dan Budha. Aksara itu tertulis pada prasasti tertua di Nusantara, terdapat di Kutai kuno (322 ?aka/400 M). Itu sebabnya abad itu dianggap sebagai akhir masa prasejarah dan awal masa sejarah Nusantara.

Selasa,21 Maret 2017 - 16:15:47 WIB

Ayo Berbahasa Minangkabau

Kamis, 16 Maret 2017, situs www.cendananews.com › Lintas Nusa › Sumatera Barat memberitakan bahwa Pemerintah Provinsi Sumatra Barat (melalui Dinas Kebudayaan Sumatra Barat) akan membuat kebijakan tentang penggunaan bahasa Minangkabau (BM) dalam rumah tangga.

Jumat,24 Februari 2017 - 17:08:52 WIB

Melecehkan Bahasa Indonesia melalui Kegiatan Literasi

Salah satu cara melecehkan bahasa Indonesia melalui kegiatan literasi adalah menyelenggarakan acara literasi, seperti diskusi dan pameran buku, dengan menamai acara tersebut menggunakan bahasa Inggris.

Selasa,21 Februari 2017 - 13:12:18 WIB

Derita Kasbon Menggali Minyak di Negeri Orang, Kini Dipasung di Kampung Halaman

PAYAKUMBUH, HALUAN – Kasbon (36), jauh renungan mata yang menjalak bak burung hantu mencari mangsa. Tangan kirinya terantai dan tangan kanannya memegang sebatang rokok sambil menikmati dunia khayalan yang menghabiskan waktu nan terung tergulung dalam sepi.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: harianhaluan@yahoo.co.id
APP HARIANHALUAN.COM