BEKAS PENGEBORAN PANAS BUMI RIMBO PANTI

Mulai Bahayakan Keselamatan Warga


Rabu,11 Oktober 2017 - 01:59:06 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Mulai Bahayakan Keselamatan Warga BEKAS GALIAN - Kondisi lokasi bekas pengeboran panas bumi di Cagar Alam Rimbo Panti yang mulai mengeluarkan air panas hingga membentuk kolam kecil dan mengalir diparit pinggir jalan raya. YUDI LUBIS

PASAMAN, HALUAN - Warga mulai yang bermukim disekitar Cagar Alam Rimbo Panti mulai khawatir dengan adanya bekas pengeboran landaian panas bumi (Gheotermal) di wilayah ini.

 

Pasalnya, lubang bekas pengeboran tanah untuk mengetahui tingkat suhu panas bumi tersebut masih dibiarkan menganga, air panas bersuhu tinggi pun terus mengalir dari dalam perut bumi.

 

Kondisi ini jelas membahayakan keselamatan orang lain. Silap sedikit saja, bisa-bisa kaki terendam atau terjatuh kedalam air panas yang kini sudah membentuk kolam kecil itu.

 

Salah seorang warga Panti, Husen (41) menyayangkan pihak Badan Geologi Kemen ESDM yang membiarkan lubang bekas pemboran itu dibiarkan menganga, sehingga air dengan suhu panas tinggi mengalir dari perut bumi.

 

"Seharusnya lubang pengeboran itu ditutup, biar airnya tidak melimpah dan merembes ke bahu jalan raya," ungkap Husen.

 

Ia mengatakan, jika terus dibiarkan kondisi itu sewaktu-waktu bisa menimbulkan korban jiwa. Sebab, aliran air panas itu mengalir disepanjang bahu jalan dan tanpa pengaman.

 

"Jika tak hati-hati, bisa saja orang terjatuh ke sumber air panas itu. Apalagi kini sudah membentuk sungai, mengalir persis dipinggir jalan," katanya.

 

Untuk menghindari korban, Ia dan sejumlah warga setempat berharap lokasi itu diberi pengaman dan penanda agar setiap orang berhati-hati ketika berada di lokasi tersebut.

 

"Maunya dipagar yah, dikasih tanda bahwa disitu ada aliran air panasnya. Sehingga orang bisa hati-hati," katanya.

 

Terpisah, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Kabupaten Pasaman, Hasiholan menyebutkan, pemerintah daerah setempat tidak memiliki kewenangan apapun terkait kegiatan pengeboran landaian panas bumi di wilayah Cagar Alam Rimbo Panti itu.

 

"Kita (Pemkab) Pasaman tak ada kewenangan. Itu wilayah cagar alam. Yang punya kewenangan disitu pihak BKSDA," katanya.

 

Pengeboran panas bumi itu, kata Hasiholan untuk mengetahui tingkat suhu panas di areal itu, apakah layak atau tidak untuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi atau Geothermal.

 

"Rencana pengeboran tanah awalnya mencapai kedalaman 700-1.500 meter dibawah permukaan. Namun, pada kedalaman 500 meter, mata bor utama mesin pengebor patah. Kegiatan pun terpaksa dihentikan," katanya.

 

Sementara Kepala Resort BKSDA Pasaman, Edi Candra kepada wartawan menyatakan, bekas pengeboran geothermal atau panas bumi di Hutan Cagar Alam Rimbo Panti Kabupaten Pasaman, harus segera ditutup.

 

Sebab, proses pengeboran geothermal atau panas bumi sudah selesai. Adanya rencana untuk pemanfaatan air panas sebagai tempat objek wisata tidak ada dalam regulasi pengeboran.

 

"Ada air panas dan asap keluar dari perut bumi karena bekas pengeboran tidak ditutup. Hasil rapat terakhir dengan pihak ESDM dan BKSDA di Padang, bekas pengeboran ditutup rapat seperti semula dan tidak boleh ada air yang keluar dari hasil pengeboran," kata Edi Candra. (h/mg-yud)


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Selasa,12 September 2017 - 01:28:42 WIB
    DITANDAI PELETAKAN BATU PERTAMA

    Pembangunan RS Pratama Dimulai

    Pembangunan RS Pratama Dimulai PASAMAN, HALUAN - Pembangunan Rumah Sakit (RS) Pratama di Muarabangun, Nagari Sitombol, Kecamatan Padanggelugur, Kabupaten Pasaman resmi dimulai. Kamis (7/9). Hal itu ditandai dengan peletakan batu pertama (Ground Breaking) o.
  • Jumat,08 September 2017 - 11:17:52 WIB
    DISKUSI TAN SRI DR. RAIS YATIM DAN PARA TOKOH

    Memulai Perjuangan Kebudayaan Minangkabau

    Memulai Perjuangan Kebudayaan Minangkabau Apa tolok ukur satu suku bangsa dinilai sebagai suku bangsa pilihan. Apakah yang kokoh sendi kebudayaannya, teraplikasikan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, sehingga menghasilkan keturunan-keturunan pilihan, yang berpe.
  • Rabu,06 September 2017 - 10:35:30 WIB

    10 September, Rangkaian HPN 2018 Dimulai

    10 September, Rangkaian HPN 2018 Dimulai PADANG, HARIANHALUAN.COM—Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) sepakat meluncurkan peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2018 pada 10 September ini. Tempat peluncuran HPN.
  • Senin,15 Mei 2017 - 02:21:15 WIB

    Aksi Pencurian Mulai Marak di Pasaman

    PASAMAN, HALUAN - Warga Padanggelugur, Kabupaten Pasaman kini dibuat resah. Itu menyusul maraknya aksi pencurian yang menyasar sejumlah rumah warga Muarabangun, Jorong Selamat Utara, Nagari Sitombol akhir-akhir ini. .
  • Senin,08 Mei 2017 - 11:47:13 WIB

    Siap-siap, Sumbar Mulai Dekati Musim Kemarau

    Siap-siap, Sumbar Mulai Dekati Musim Kemarau PADANG, HALUAN – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sumatera Barat (Sumbar) menyatakan saat ini kondisi cuaca di provinsinya segera memasuki musim kemarau. BMKG memprakirakan musim kemarau di Sumbar terjad.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM