dr. Fiera Lovita Bukan PNS Pemprov Sumbar Lagi


Selasa,10 Oktober 2017 - 20:54:20 WIB
Reporter : Tim Redaksi
dr. Fiera Lovita Bukan PNS Pemprov Sumbar Lagi Sceenshot

PADANG, HARIANHALUAN.COM—Masih ingat dengan Fiera Lovita? dokter yang mengaku menjadi korban persekusi sebuah ormas di Kota Solok pada Mei 2017. Dokter Fiera yang pernah bekerja di RSUD Solok itu dinyatakan sudah bukan PNS Pemprov Sumbar lagi.

Kepala Biro Humas Pemprov Sumbar, Jasman Rizal, mengatakan, Pemprov Sumbar sudah melepas dr. Fiera pindah ke Jakarta.

“Yang bersangkutan, sesuai dengan permohonannya untuk pindah, Pemprov Sumbar telah melepasnya. Dia diberikan sudah pindah saat heboh-hebih dulu. Dia pindah melalui surat permohonan tanpa pergi ke Padang untuk mengurus pindahnya ke Pemprov Sumbar,” ujar Jasman di Padang, Senin (9/10).

Saat ditanya apakah cara pindah seperti itu tidak melanggar aturan, Jasman menjawab, dr. Fiera minta pindah dengan surat resmi setelah mita cuti.

Pada berita Haluan, Senin (5/6), Jasman mengatakan, hingga saat itu, dr. Fiera belum mengajukan surat permohonan pindah. Ia menyatakanPemprov Sumbar tidak akan mempersulit proses pindah Fiera apabila dokter tersebut mengurus permohonan pindah. Ia menyebutkan, kalau ingin pindah, Fiera bisa datang secara baik-baik kepada pemerintah daerah.

“Pindah tempat bertugas itu ada prosesnya. Prosesnya itu berjenjang, mulai dari permohonan izin kepada atasannya di Kota Solok hingga ke sekda provinsi sampai gubernur. Harus ada juga surat pernyataan kesediaan instansi yang menerimanya,” ujarnya di Padang, Minggu (4/6).

Saat itu, dr. Fiera masih dalam masa cuti. Kalau masa cutinya belum habis, kata Jasman, tetapi Fiera belum juga masuk bertugas di Kota Solok, akan ada sanksi kepadanya, mulai dari teguran lisan, tulisan, hingga sanksi lain yang melanggar aturan disiplin PNS yang akan diputuskan dalam rapat majelis pertimbangan pegawai.

“Cutinya pun itu sebenarnya bermasalah karena ia hanya menyerahkan selembar surat saja. Padahal, cuti ada prosesnya. Pemohon cuti harus mengisi blangko, lalu menunggu permohonan cuti itu dikabulkan. Sementara dr Fiera menyerahkan selembar surat, belum diizinkan, dia sudah pergi ke Jakarta. Cutinya pun dua minggu. Padahal, pegawai hanya boleh cuti enam hari dalam setahun. Namun, karena kondisinya saat ini dia seperti itu, kami kami tidak mempermasalahkan cutinya itu karena ada pertimbangan kebijakan,” tutur Jasman.

Seperti diketahui sebelumnya, dr Fiera mengajukan surat cuti pada 29 Mei untuk masa cuti dua minggu, lalu pergi ke Jakarta. Ia menyatakan di media massa bahwa ia ingin pindah bertugas ke DKI Jakarta. Plt Gubernur DKI Jakarta ketika itu, Djarot Saiful Hidayat, menyatakan, akan menampung Fiera di Pemprov DKI Jakarta. (h/dib)

 

Editor: Rivo Septi Andries

 


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

BERITA TERKINI Index »

BERITA TERPOPULER Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM