Ada 247 Orang Penderita Gangguan Jiwa di Solsel


Minggu,08 Oktober 2017 - 17:44:41 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Ada 247 Orang Penderita Gangguan Jiwa di Solsel Ilustrasi

 

SOLOK SELATAN, HARIANHALUAN.COM -- Dinas Kesehatan Solok Selatan (Dinkes Solsel) memastikan setiap Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) tidak ada yang terlantar. Hal ini diungkapkan Kepala Dinkes Solsel, Novirman pada Haluan (6/10). "Setiap ODGJ di Solsel kita pastikan mendapatkan fasilitas kesehatan,"katanya.

Dari data program kesehatan jiwa Dinkes Solsel, dari sembilan Puskesmas yang tersebar. Jumlah total penderita gangguan jiwa di Solsel tercatat sebanyak 247 orang, data hingga Agustus 2017. Dengan rincian, Puskesmas Pakan Rabaa 10 orang. Puskesmas Muara Labuh 53 orang. Puskesmas Pakan Salasa 37 orang. Puskesmas Lubuk Gadang 71 orang. Puskesmas Bidar Alam 33 orang.

Talunan 19. Mercu 5 orang. Abai 19 orang dan Puskesmas Lubuk Ulang Aling tidak ada (nihil). "Pada 2017 melalui APBD Solsel dianggarkan Rp22 juta untuk penderita gangguan jiwa,"tandasnya. 

Menurutnya, apabila penderita tidak memiliki kartu BPJS kesehatan akan diberikan dan apabila tidak ada biaya untuk pergi berobat akan difasilitasi dengan kendaraan Ambulan.

"Biaya transportasi, ambulan dari dana Baznas. ODGJ tidak ada terlantar, kita akan rujuk ke RSJ HB.Sanin, semua difasilitasi tidak ada yang di pasung,"imbuhnya.

D Solsel, kata Novirman tidak ada penderita ODGJ yang dipasung.

"Namun, pada 2016 ada satu kasus penderita yang telah diobati tapi dikarenakan keterlambatan pemberian obat mengamuk sehingga di pasung pihak keluarga daripada membahayakan orang lain. Untuk sekarang tidak ada masalah selama tidak terlambat memberikan obat. Ini dinamakan tipe ODGJ maniak,"tuturnya.

Sementara, Kasi Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa Dinkes Solsel, Karnova menyebutkan jenis penyakit gangguan jiwa terbagi atas sembilan kasus. Diantaranya, Psikotik Akut, Neurotik, Epilepsi,Retardasi mental, Nafza, Gangguan kesehatan jiwa anak dan remaja, Gangguan depresif, Psikotik Kronik dan Gangguan mental organik.

"Dari sembilan kasus itu terbanyak jumlah penderita gangguan jiwa jenis psikotik kronik sebanyak 138 kasus dan gangguan mental organik nihil,"katanya.

Kepala Bidang Sosial, Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat Desa, Diki Ananda menyebutkan pihaknya ikut mensupport program pemerintah bebas pasung dan gangguan jiwa.

"Kami akan mendata masyarakat yang tidak mampu dan menderita gangguan jiwa. Seandainya, ada penderita gangguan jiwa dan telah dirujuk kerumah sakit jiwa dan dinyatakan pulang dan sembuh, tapi tidak diterima dilingkungan tempat tinggalnya. Barulah kita fasilitasi untuk diantar ke Panti khusus di provinsi Bengkulu dan Lampung,"tutupnya. (h/jef)


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Rabu,18 Oktober 2017 - 13:20:14 WIB

    Puluhan Jorong di Pasbar Tak Ada Sinyal Komunikasi

    Puluhan Jorong di Pasbar Tak Ada Sinyal Komunikasi PASBAR, HARIANHALUAN.COM — Sebanyak 56 jorong yang tersebar di beberapa kecamatan di Pasaman Barat hingga hari ini masih belum terjangkau sinyal handphone. Akibatnya, masyarakat setempat sulit melakukan komunikasi dengan da.
  • Selasa,10 Oktober 2017 - 17:28:26 WIB

    Padang Panjang Siapkan 3 Penginapan untuk TdS

    Padang Panjang Siapkan 3 Penginapan untuk TdS PADANG PANJANG, HALUAN — Menyambut perhelatan balap sepeda Internasional bertajuk Tour de Singkarak (TdS), Pemerintah Kota Padang Panjang tengah melakukan beberapa tahapan persiapan. Saat ini, Dinas Pariwisata telah mengang.
  • Selasa,10 Oktober 2017 - 13:42:15 WIB

    RSUD Padang Pajang, Luncurkan Tiga Inovasi Baru

    RSUD Padang Pajang, Luncurkan Tiga Inovasi Baru PADANG PANJANG, HARIANHALUAN.COM - Dorongan untuk selalu berinovasi dan berimprovisasi yang selalu ditekankan Walikota Padang Panjang, Hendri Arnis kepada instansi pelayanan di Kota Serambi Mekah berhasil diwujudkan RSUD Kota.
  • Kamis,05 Oktober 2017 - 20:06:32 WIB

    Nagari Tabek Patah Bakal Punya Balai-balai Adat

    Nagari Tabek Patah Bakal Punya Balai-balai Adat TADAH DATAR, HARIANHALUAN.COM--Badan Kerapatan Adat Nagari Tabek Patah, akan membangun Balai Kerapatan Adat dengan anggaran Rp. 1.5 Miliar. Pelatakan batu pertama pembangunan balai adat tersebut secara resmi dilakukan oleh Nu.
  • Rabu,27 September 2017 - 18:13:11 WIB

    BPN Agam Adakan Layanan Sitawa Sidingin

    BPN Agam Adakan Layanan Sitawa Sidingin AGAM, HARIANHALUAN.COM- Kantor Badan Pertanahan Kabupaten Agam, mengadakan layanan sitawa  Sidingin, bagi tanah wakaf, yang diperuntukan bagi masyarakat. Layanan ini merupakan rangkaian dari HUT Agraria dan Tata Ruang ke 57.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM