Pascasaling Tikam di Limapuluh Kota, Anggota DPRD Tersangka Pembunuhan


Kamis,14 September 2017 - 11:17:35 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Pascasaling Tikam di Limapuluh Kota, Anggota DPRD Tersangka Pembunuhan Tim Medik RS M Djamil melarang peliput Haluan mendekat ke korban Tedi Sutendi yang dirawat di RS M Djamil. Di balik foto itu, tampak Tedi ditemani seorang karabatnya. IST

“Dalam kasus bentrok di perbatasan Taram dan Pilubang, penyidik menetapkan satu lagi tersangka, atas nama Tedi Sutendi” AKBP Haris Hadis, Kapolres Limapuluh Kota.

LIMAPULUH KOTA, HARIANHALUAN.COM – Penyidik Satreskrim Polres Payakumbuh berhasil mengurai akar masalah bentrok berdarah di BukitAir  Suci, perbatasan Taram dan Pilubang, Kecamatan Harau, Limapuluh Kota. Penyidikan yang dilakukan juga menetapkan anggota DPRD Limapuluh Kota, Tedi Sutendi sebagai tersangka pembunuhan.

Tedi dianggap bertanggung jawab atas tewasnya, Erwin Saputra, (34), warga Jorong Koto Nan Gadang, Nagari Pilubang, Kecamatan Harau. Erwin adalah korban bentrok perebutan tanah ulayat di Bukit Air Suci.

Dia terlibat parang ladiang dengan Tedi dan Tito (40) – adik Tedi Sutendi –. Erwin yang hanya petani garapan dan menurut warga ingin mempertahankan tanahnya, tewas dengan sejumlah luka sabetan parang. Tedi dan Tito juga berdarah-darah. Bahkan, hingga saat ini, Tedi masih dirawat di RSUP M Djamil Padang. Dia sempat kritis. Tapi, kondisinya kian membaik dan sudah berkomunikasi. Kakak beradik itu sekarang sudah ditetapkan sebagai tersangka. Tito sudah sejak Selasa menyandang status tertuduh.

Penetapan Tedi Sutendi sebagai tersangka dibenarkan Kapolres Limapuluh Kota, AKBP Haris Hadis.

“Dalam kasus bentrok di perbatasan Taram dan Pilubang, penyidik menetapkan satu lagi tersangka, atas nama Tedi Sutendi. Ini penetapan kedua. Sebelumnya, Tito juga ditetapkan sebagai tersangka,” terang AKBP Haris Hadis saat dijumpai di Mapolres Limapuluh Kota, KM 11, Jalan Sumbar – Riau, Ketinggian, Harau, Rabu (13/9).

Penetapan wakil rakyat dari partai Hanura tersebut sebagai tersangka berdasarkan keterangan 13 saksi yang sudah diperiksa penyidik. Selain itu, sejumlah alat bukti yang ditemukan petugas, juga menguatkan kalau Tedi mesti bertanggung jawab atas hilangnya nyawa Erwin.

“Segala proses yang terjadi dalam penyidikan berdasarkan keterangan saksi dan bukti yang didapat, termasuk penetapan Tedi Sutendi sebagai tersangka,” sebut AKBP Haris.

Kapolres yang alumnus Akpol 1997 tersebut juga menyebutkan, penyidikan yang dilakukan belum usai. Petugas masih bekerja untuk mengungkap fakta hukum lainnya, termasuk latar belakang masalah, yang menjadi pemicu bentrok.

“Penyidik masih bekerja, belum usai. Tunggu saja perkembangannya,” lanjut Haris.


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM