Dekranasda Pusat Kunjungi Sentra Kerajinan Luhak nan Tuo


Kamis,14 September 2017 - 02:14:03 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Dekranasda Pusat Kunjungi Sentra Kerajinan Luhak nan Tuo Ketua Harian Dekranasda Pusat Triana Rudiantara mengunjungi pengrajin tenun di Luhak nan Tuo. EMRIZAL.

BATUSANGKAR, HALUAN - Wakil Ketua Harian Dekranas Pusat Triana Rudiantara mengunjungi beberapa lokasi kerajinan yang ada di Tanah Datar, Senin (11/9).

 Didampingi Ketua Dekranas Tanah Datar Ny. Emi Irdinansyah dan Kadis Koperindag Abdul Hakim, Rini Rudiantara pada kesempatan itu mengunjungi Rumah Rajut Syafir, Kerajinan Tenun Pandai Sikek X Koto dan Tenun Tanjung Modang Lintau Buo Utara.

Rini dalam kunjungannya juga mengikutsertakan salah satu televisi swasta nasional untuk mempromosikan kerajian kepada masyarakat luas melalui media elektronik tersebut.

Pada kesempatan itu, Rini mengungkapkan Tanah Datar mempunyai beberapa kerajinan yang sudah dikenal hingga mancanegara namun tetap perlu dipromosikan sekaligus perlu mendapat sentuhan inovasi yang sesuai dengan selera pasar.

“Menciptakan produk yang menarik, pengrajin bisa memanfaatkan teknologi melalui youtube agar bisa melihat tren internasional sehingga produk punya aneka guna dan punya nilai jual yang lebih baik lagi juga nanti kita perlu kerja sama dengan fashion designer,” saran Rini Rudiantara yang juga istri Menteri Kominfo Rudiantara.

Rini Rudiantara juga berpesan, agar kerajinan spesifik seperti tenun antik perlu dilestarikan dan dibangkitkan lagi. “Perlu regenerasi memelihara tradisi yang sudah berproduksi sejak lama, dengan mengajak generasi muda menekuni kerajinan juga berarti membuka lapangan pekerjaan,” ucap Rini yang juga menjabat sebagai Kabid Promosi, Humas dan Publikasi Dekranasda Pusat.

Sementara Ketua Dekranas Tanah Datar Emi Irdinansyah menyampaikan ucapan terima kasih kepada Dekranas Pusat dengan memberi perhatian terhadap kemajuan kerajinan di Tanah Datar.

“Atas nama Dekranas Tanah Datar dan pengrajin, kami mengucapkan terima kasih atas bantuan, saran dan motivasi yang diberikan agar kerajinan Tanah Datar memiliki nilai budaya serta nilai ekonomis, mudah-mudahan dengan kunjungan ini menambah semangat kami memajukan kerajinan Tanah Datar, sehingga bisa meningkatkan ekonomi masyarakat,” ucap Emi.

Dikatakan juga, pengembangan kerajinan berarti juga selaras dengan pemberdayaan perempuan di mana kaum perempuan mendominasi lapangan usaha ini.

Terkait dengan permasalahan klasik yang dihadapi pengrajin yakni pemasaran. “Tahun 2018, akan dibangun galeri kerajinan Tanah Datar yang akan menjadi ruang pamer kerajinan seluruh Tanah Datar sehingga bisa membantu mempromosikan dan menjembatani antara produsen dan konsumen,” katanya lagi.

Emi juga mengucapkan terima kasih atas bantuan pemerintah pusat atas dibangunnya rumah produksi tenun dan rusunawa 3 lantai yang menghabiskan anggran Rp1,4 miliar dan Rp 8,9 milyar.

Dalam perencanaan ke depan kawasan ini akan didirikan galeri, ruang bordir, pencelupan, pagar dan sarana pendukung lain seperti pagar, gazebo, lapangan olahraga, parkir, taman dan papan sentra dan tetap butuh dukungan pemerintah pusat.

“Ini bentuk konkrit usaha pengembangan kerajinan, khususnya tenun dan sulaman di Sumatera Barat, sehingga akan lahir generasi-generasi baru yang punya inovasi dan pengetahuan yang bisa membaca kebutuhan pasar terhadap fashion,” sebut Emi.

Ketika berkunjung ke rumah tenun Widya di Pandai Sikek juga terungkap masih terjaga tradisi menenun secara turun temurun. Lara dan Rika kakak beradik ini mengatakan telah belajar menenun dari ibunya saat masih kelas V SD. “Alhamdulillah dengan menenun, saat senggang bisa meringankan beban orang tua,” sebut Lara, mahasiswa IAIN Bukittinggi, Jurusan Perbankan Syariah semester 7 ini.

Di Lintau, disebutkan kerajinan tenun kain sarung bugih sempat hilang. Alat tenun sarung bugih yang dimiliki Hainur, salah seorang pengrajin, sudah lama tidak digunakan semenjak suaminya meninggal beberapa waktu yang lalu. “Ibu Emi Irdinansyah ingin tenun sarung bugih ini hidup kembali,” ujar Hainur yang didampingi anaknya.

Hal ini dibenarkan Emi Irdinansyah. “Kita dorong keluarga Ibu Hainur kembali memenun sarung bugih yang terbuat dari sutra, selain melanjutkan tradisi juga bisa menopang perekonomian keluarga, kita siap membantunya,” katanya.(h/emz)


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Rabu,14 September 2016 - 02:10:40 WIB

    Pelaku UMKM Dikunjungi Tim Dekranasda Provinsi

    Pelaku UMKM Dikunjungi Tim Dekranasda Provinsi PARIAMAN, HALUAN — Ketua Dekranasda Provinsi Sumatera Barat, Ny. Nevi Irwan Prayitno mengunjungi pengrajin UMKM binaan Dinas Koperindag dan Dek­ranasda Kota Pariaman, di Rumah Dinas Walikota Paria­man, Selasa (13/9)..
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM