Jurus Jitu Andre Rosiade agar Padang Bebas Banjir


Senin,11 September 2017 - 12:38:40 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Jurus Jitu Andre Rosiade agar Padang Bebas Banjir andre Rosiade

PADANG, HALUAN - Bakal calon wali Kota Padang Andre Rosiade dengan lantang menyebut, banjir di sepanjang jalan Padang Bypass atau bagian timur kota adalah akibat lalainya Wali Kota Padang Mahyeldi. Wako tidak mengawasi pembangunan proyek jalan dua jalur tersebut. Sehingga sistem drainase yang dibangun, tidak disesuaikan dengan potensi debit air.

“Bagaimana tidak akan banjir, elevasi atau tinggi jalan ditambah. Tapi, gorong-gorong crossing (menyilang dari jalan) jalan tidak ditambah atau diperlebar. Sehingga, debit air di jalan hujan tidak tertampung. Kondisi ini diperparah dengan diperkecilnya saluran drainase kiri dan kanan jalan dengan pemasangan beton pracetak,” sebut Andre Rosiade, kemarin.

Andre juga melihat, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Padang tidak pernah memertanyakan sistem drainase yang dibangun oleh pengelola proyek Padang Bypass. “Saya lihat, hal inilah kesalahan Dinas PUPR dan Wako Padang yang bisa dikatakan tidak paham dengan tata kelola potensi banjir di kotanya sendiri,” desak Andre.

Bayangkan, sebut alumni SMAN 2 Padang ini, Jalan Padang Bypass kini sudah “membendung” hampir separuh kawasan Padang bagian timur. Apalagi, jalan yang kualitasnya tidak baik itu juga tanpa dilengkapi dengan sistem drainase yang mampu menampung debit air dan banjir. Akibatnya, hujan sedikit lebat dan lama, banjir meluas dan dalam.

“Kami melihat, Wako Mahyeldi tidak sensitif dengan masalah yang bisa memicu terjadinya banjir di kotanya. Daerah paling parah terkena dampak pembangunan jalan Bypass adalah Aiapacah— terutama di sekitar Universitas Baiturrahmah, Balai Kota Padang, Anakaia dan juga RSUD Rasyidin Padang di Kuranji,” katanya.

Andre juga mendapatkan informasi, bahwa perkembangan AMDAL (Analisis Masalah Dampak Lingkungan) proyek Padang Bypass tidak pernah dilaporkan ke Badan Penanggulangan Dampak Lingkungan Daerah (Bapedalda) Sumbar. "Terkesan, pihak pelaksana proyek tidak pernah mengkoordinasikan pembangunan sistem drainase jalan dengan Dinas PU PR Padang, Dinas PSDA Sumbar dan Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) V,” katanya.

Andre menilai, pelaksana proyek Bypass hanya membuat sistem drainase untuk mengamankan badan jalan saja. Sementara kawasan di sekitarnya tidak diperhatikan, dan hal ini juga luput dari pengawasan Pemko Padang. “Harusnya, gorong-gorong crossing jalan itu segera dibuat besar. Terutama dekat sungai. Sehingga tak ada air yang tertahan. Tak ada banjir,” kata mantan Presiden BEM Universitas Trisakti Jakarta ini.

Dengan tegas Andre menyebutkan, meski proyek nasional, pelaksanaannya harus tetap dikoordinasikan dengan Pemko Padang. Bahkan, Pemko berhak menegur kalau pembangunan tidak sesuai dengan kebutuhan daerah. Apalagi menimbulkan bencana banjir. “Meski proyek untuk mengurai kemacetan, tapi kalau meimbulkan bencana, tentu artinya tidak ada. Ini namanya pembangunan yang tidak berwawasan lingkungan. Membiarkan adalah kesalahan besar,” katanya.

Andre Rosiade menyebut, untuk mengatasi persoalan banjir di Padang, sebetulnya tidak susah. Asal pemko mau membuat desain konstruksi sistem drainase yang komprehensif atau menyeluruh. Serta mengkonekkan dengan pengen dalian banjir. Pembiayaannya minta Kementerian PUPR yang menanganinya.

“Seperti pengerjaan proyek pengendalian banjir yang dikerjakan zaman Pak Sabri Zakaria—mantan Kepala Dinas PU Sumbar. Makanya wali Kota Padang tu harus orang yang punya jaringan yang kuat diKementerian terkait. Hal itulah salah satu yang Andre Rosiade tawarkan untuk Kota Padang,” katanya.

Desain itu, sebutnya, dibuat dengan kerja sama antara Pemko Padang dengan Dinas PSDA Sumbar dan BWSS V. “Penanganan banjir kota besar dan sungai strategis nasional adalah kewenangan pemerintah pusat. Makanya pengendalian banjir di sungai-sungai Kota Padang ditangani oleh Kementerian PUPR,” katanya.

Sedikit mengulas kondisi terkini, Andre melihat, drainase Kota Padang saat ini sudah dangkal bahkan tertutup habis oleh sedimentasi. Perlu banyak dikeruk dan diperbaiki, karena banyak juga yang rusak akibat gempa. “Karena itu, perlu ada desain baru sistem drainase Kota Padang yang menyeluruh ini,” tegasnya. 

Sebelumnya, Walikota Padang, Mahyeldi Ansharullah, mengakui Pemerintah Kota Padang memang belum fokus mengentaskan masalah banjir. Ditargetkan pengentasan permasalahan banjir dapat dilakukan di tahun 2018.

“Memang persoalan banjir belum fokus dilakukan beberapa tahun belakangan. Sebab semenjak tahun2014 hingga 2017 Pemerintah Kota Padang fokus terhadap betonisasi jalan yang ditargetkan selesai akhir tahun sepanjang 500 Km. Untuk 2018 Pemko akan fokus terhadap penyelesaian permasalahan banjir,”kata Mahyeldi. (h/*)

Editor: Bhenz Maharajo


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Senin,10 April 2017 - 21:44:27 WIB

    Angkot Jurusan Padang Panjang Ini Hantam Kijang, Lima Orang Terluka

    Angkot Jurusan Padang Panjang Ini Hantam Kijang, Lima Orang Terluka PADANG PANJANG, HARIANHALUAN.COM—Diduga kendaraan yang dikemudikannya mengalami hilang kendali, sebuah angkutan umum jurusan Bukittinggi Padang Panjang, hantam sebuah mobil minibus Toyota Kijang, di Jalan utama Padang Panja.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM