SPj Fiktif, Bareskrim "Acak-acak" Sumbar


Senin,11 September 2017 - 10:07:13 WIB
Reporter : Tim Redaksi
SPj Fiktif, Bareskrim Barang bukti SPj Fiktif yang disita Bareskrim di Sumatera Barat. Ishaq

PADANG, HARIANHALUAN.COM – Aliran dana Surat Pertanggungjawaban (SPj) fiktif akan dibuka secara detail oleh penyidik Subdit IV Dittipidkor Bareskrim Polri. Nama-nama yang diduga ikut menikmati uang panas tersebut, nantinya ditandai satu persatu. Prosesnya sudah dimulai dan menunggu hasil akhir. Siapa yang akan menyusul Yusafni?

Kasubdit IV Dittipidkor Bareskrim Polri, Kombes Pol Endar Priantoro menyebut, timnya masih bergerak di Sumbar dan daerah lainnya, untuk menelusuri aset Yusafni, PNS Dinas Prasarana Jalan Tata Ruang dan Permukiman (sekarang Dinas PU/PR), yang menjadi tersangka korupsi dalam bentuk penyelewengan anggaran pada beberapa proyek strategis di Sumbar. “Termasuk melakukan pendalaman dan pelacakan terhadap rekening milik Yusafni atau rekening atas nama orang lain, yang digunakan Yusafni. Aliran dananya dilacak satu persatu,” terang Endar.

Penyidik, kata Endar, terus melakukan penyitaan. Setidaknya, Bareskrim telah mengamankan empat unit mobil, delapan bidang tanah, dan dua unit ekskavator. "Sampai sekarang total aset yang telah kami sita itu mencapai 3,37 miliar, dan terus dilacak aset lainnya. Selain di Sumbar, kami juga sudah menyita delapan bidang tanah Yusafni di Tegal, di sana tanahnya sudah kami patok. Tanah itu dibeli Yusafni untuk membuka akses jalan menuju areal tambang di desa Margaayu," tutur Kombes Pol Endar Priantoro.

Korupsi dan Pencucian Uang

Endar menegaskan, penyitaan terhadap aset milik Yusafni merupakan penyitaan terhadap hasil dugaan tindak pidana korupsi (Topikor) dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang dilakukan oleh Yusafni, yang sebelum ditahan bekerja sebagai Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) pada Disprasjaltarkirm Sumbar tersebut. "Kami sudah kembangkan perkara ini ke perkara pencucian uang. Jadi ada dua tindak pidana, korupsi dan pencucian uang. Pasalnya akumulatif. Korupsinya, dia mengambil uang negara. Pencucian uangnya, mengalihkan uang itu ke aset-aset, seakan uang itu bukan hasil tindak pidana korupsi," lanjut Endar.

Untuk rencana pelimpahan ke Kejagung RI, Endar menyebutkan akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Sebab, pihaknya masih butuh waktu untuk menelusuri dan menyita aset-aset Yusafni yang diduga dibeli dengan uang hasil penyelewengan uang negara, dalam proyek ganti rugi lahan pada beberapa proyek strategis yang dilaksanakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar melalui Dinas Prasjaltarkim.

Sedangkan untuk rencana penetapan tersangka baru, ia menyebutkan akan segera melakukannya setelah menyelesaikan penyidikan atas Yusafni, dan menyerahkan hasilnya ke Kejagung RI. Sejauh ini, penyidik setidaknya telah memeriksa 185 saksi untuk kasus ini, terdiri dari 150 penerima ganti rugi lahan pada empat proyek itu, dan 35 orang yang merupakan ASN di Pemkab Padang Pariaman, Pemko Padang, dan Pemprov Sumbar. "Penambahan tersangka ada, tapi setelah pemeriksaan Yusafni ini rampung. Soalnya ini asalnya kan tindak pidana korupsi, tidak mungkin tersangkanya sendiri," katanya lagi.

Harapan agar aparat penegak hukum mengejar tersangka lain dalam kasus ini juga telah berulang kali disampaikan masyarakat, pengamat, dan aktivis. Arief Paderi dari Lembaga Anti-Korupsi Integritas, dalam pandangannya menyebutkan, diambilalihnya kasus SPj Fiktif oleh Bareskrim Polri sempat menuai pertanyaan besar. Namun, ia masih menaruh sedikit harapan agar aparat betul-betul serius menangani kasus tersebut. “Kalau memang sudah diperiksa saksi sebanyak itu, harapan kami tentu tersangkanya tidak berhenti di YSN (Yusafni) saja,” katanya.(h/isq)

 

Editor: Rivo Septi Andries


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Senin,11 September 2017 - 10:13:03 WIB

    Bareskrim Sita Barang Bukti SPj Fiktif di Sumbar, Ini Dia Hasilnya

    Bareskrim Sita Barang Bukti SPj Fiktif di Sumbar, Ini Dia Hasilnya PADANG, HARIANHALUAN.COM--Kasubdit IV Dittipidkor Bareskrim Polri, Kombes Pol Endar Priantoro menyebut, timnya masih bergerak di Sumbar dan daerah lainnya, untuk menelusuri aset Yusafni, PNS Dinas Prasarana Jalan Tata Ruang d.
  • Senin,14 Agustus 2017 - 18:33:59 WIB

    Kasus SPj Fiktif Jilid Dua, Mobil Mewah Yusafni Disita Bareskrim,

    Kasus SPj Fiktif Jilid Dua, Mobil Mewah Yusafni Disita Bareskrim, PADANG, HARIANHALUAN.COM – Proses kasus dugaan korupsi Surat Pertanggungjawaban (SPj) fiktif mencapai puluhan miliar di Dinas Prasjaltarkim Sumbar (kini Dinas PUPR) terus berkembang di Bareskrim Polri. Bahkan, penyidik meng.
  • Kamis,10 Agustus 2017 - 08:37:20 WIB

    Kasus SPj Fiktif, Bareskrim Periksa 185 Saksi dan 35 Pejabat Sumbar

    Kasus SPj Fiktif, Bareskrim Periksa 185 Saksi dan 35 Pejabat Sumbar “Sekitar 150 saksi itu adalah para penerima ganti rugi lahan, di empat lokasi proyek strategis Dinas Prasjaltarkim Sumbar. 35 lainnya pejabat. Kasus ini diperkirakan merugikan negara hingga Rp63 miliar” Kombes Pol Endar P.
  • Kamis,03 Agustus 2017 - 10:34:42 WIB

    Yusafni Seret Nama Lain, Kejar Aktor Utama SPj Fiktif!

    Yusafni Seret Nama Lain, Kejar Aktor Utama SPj Fiktif! “Klien saya akan buka-bukaan kepada penyidik. Runut kasus dari awal nantinya disebutkan satu per satu. Siapa yang terlibat dalam penganggaran, pencairan, hingga adanya dugaan pembagian itu” Defika Yufiandra, Kuasa Hukum Y.
  • Sabtu,29 Juli 2017 - 11:02:24 WIB
    SERING MANGKIR, YUSAFNI AJO DITAHAN

    Bareskrim Kejar Penikmat Uang SPj Fiktif

    Bareskrim Kejar Penikmat Uang SPj Fiktif "Dari keterangan saksi dan tersangka, katanya ada aliran dana ke pihak lain. Namun, kami tidak bisa sebutkan sekarang, kepada siapa dana itu mengalir” Kombes Pol Endar Priantoro, Kasubdit IV Dit Tipikor Bareskrim..
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM