Dua Kelompok Saling Tikam di Limapuluh Kota, Satu Tewas dan Seorang Anggota DPRD Kritis


Minggu,10 September 2017 - 23:29:34 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Dua Kelompok Saling Tikam di Limapuluh Kota, Satu Tewas dan Seorang Anggota DPRD Kritis Tim Medik RS M Djamil melarang peliput Haluan mendekat ke korban Tedi Sutendi yang dirawat di RS M Djamil. Di balik foto itu, tampak Tedi ditemani seorang karabatnya. IST

LIMAPULUH KOTA, HARIANHALUAN.COM – Perebutan tanah ulayat akhirnya merenggut nyawa di Kecamatan Harau, Limapuluh Kota, Minggu (10/9). Dua kubu warga berbeda kampung saling serang dengan benda tajam. Satu orang tewas. Ironisnya, seorang pelaku perebutan tanah ulayat adalah anggota DPRD Limapuluh Kota, Tedi Sutendi. Wakil rakyat itu bersama adiknya kini dalam kondisi kritis karena terkena sejumlah tusukan sewaktu bentrok pecah.

Perselisihan dalam pemanfaatan tanah ulayat melibatkan dua kelompok dari Nagari Taram dan warga dari Nagari Pilubang. Saling serang dua kelompok terjadi di perbatasan Pilubang dengan Taram, sekitar pukul 11.00 WIB. Kejadian persisnya di Jorong Ateh, Nagari Taram. Korban bertumbangan. Warga yang tewas bernamaErwinsyahputra (34) warga Nagari Pilubang. Dia menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Adnaan WD Payakumbuh satu jam pascaperkeliahian. Pria yang berporfesi sebagai petani itusempat sekarat di lokasi setelah mendapatkan sejumlah tusukan di kepala, dada serta bagian perut.

Sedangkan dua lainnya, Tedi Sutendi sekaligus anggota DPRD Kabupaten Limapuluh Kota dan adik kandungnya, bernama Primsito (40) yang merupakan warga Nagari Taram. Keduanya mendapatkan sejumlah luka tusukan. Tedi kritis dan dilarikan ke RSUP M Djamil Padang untuk mendapatkan penanganan yang lebih serius. “Tedi Sutendi ditusuk orang di Taram. Sekarang sedang di rumah sakit,” ucap sejumlah anggota DPRD Kabupaten Limapuluh Kota ketika menghubungi Haluan, Minggu (10/9) siang.

Peristiwa ini dibenarkan Komandan Rayon Militer (Danramil) Harau, Mayor Inf Munawar. Katanya, perselisihan antar kedua kelompok tersebut dipicu perebutan pemanfaatan tanah ulayat. Sebelum bentrok terjadi, kelompok dari Nagari Taram yang berjumlah tujuh orang berencana bekerja untuk membangun jalan ke lokasi taman rekreasi yang berada di kawasan tanah ulayat tersebut. Tetapi, saat di lokasi, rombongan Tedi Sutendi sudah ditunggu oleh kelompok orang dari Nagari Pilubang yang berjumlah 35 orang. Sebelum perkelahian, kedua kelompok sempat cekcok hingga akhirnya terjadi perkelahian dengan menggunakan senjata tajam. “Rombongan Tedi Sutendi sudah bekerja dua pekan di lokasi tanah ulayat perbatasan kedua nagari. Alat berat sudah ke lokasi untuk membangun jalan ke taman rekreasi. Pada Minggu siang malah terjadi bentrok kedua kelompok dari Taram dan Pilubang. Satu tewas di rumah sakit. Saat ini kita masih berjaga-jaga,” terang Mayor Inf Munawar.

Walinagari Taram, Defrianto Ifkar tidak berkomentar banyak terhadap bentrok kedua kelompok di perbatasan nagarinya itu. Diterangkannya, perselisihan kedua kelompok masyarakat tersebut, memang dipicu oleh permasalah tanah ulayat yang ada di perbatasan dua nagari. “Sampai saat ini belum jelas, siapa pemilik areal yang ada di perbatasan tersebut. Malahan saling klaim untuk kepemilikan lahan yang cukup luas,” terang Defrianto Ifkar.

Katanya, Kaum Malayu Taram pada umumnya mengatakan tanah yang berada diperbatasan tersebut adalah milik pasukuan mereka. Tetapi, kenyataanya secafa fisik dan penggunaan lahan sudah dikelola warga Nagari Pilubang. “Terhadap lahan, masih timpang tindih. Kami kami tidak mau berkomentar banyak persoalan ini. Hal yang diinginkan, bagaimana persoalan supaya cepat selesai,” katanya.


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis,07 September 2017 - 11:12:16 WIB

    Dua Tahun Beroperasi di Padang, Pabrik Miras Oplosan Digerebek

    Dua Tahun Beroperasi di Padang, Pabrik Miras Oplosan Digerebek PADANG, HARIANHALUAN.COM – Jajaran Polda Sumbar menggerebek pabrik pembuatan miras oplosan di kawasan Pondok, Kota Padang, Selasa (5/9). Pabrik itu diketahui sudah berproduksi sejak dua tahun yang lalu. Seminggu, 1.200 mira.
  • Kamis,24 Agustus 2017 - 20:40:41 WIB

    Diduga Mencuri Pupuk, Dua Pria di Pessel Ini Diciduk Polisi

    Diduga Mencuri Pupuk, Dua Pria di Pessel Ini Diciduk Polisi PAINAN, HARIANHALUAN.COM - Dua orang pelaku pencurian pupuk, berinisial PR (36), dan N (34), warga Pasar Sebelah, Kecamatan Inderapura, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), diamankan di gudang penyimpanan pupuk PT.SJAL Divisi .
  • Senin,21 Agustus 2017 - 01:57:31 WIB

    Dua Juru Parkir ini Kedapatan Simpan Sabu

    Dua Juru Parkir ini Kedapatan Simpan Sabu PADANG, HALUAN - Dua juru parkir di Kota Padang diringkus oleh polisi karena kedapatan menjadi pelaku penyalahgunaan narkoba jenis sabu-sabu. Keduanya ditangkap oleh Sat Resnarkoba Polresta Padang, Minggu (20/8) sekitar pukul.
  • Senin,14 Agustus 2017 - 18:33:59 WIB

    Kasus SPj Fiktif Jilid Dua, Mobil Mewah Yusafni Disita Bareskrim,

    Kasus SPj Fiktif Jilid Dua, Mobil Mewah Yusafni Disita Bareskrim, PADANG, HARIANHALUAN.COM – Proses kasus dugaan korupsi Surat Pertanggungjawaban (SPj) fiktif mencapai puluhan miliar di Dinas Prasjaltarkim Sumbar (kini Dinas PUPR) terus berkembang di Bareskrim Polri. Bahkan, penyidik meng.
  • Kamis,10 Agustus 2017 - 22:25:36 WIB

    Ciduk Dua Pengedar, Barang Bukti 5 Kilogram Ganja Diamankan Polda Sumbar

    Ciduk Dua Pengedar, Barang Bukti 5 Kilogram Ganja Diamankan Polda Sumbar PADANG, HARIANHALUAN.COM - Tim Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumbar menangkap dua orang kompolotan pengedar narkoba jenis ganja kering dengan jumlah yang mencapai lebih kurang lima kilogram..
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM