DISKUSI TAN SRI DR. RAIS YATIM DAN PARA TOKOH

Memulai Perjuangan Kebudayaan Minangkabau


Jumat,08 September 2017 - 11:17:52 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Memulai Perjuangan Kebudayaan Minangkabau Tan Sri Dato’ Seri Utama Dr. Rais Yatim (empat-kiri), menjelaskan keinginannya di hadapan para tokoh, untuk merangkul seluruh masyarakat untuk memulai Perjuangan Kebudayaan, demi mengembalikan kedigdayaan suku bangsa Minangkabau ke tempat seharusnya, Rabu (6/9) malam. JULI ISHAQ

Laporan: Juli Ishaq

Apa tolok ukur satu suku bangsa dinilai sebagai suku bangsa pilihan. Apakah yang kokoh sendi kebudayaannya, teraplikasikan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, sehingga menghasilkan keturunan-keturunan pilihan, yang berpengaruh besar terhadap tatanan kehidupan secara keseluruhan. Kalau itu ukurannya, apakah Minagkabau sudah demikian?

Hal itu pula yang menjadi kerisauan Tan Sri Dato' Seri Utama Dr. Rais Yatim, anak Minangkabau yang lahir dan besar di Jelagu, Negeri Sembilan, Malaysia, yang telah bersilih ganti posisi sejak 1974 sebagai menteri di negeri jiran, dan saat ini menjabat Penasihat Kerajaan Malaysia.

Kemarin malam, Rabu (6/9), Tan Sri pada kedatangannya ke Sumbar yang ia sebut sebagai pulang kampung, menggelar diskusi ringan bersama para tokoh Minangkabau yang berkesempatan hadir. Diskusi digelar di Katagiaan Resto, Kota Padang, selepas Magrib ditunaikan.

"Coba kita lihat benda kotak ini," kata Tan Sri dalam diskusi itu, sambil mengangkat telfon genggamnya ke udara. "Ini yang membuatnya orang Korea. Isinya mereka yang pikirkan, cara mengoperasikannya mereka yang tentukan, bentuknya juga mereka yang menentukan," sebutnya lagi dengan nada risau.

Dengan contoh itu, Tan Sri seolah ingin membangunkan kesadaran, bahwa Minangkabau tidak lagi menghasilkan keturunan yang maju dan terdepan di berbagai bidang. Padahal, jika menengok ke sejarah, orang Minang telah merantau sejak lama, dan menggoreskan sejarah kebesaran Minangkabau di tanah perantauan. Bahkan, di Negeri Sembilan sendiri sampai saat ini, kebesaran Minangkabau itu masih turun temurun tiada putus.

"Kampung saya di Malaysia itu namanya Gagu, Luak Jelagu. Di sana, orang masih berbahasa Minang totok. Bahkan lebih totok dibanding bahasa Minang di sini (Sumbar.red). Bayangkan, masih ada nama orang di sana: Lanik, Labu, dan lain-lain. Sejak Tahun 1773, raja di Negeri Sembilan itu orang Pagaruyung. Sekarang yang Dipertuan Basa itu masih ada. Di bawahya juga masih ada Basa nan Ampek. Semuanya beradat, tapi tetap berpengaruh," kata Tan Sri lagi.


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

BERITA TERKINI Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM