Persaingan Retail Tidak Sehat


Selasa,05 September 2017 - 02:19:28 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Persaingan Retail Tidak Sehat RETAIL KECIL—Pendiri pulangkampuang.com, Faldo Maldini, berbincang dengan Ketua Aprindo Sumbar, Sepriadi, di Padang, kemarin. Faldo menilai bisnis retail di Padang tidak sehat karena tidak ada regulasi yang mengatur retail di kota itu. IST

PADANG, HALUAN—Berbagai merek usaha retail merebak di Padang. Meski retail waralaba nasional tidak dibolehkan masuk, seperti Alfamart dan Indomaret, namun usaha retail skala besar lokal sangat mendominasi ibukota provinsi ini. Karena itu, usaha-usaha retail kecil dikhawatirkan mulai tersingkirkan dan omzetnya menurun drastis.

 

Faldo Maldini, pendiri pulangkampuang.com, mendampingi beberapa pakar keuangan mikro dan pelaku usaha kreatif menemui Sepriadi, Ketua DPD Asosiasi Pengusaha Retail Indonesia (Aprindo). Dalam diskusi tersebut, Faldo menilai usaha retail kecil sangat sulit beradaptasi dalam kompetisi usaha retail di Padang.

 

“Pengusaha retail besar sudah mendominasi pasar kita. Warung-warung kecil tidak mungkin dibiarkan bertarung dengan pengusaha besar. Orang Padang yang biasa berdagang turun-menurun akan menjadi korban pertarungan seperti ini. Kalau satu warung kecil dikepung dua sampai tiga retail skala sedang dan besar, lama-lama warung kecil pasti akan mati,” ujar Faldo di Padang, kemarin.

 

Untuk mengantisipasi tertekannya usaha retail kecil di Padang, Faldo menilai hal tersebut membutuhkan regulasi dari Pemerintah Kota (Pemko) Padang. Sejauh ini, ia melihat belum ada perhatian serius Pemko Padang untuk menata persaingan dalam sektor usaha tersebut melalui aturan.

 

“Pengusaha retail kita ini banyak yang berdagang di rumah, juga warung kecil. Jika jumlah retail besar dibatasi di setiap kecamatan, tentu usaha dengan modal kecil tidak terlalu sulit bersaing. Uang masyarakat akan tetap berputar kembali di tengah masyarakat, tidak tersedot semua ke retail besar,” tutur mantan Ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia Inggris Raya itu.

 

Berdasarkan kondisi tersebut, Faldo mengajak berbagai pihak berkepentingan untuk menyiapkan kajian pengaturan sektor retail tersebut.

 

“Saya juga pengusaha. Kami tidak perlu diprioritaskan. Yang paling penting itu kompetisi berjalan adil. Ada aturan yang jelas dan keberlangsungan hukum. Yang tidak sesuai aturan ditindak, yang sesuai aturan harus dilindungi. Kalau tidak bisa menjalankan kepastian hukum, sektor usaha sulit tumbuh di Padang,” ucap Anggota Komite Pengembangan Usaha dan Resiko Garuda Indonesia itu.

 

Sementara itu, Sepriadi mengatakan, apabila serius melindungi retail kecil, Pemko Padang harus membuat regulasinya. Apabila tidak ada regulasi, retail kecil akan mati perlahan karena kalah bersaing dengan retail besar. Sementara itu, kalau retail kecil kolaps, hal itu berdampak terhadap berkurangnya penghasilan asli daerah Padang.

 

“Kami tidak anti retail besar, tidak anti kapitalisme. Kami hanya menginginkan keadilan. Kami menginginkan keberpihakan Pemko Padang kepada retail kecil. Pemko Padang jangan hanya menggembar-gemborkan keinginan untuk melindungi retail kecil, tetapi yang terjadi justru sebaliknya. Itu namanya pencitraan,” ujarnya.

Sepriadi menjelaskan, diperlukannya regulasi retail di Padang. Selama ini, bisnis retail di Padang tidak tumbuh karena pangsa pasarnya tidak bertambah. Yang terjadi di Padang adalah bergantinya pelaku retail, sementara pangsa pasar yang diperebutkan jumlahnya sama saja.

 

Sementara itu, Sekdako Padang, Asnel, mengatakan, pihaknya sudah punya rencana sejak dulu untuk membuat perda tentang penataan retail. Namun, hingga kini perda tersebut belum juga dibuat. Perda tersebut akan melarang retail dari luar Sumbar masuk ke Padang, seperti Alfamart dan Indomaret. Hingga kini, meski belum ada perdanya, Pemko Padang berhasil menahan masuk retail berjaringan tersebut.

 

Menjawab pertanyaan apakah Perda yang direncanakan itu ada pengaturan tentang pembatasan jarak antara satu retail dengan retail lainnya, ia mengatakan, tidak ada. Begitu pula upaya Pemko Padang untuk melindungi retail kecil, menurut Asnel, pihaknya melakukannya melalui pembinaan yang dilakukan oleh koperasi dan UMKM.

 

“Di kota-kota besar, retail-retail itu berdempatan. Tidak ada masalah,” katanya. (h/dib)

 


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM