Faldo Maldini Sebut Persaingan Retail di Padang Tidak Sehat


Senin,04 September 2017 - 16:56:28 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Faldo Maldini Sebut Persaingan Retail di Padang Tidak Sehat Pendiri Pulangkampuang.com, Faldo Maldini, berbincang dengan Ketua Aprindo Sumbar, Sepriadi, di Padang, Sabtu (2/9).

PADANG, HALUAN—Berbagai merek usaha retail merebak di Padang. Meski retail waralaba nasional tidak dibolehkan masuk ke Sumatra Barat, seperti Alfamart dan Indomaret, usaha retail skala besar lokal sangat mendominasi ibu kota provinsi ini. Karena itu, usaha-usaha retail kecil dikhawatirkan mulai tersingkirkan dan omzetnya menurun drastis.

Faldo Maldini, pendiri pulangkampuang.com, mendampingi beberapa pakar keuangan mikro dan pelaku usaha kreatif untuk menemui Sepriadi, Ketua DPD Asosiasi Pengusaha Retail Indonesia (Aprindo). Dalam diskusi tersebut, Faldo menilai usaha retail kecil sangat sulit beradaptasi dalam kompetisi usaha retail di Padang.

“Pengusaha retail besar sudah mendominasi pasar kita. Warung-warung kecil tidak mungkin kita biarkan bertarung dengan pengusaha-pengusaha besar. Orang Padang yang biasa berdagang turun-menurun akan menjadi korban dalam pertarungan seperti ini. Kalau satu warung kecil dikepung oleh dua sampai tiga retail skala sedang dan besar, lama-lama warung kecil pasti akan mati,” ujar Faldo di Padang, Sabtu (2/9).

Untuk mengantisipasi tertekannya usaha retail kecil di Padang, Faldo menilai hal tersebut membutuhkan regulasi dari Pemerintah Kota (Pemko) Padang. Sejauh ini, ia melihat belum ada perhatian serius Pemko Padang untuk menata persaingan dalam sektor usaha tersebut melalui aturan.

“Pengusaha retail kita ini banyak yang berdagang di rumah, juga warung kecil. Jika jumlah retail besar dibatasi di setiap kecamatan, tentunya usaha modal kecil tidak terlalu sulit untuk bersaing. Uang masyarakat akan tetap berputar kembali di tengah masyarakat, tidak tersedot semua ke retail besar. Kalau Pemko Padang mendukung usaha kecil, harus tampak pada regulasi yang berpihak,” tutur Mantan Ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia Inggris Raya itu.

Berdasarkan kondisi tersebut, Faldo mengajak berbagai pihak berkepentingan untuk menyiapkan kajian pengaturan sektor retail tersebut.

“Saya juga pengusaha. Bagi kami, kami tidak perlu diprioritaskan. Yang paling penting itu kompetisi berjalan adil. Ada aturan yang jelas dan keberlangsungan hukum. Yang tidak sesuai aturan ditindak, yang sesuai aturan harus dilindungi. Kalau tidak bisa menjalankan kepastian hukum, sektor usaha sulit tumbuh di Padang,” ucap Anggota Komite Pengembangan Usaha Dan Resiko Garuda Indonesia itu.

Sepriadi mengapresiasi kedatangan Faldo dan rombongannya. Menurutnya, regulasi yang tidak jelas dari Pemko Padang sangat merugikan usahanya selama ini. Ia sudah berkonsultasi dengan berbagai pihak di Pemko Padang, tetapi belum mendapatkan tanggapan yang serius.

Ia berpendapat, apabila serius melindungi retail kecil, Pemko Padang harus membuat regulasinya. Apabila tidak ada regulasi, retail kecil akan mati perlahan karena kalah bersaing dengan retail  besar. Sementara itu, kalau retail kecil kolap, hal itu berdampak terhadap berkurangnya penghasilan asli daerah Padang.

“Kami tidak anti ritail besar, tidak anti kapitalisme. Kami hanya menginginkan keadilan. Kami menginginkan kejelasan keberpihakan Pemko Padang kepada retail kecil. Pemko Padang jangan hanya menggembar-gemborkan keinginan untuk melindungi retail kecil, tetapi yang terjadi justru sebaliknya. Itu namanya pencitraan,” ujarnya.

Sepriadi lalu menyebutkan ada beberapa aturan yang bisa dijadikan rujukan dalam membuat perda pelindungan ritel lokal, yakni Perpres Nomor 112 Tahun 2007 dan Permendag Nomor 53 Tahun 2008 tentang Pedoman Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan, dan Toko Modern; dan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.

“Semua aturannya ada di sana. Itu kuncinya. Namun, Sumbar tidak punya aturan turunan dari tiga acuan peraturan itu. Karena itu, saya mendesak pemda dan DPRD untuk membuat perda itu. Sah-sah saja kita di sumbar punya kebijakan istimewa untuk mengatur pengusaha lokal, tetapi perda itu mengacu ke aturan tadi agar tidak tumpamg tindih dengan aturan yang lebih tinggi," katanya.

Sepriadi menjelaskan diperlukannya regulasi retail di Padang. Ia memperhatikan, bisnis retail di Padang tidak tumbuh karena pangsa pasarnya tidak bertambah. Yang terjadi di Padang adalah bergantinya pelaku retail, sementara pangsa pasar yang diperebutkan jumlahnya sama saja.

“Jika tidak ada regulasi, pangsa pasar itu akan diambil oleh retail besar sehingga retail kecil mati perlahan,” ucapnya.

Ke depannya, Sepriadi ingin melihat tanggapan pemimpin Padang terhadap UMKM, terutama retail. Ia menyarankan calon pemimpin Padang ke depannya tidak hanya berbicara soal pelindungan terhadap retail kecil, tetapi membuat kontrak politik untuk itu.

“Satu-satunya jalan menyelamatkan UMKM adalah iktikad pemimpin. Karena itu, pentingnya punya pemimpin yang punya visi yang jelas keberpihakannya terhadap pelaku UMKM, juga retail kecil. Selama ini, banyak konflik horizontal terjadi di tengah masyarakat disebabkan oleh ketidakbecusan birokrasi dalam melaksanakan konsistensinya. Di sanalah pentingnya peran pemimpin,” tuturnya.

Sementara itu, Sekdako Padang, Asnel, mengatakan, pihaknya sudah punya rencana sejak dulu untuk membuat perda tentang penataan retail. Namun, hingga kini perda tersebut belum juga dibuat.

Ia menjelaskan, perda tersebut akan melarang retail dari luar Sumbar untuk masuk ke Padang, seperti Alfamart dan Indomaret. Hingga kini, meski belum ada perdanya, Pemko Padang berhasil menahan masuk retail berjaringan tersebut.

Saat ditanya apakah perda yang direncanakan itu ada pengaturan tentang pembatasan jarak antara satu retail dengan retail lainnya, ia mengatakan bahwa itu tidak ada.“Di kota-kota besar, retail-retail itu berdempatan. Tidak ada masalah,” katanya.

Saat ditanya pula upaya Pemko Padang untuk melindungi retail kecil, Asnel mengatakan, pihaknya melakukannya melalui pembinaan yang dilakukan oleh koperasi dan UMKM. (h/dib)


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

BERITA TERKINI Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM