Saling Adu Kuat, Masyarakat Dibuat Terpecah, Pemimpin 50 Kota Memalukan


Rabu,23 Agustus 2017 - 10:16:19 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Saling Adu Kuat, Masyarakat Dibuat Terpecah, Pemimpin 50 Kota Memalukan Mantan Bupati Limapuluh Kota Alis Marajo (Foto Sumbarsatu.com)

 “Kalau memang ada kesalahan, maka secepatnya diselesaikan, jangan sampai hal seperti ini merusak kestabilan jalannya roda pemerintahan. Saya rasa, harus duduk bersama para pihak terkait, begitu juga dengan keduanya. Biar tuntas semua” Alis Marajo, mantan Bupati 50 Kota.

 

LIMAPULUH KOTA, HARIANHALUAN.COM – Gejolak di Kabupaten Limapuluh Kota seolah bydesign. Ada kesengajaan mencari keruh. Para pemimpin Luak Nan Bungsu itu mengorbankan kepercayaan masyarakat, untuk memenuhi kepentingan dirinya, dan orang selingkarannya semata. Bupati dan wakil bupati serupa saling intai. Saling menjatuhkan. Akibatnya, masyarakat terpecah akibat pemimpinnya tak sejalan. Ini memalukan.

Pengangkatan dua kepala OPD dan pengembalian jabatan Sekretaris Daerah (Sekda), yang dilakukan Wakil Bupati Limapuluh Kota Ferizal Ridwan, yang diamanahkan jadi bupati selama Irfendi Arbi naik haji, sebenarnya hanya puncak dari ketegangan keduanya. Sebelum-sebelumnya, mereka sudah bersitegang secara tidak langsung. Terutama dalam penempatan pejabat. Baru lima bulan menjabat, ketidakharmonisan keduanya telah tercium publik, termasuk DPRD setempat.

Tapi sayang, tidak ada yang segera membenahi. Baik kalangan DPRD, atau tokoh masyarakat Limapuluh Kota, yang banyak menjadi orang cerdik, bergelar profesor dan punya kuasa. Dibiarkan saja. Setelah ketegangan memuncak, baru banyak yang bicara. Tuding sana, tuding sini. Sikap yang sebenarnya tak perlu.

“Ini harus diselesaikan segera mungkin. Jangan biarkan kemelut terus terjadi,” tutur mantan Bupati Limapuluh Kota Alis Marajo,  Selasa (22/8) malam.

Irfendi Arbi punya kubu, Ferizal juga. Keduanya saling adu kuat. Adu pengaruh. Para pembisik mengompori. Memanaskan suasana. Bukan malah memberikan saran untuk berdamai. Walau Ferizal Ridwan mengklaim tak ada masalah dengan bupati, pun sebaliknya, tapi masyarakat tak bodoh-bodoh amat menilai.

Keduanya jelas pecah, atau dipecah oleh orang-orang sekelilingnya. Ketidakharmonisan ini juga sampai ke telinga Gubernur Sumbar Irwan Prayitno. Keduanya sudah dipanggil, coba didamaikan. Alih-alih akur, ketegangan malah memuncak. Omongan gubernur sebagai berpanjangan tangan pemerintah pusat, tidak didengarkan keduanya.

Kisruh kedua pemimpin ini membawa malu bagi Limapuluh Kota. Keduanya, Irfendi – Ferizal sebenarnya jadi puncak harapan masyarakat Limapuluh Kota untuk kebaikan. Pada Pilkada, keduanya calon paling miskin. Tidak punya uang. Orang banyak menjalankan katidiang, badoncek untuk memenuhi biaya kampanye mereka. Walau melarat, tapi keduanya punya barisan yang solid, kepercayaan penuh dari masyarakat.

Hampir tak ada yang berbicara uang, ketika berjuang dalam Pilkada. Kemenangan yang diraih jelas bukan hanya karena mereka punya pengaruh. Ada banyak tangan yang membantu. Kepercayaan inilah yang seakan dinodai keduanya.


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM