Catatan Bhenz Maharajo

Sekeping Mimpi untuk Limapuluh Kota


Rabu,23 Agustus 2017 - 01:18:43 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Sekeping Mimpi untuk Limapuluh Kota Bhenz Maharajo

GEJOLAK di Kabupaten Limapuluh Kota seolah bydesign. Ada kesengajaan mencari keruh, dengan dalih ingin mencari jernih. Para pemimpin Luak Nan Bungsu mengorbankan kepercayaan masyarakat, untuk memenuhi kepentingan dirinya, dan orang selingkarannya semata. Bupati dan wakil bupati serupa saling intai. Mencari celah untuk menjatuhkan. Akibatnya, masyarakat terpecah. Pemimpin yang tak sejalan jadi pangkabala keresahan. Betapa memalukannya.

Pengangkatan dua kepala OPD dan pengembalian jabatan Sekretaris Daerah (Sekda), yang dilakukan Wakil Bupati Limapuluh Kota Ferizal Ridwan, yang diamanahkan jadi bupati selama Irfendi Arbi naik haji, sebenarnya hanya puncak dari ketegangan keduanya. Saat itu pula Ferizal Ridwan bisa mengabarkan kepada siapa saja yang bertelinga dan bisa membaca, kalau negeri yang dipimpinnya selama 43 hari itu sedang sakit kronis. Ibarat bisul, menunggu hari untuk pecah. Bernanah.

Sebelum-sebelumnya, keduanya sudah bersitegang secara tidak langsung. Terutama dalam penempatan pejabat. Baru lima bulan menikmati kursi kekuasaan, ketidakharmonisan keduanya telah tercium publik, termasuk DPRD setempat. Tapi sayang, tidak ada yang segera membenahi. Baik kalangan DPRD, atau tokoh masyarakat Limapuluh Kota, yang banyak menjadi orang cerdik, dan punya kuasa. Seolah dibiarkannya saja. Bahkan ikut pula berkubu-kubu. Setelah ketegangan memuncak, baru banyak yang bicara. Mengeluarkan jurus debat kusir nan tak jelas ujung pangkal, dan untungnya bagi masyarakat. Tuding sana, tuding sini.

Ada pula yang seolah menyalahkan wartawan karena intens mengkritik situasi panas di birokrasi Pemkab Limapuluh Kota. Oalaa, tak paham mereka kalau wartawan wajib memberitakan segala hal yang menyangkut kepentingan publik, agar tidak menjadi isu liar di tengah masyarakat. Wartawan itu meluruskan dengan fakta, menulis dengan fakta. Jika ada yang mengaku wartawan, tapi berita yang dibuatnya bukan merujuk fakta jurnalistik, yang bergerak dinamis, bolehlah disangkal sesuai aturan. Lagi pula, wartawan bikin berita, bukan inginnya dia pula, tapi membawa keinginan dan kepentingan publik, yang memang berhak tahu kurenah pemimpinnya. Soal penilaian baik buruk, itu bergantung cernaan masing-masing.

Sikap nan demikian, berdebat kusir agar dianggap hebat, menyudutkan kelompok lain, termasuk wartawan, sebenarnya tak perlu. Jangan serupa mahasiswa semester satu nan suka berdebat saja. Diketengahkan masalah padanya, habis akal.

Ada pernah saya dengar, para tokoh Gonjong Limo bertemu bupati dan Wabup beberapa bulan lalu, dan mencoba melakukan mediasi agar kedua pemimpin berdamai. Tapi sampai sekarang belum ada hasilnya. Sayangnya, pertemuan itu tidak intens dilakukan. Itu juga dikarenakan, di depan para tokoh keduanya tidak mengaku kalau sedang bertikai. Mereka berupaya membuat gestur seolah akrab. Sementara, kemelut, sadar atau tidak, terus tercipta atas sikap keduanya. 

Secara pribadi, saya juga beberapa kali mencari celah agar kedua ulil amri itu tidak lagi bersitegang. Menyebut ke pejabat berkompeten dan ketua partai pendukung keduanya sewaktu Pilkada. Ketua DPW PKB Sumbar, Febby Datuak Bangso serta Ketua DPD PDI Perjuangan Sumbar, Alex Indra Lukman, paling sering saya nyinyiri. Namun apa daya, tak mangkus juga, walau deretan orang yang saya mintai jadi penengah telah berupaya maksimal.

Irfendi Arbi punya kubu, Ferizal juga. Keduanya saling adu kuat. Adu pengaruh. Para pembisik mengompori. Memanaskan suasana. Bukan malah memberikan saran untuk berdamai. Walau Ferizal Ridwan mengklaim tak ada masalah dengan bupati, pun sebaliknya, tapi masyarakat tak bodoh-bodoh amat menilai. Keduanya jelas pecah, atau dipecah oleh orang-orang sekelilingnya. Ketidakharmonisan ini juga sampai ke telinga Gubernur Sumbar Irwan Prayitno. Keduanya sudah dipanggil, coba didamaikan. Alih-alih akur, ketegangan malah memuncak. Omongan gubernur sebagai berpanjangan tangan pemerintah pusat, tidak didengarkan keduanya. Maunya apa? Rarak galeh martabat kampung ini sekarang.


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM