Dua Mahasiswa Minang di Mesir Segera Dideportasi


Senin,21 Agustus 2017 - 01:51:28 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Dua Mahasiswa Minang di Mesir Segera Dideportasi Ilustasi/Haluan

JAKARTA, HALUANKasus dua mahasiswa asal Limapuluh Kota, Sumbar, yang ditahan di Mesir sejak awal Agustus, akhirnya mendapatkan titik terang. Kedua mahasiswa Universitas Al Azhar Kairo tersebut akan segera dideportasi. Keduanya dipulangkan dan tidak akan bisa melanjutkan kuliahnya di Universitas Al Azhar, Kairo, Mesir.

Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi mengatakan, tim Konsuler KBRI Kairo sudah bisa menemui dua WNI tersebut sejak 13 Agustus lalu. Dia menjelaskan, otoritas setempat sudah memberikan keterangan kepada pihak KBRI di Kairo, bahwa dua mahasiswa asal Indonesia itu sudah bisa dipulangkan. "Iya (dideportasi). Rencana pemulangan adalah akhir Agustus," kata Retno.

Retno menjelaskan, saat ini, kedua mahasiswa tersebut masih ditahan oleh pihak polisi setempat di daerah Aga.  Ia tak menjelaskan secara detail mengapa dua mahasiswa asal Sumatera Barat tersebut ditahan. Namun, belajar dari kasus itu, Retno tak henti-hentinya mengimbau WNI yang tinggal di luar negeri untuk menghormati dan mematuhi aturan setempat.  "Sebagaimana yang kita minta, kalau ada orang asing yang tinggal di Indonesia, kita juga minta mereka untuk menghormati aturan dan hukum kita," lanjutnya, seperti dikutip dari Kumparan.com.

Dua mahasiswa Minang, Nurul Islami dan Muhammad Hadi ditahan oleh kepolisian Provinsi Ad-Daqohliyyah, Mesir, sejak 1 Agustus lalu. Keduanya ditahan karena memasuki kota Samanud. Padahal, aturan di Mesir sendiri menyebut warga negara asing dilarang untuk masuk ke wilayah itu.  Dua mahasiswa tersebut menempuh pendidikan jurusan Syariah tingkat 3 di Universitas Al-Azhar.

Sebelumnya, Ketua Kesepakatan Mahasiswa Minangkabau di Mesir, Muhammad Alfatih mengatakan, kawasan yang dikunjungi dua mahasiswa itu adalah Desa Samanud. Desa itu adalah zona terlarang yang ditetapkan PemerintahMesir beberapa tahun belakangan ini. Warga asing dilarang memasuki daerah tersebut. “Dulu mereka tinggal di sana. Dulu daerah itu belum dilarang untuk dimasuki orang asing. Akan tetapi, sejak pemerintahan baru daerah itu, tempat itu dilarang dimasuki orang asing,” ujar Alfatih saat dihubungi Haluan beberapa waktu yang lalu.

Ia menjelaskan, pada tahun ini, dua mahasiswa itu pindah ke Kairo. Beberapa barang-barang mereka tinggal di Desa Samanud itu. Pada hari H ditangkap pihak keamanan Markaz Aga, mereka sedang berada di sana untuk mengambil barang yang tersisa. Pada pukul dua dini hari waktu setempat, mereka keluar untuk mencari minuman. Padahal, ketika itu, polisi berkeliaran di mana-mana.

“Minuman yang mereka beli itu bukan minuman beralkohol, melainkan minuman biasa. Mereka mencari minuman ke luar rumah karena di rumah mereka tidak ada apa-apa karena rumah itu sudah lama ditinggalkan,” tuturnya.

Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon pun meminta Kemenlu total melakukan pembebasan karena keduanya dianggap tidak melakukan perbuatan melawan hukum. Fadli Zon mengharapkan tidak terjadi lagi kasus serupa kemudian hari. Menurutnya, kedua mahasiswa asal Sumbar tidak tidak mlakukan perbuatan melawan hukum. "Saya kira ini yang harus dibantu maksimal Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) kita yang merupakan ujung tombak untuk melindungi para pelajar Indonesia di Mesir, yang jumlahnya mencapai 4.000-an mahasiswa. Informasi yang saya dapatkan, kedua mahasiswa yang ditahan tidak melawan hukum,” jelas Fadli.

Kasus ini menurut politisi F-Gerindra itu, hampir sama dengan kasus empat mahasiswa yang ditangkap awal Juli lalu. Mahasiswa itu ditangkap, tanpa ada kejelasan hukum dan keterangan yang jelas. Karena itu kata Fadli Zon, pihaknya akan mengundang Dubes RI untuk Mesir, termasuk Dubes Mesir untuk Indonesia, guna membahas permasalahan itu. “Nanti di DPR tentu akan saya melanjutkan ini ke Dubes kita untuk Mesir, Komisi I DPR dan jika memungkinkan saya akan undang Dubes Mesir untuk Indonesia, supaya kasus ini tidak terjadi berulang. Jangan sampai ada kriminalisasi dan salah tangkap lagi,” kata Fadli Zon.

Ketua PPMI Mesir, Pangeran Arsyad Ihsanulhaq mengatakan, dua mahasiswa Al Azhar asal Limapuluh Kota ditangkap aparat keamanan Mesir pada tanggal 1 Agustus 2017 lalu di Kota Samanud, sekitar tiga jam perjalanan dari Mesir. Keduanya, Muhammad Hadi dan Nurul Islami. Arsyad memastikan, dokumen kedua mahasiswa ini cukup lengkap.

Arsyad menjelaskan kronologi penangkapan tersebut. Kejadian bermula saat ada evakuasi kepada mahasiswa Mesir yang ada di Samanud. Namun karena evakuasi berlangsung terburu-buru, keduanya belum membawa barang-barang pribadinya. Kemudian karena keduanya berencana untuk pulang ke Indonesia, mereka hendak mengambil barang-barang yang berada di flat, di Samanud. “Saat mereka berada di Samanud karena hendak mengambil barang, ditangkap aparat keamanan. Kami prihatin dengan kondisinya, karena belum ganti baju dari 1 Agustus lalu. KBRI sudah melakukan imbauan, tetapi dua mahasiswa itu bukan mau tinggal di sana, tapi mengambil barang yang ada di flat-nya. Kami melihat tidak ada ancaman di Samanud, karena hal itu persoalan politik dalam negeri, dimana Samanud menjadi basis Mursy,” jelas Arsyad. (h/ben)

 

 


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis,24 Agustus 2017 - 11:20:40 WIB

    Dua Mahasiswa Minang Dibebaskan Polisi Mesir

    Dua Mahasiswa Minang Dibebaskan Polisi Mesir LIMAPULUH KOTA, HARIANHALUAN.COM – Dua mahasiswa Sumatera Barat asal Kabupaten Limapuluh Kota, Muhammad Hadi dan Nurul Islami yang ditahan oleh otoritas kepolisian Kota Aga, Samanud, Mesir sejak awal Agustus, dikabarkan su.
  • Rabu,16 Agustus 2017 - 10:37:18 WIB

    Masih Ditahan Polisi Militer, Dua Mahasiswa Minang Tidak Melawan Hukum

    Masih Ditahan Polisi Militer, Dua Mahasiswa Minang Tidak Melawan Hukum JAKARTA, HARIANHALUAN.COM – Kasus penahanan dua mahasiswa asal Limapuluh Kota oleh polisi Mesir belum jua berujung. Nasib keduanya juga belum tentu, apakah akan dideportasi atau malah menjalani hukuman. Wakil Ketua DPR RI F.
  • Selasa,15 Agustus 2017 - 11:24:00 WIB

    Dua Mahasiswa Minang di Mesir, Berkemungkinan Tidak Bisa Lagi Kuliah di Al Azhar

    Dua Mahasiswa Minang di Mesir, Berkemungkinan Tidak Bisa Lagi Kuliah di Al Azhar PADANG, HARIANHALUAN.COM—Kabar terbaru dua mahasiswa Indonesia asal Sumatra Barat yang ditahan polisi Mesir sejak 1 Agustus, saat ini mereka sudah bisa ditemui oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kairo. Kejaksaan .
  • Kamis,10 Agustus 2017 - 13:57:22 WIB

    Bebaskan Dua Mahasiswa Sumbar di Mesir, Dubes Kirim Pengacara

    Bebaskan Dua Mahasiswa Sumbar di Mesir, Dubes Kirim Pengacara PADANG, HARIANHALUAN.COM—Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kairo belum bisa menemui dua orang mahasiswa Al Azhar asal Sumatara Barat (Sumbar), Nurul Islami dan Muhammad Hadi, yang ditahan polisi Markaz Aga, Provinsi .
  • Rabu,09 Agustus 2017 - 22:26:44 WIB

    Masuki Daerah Terlarang, Dua Mahasiswa Minang di Mesir Ditahan Polisi

    Masuki Daerah Terlarang, Dua Mahasiswa Minang di Mesir Ditahan Polisi PADANG, HARIANHALUAN.COM—Beredar informasi tentang dua mahasiswa Universitas Al Azhar, Kairo, Mesir, Jurusan Syariah tingkat III, warga Limapuluh Kota, Sumatra Barat, ditahan pihak keamanan Markaz Aga, Provinsi ad.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM