Seorang Jamaah Haji Kloter 16 Asal Padang Meninggal di Mekah


Jumat,18 Agustus 2017 - 23:26:00 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Seorang Jamaah Haji Kloter 16 Asal Padang Meninggal di Mekah Tampak masih banyak kerabat dari almarhum Emdenis (59) jamaah haji asal Embarkasi Padang yang meninggal dunia di tanah suci, di rumah duka Jalan Mustang nomor 16 A Dadok Tunggul Hitam, kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Jumat (18/8). Yuhendra.

PADANG, HARIANHALUAN.COM - Satu orang kelompok terbang (kloter) 16 Embarkasi Padang meninggal dunia di tanah suci pada Kamis, (17/8) sekitar pukul 09.10 Waktu setempat atau 13.10 WIB.

Berdasarkan infromasi yang dihimpun Haluan,  Jamaah haji itu diketahui bernama Emdeniz Mukhtaruddin (59) merupakan jamaah asal Padang yang beralamat di Jalan Mustang nomor 16 A Dadok Tunggul Hitam, kecamatan Koto Tangah, Kota Padang.

Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) embarkasi Padang, Syamsuir Ilyas membenarkan kejadian tesebut dan jenazah Jamaah yang merupakan dosen Kimia Unand itu saat ini telah dikebumikan pada Kamis (17/8) sekitar sore menjelang magrib di Saudi Arabia.

“Iya, kami menerima informasi dari petugas di sana (Arab Saudi) Jamaah Haji kloter 16 meninggal dalam di tempat penginapannya, jenazah almarhum telah dikebumikan Syarayya Makkah, meninggalnya diduga karena penyakit yang dideritanya kambuh,” kata Syamsuir, Jumat (18/7).

Pihaknya akan terus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan panitia di tanah suci untuk mengetahui perkembangan jamaah haji khsusnya dari embarkasi Padang.

“Kami telah menghubungi pihak keluarga dan telah melakukan shalat ghaib, kami akan terus memantau perkembangan jamaah, memang saat ini kondisi sangat panas, kondisi jamaah yang resiko tinggi sejauh ini dalam kondisi terkendali,” terangnya.

Syamsuir mendoakan, semoga amalan ibadah almarhum diterima Allah SWT dan mendapat balasan syurga-Nya.

“Ia meninggal dalam menghadap Allah, dan sama kita ketahui balasan haji itu surga, semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi musibah ini,” harapnya.

Sementara itu, Menurut keterangan anak pertama almarhum, Devina Amalia (32) mengatakan ia mendapatkan kabar meninggal ayahnya melalui pesan Whatsapp yang dikirimkan ketua regu orangtuanya yang merupakan mertua dari Devina.

“Kami mendapat kabar Bapak meninggal mendadak, selanjutnya pihak dari KBIH juga telah datang kesini unuk melayat, jelang sore pada kamis kemarin juga setelah shalat asyar juga dilakukan shalat gaib dan akan melakukan yasinanan pada malam harinya” katanya saat dijumpai Haluan dirumah duka, Jumat (18/7) siang.

Sebagai anak, ketika keberangkatan bapaknya ke tanah suci tidak ada firasat yang dirasakannya dan membayangkan orangtua akan meninggal di Tanah suci. Menurutnya keberangkatan pada Selasa (15/8) lalu ia dan saudara serta keluarganya melepas bersama di rumahnya.

“Tidak ada firasat sama sekali, memang kami tidak ada berdoa memanggil warga, Cuma sebelum berangkat bapak mendatngi rumah-rumah tetangga sehingga kondisi itu kami anggap biasa untuk keberangkatan haji, semoga bapak diterima amalan ibadahnya dan di masukkan ke surga, apalagi bapak dalam rangka menunaikan ibadah kepadanya, kami mengikhlaskan dan terus berdoa semoga diberikan kekuatan dan kesabaran,” tutur Devina penuh keharuan berusaha ikhlas.

Disebutkannya, dosen Kimia Unand itu memiliki tiga anak dan untuk keberangkatan tidak ada pihak keluarga terdekat yang menampingi keberangkatannya.

“Sebenarnya untuk keberangkatan haji ini bapak mendaftar bersama ibu, namun ibu kami telah terlebih dahulu menghadap pada ilahi pada September tahun lalu, namun untuk keberangkatan kebetulan ada mertua saya yang juga berangkat,” ucap anak pertama Emdeniz tersebut.

Diakui anak sulung Emdeniz itu, orangtuanya memang memilki riwayat jantung yang dialaminya pada 2007 lalu, namun sudah sembuh. Begitun ketika keberangkatan Emdeniz memenuhi istithaah keberangkatan.

“Bapak dalam keadaan sehat ketika berangkat, sebelumnya penah sakit, ketika berangkat bapak dalam keadaan sehat walafiat,” ucapnya.

Saat ini keluarga Emedenis terus berdatangan dan berdoa bersama dikediamannya.

“Kami ada 4 saudara, dan uda Emdenis anak pertama, semoga allah menerima segala amalan ibadahnya,” ucap adik kedua Emdenis, Mulyadi (46) yang masih berada dirumah duka sampai saat ini. (h/mg-hen)

 

Editor: Rivo Septi Andries


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Jumat,02 Juni 2017 - 19:28:09 WIB

    Diduga Seorang Milisi Maute di Filipina Berasal dari Agam

    Diduga Seorang Milisi Maute di Filipina Berasal dari Agam PADANG, HARIANHALUAN.COM—Perang antara tentara Filipina dengan milisi Maute masih berlangsung. Anggota Milisi Maute yang berafiliasi dengan ISIS diketahui ada yang berasal dari negara Indonesia dan salah satunya bernama Al .
  • Selasa,29 Maret 2016 - 03:15:19 WIB
    Hendak Ledakan Diri

    Seorang Gadis Kecil Klaim Diculik Boko Haram

    YAOUNDE, haluan — Otoritas di Kamerun dan Nigeria menyelidiki klaim dari seorang calon pelaku bunuh diri yang mengaku sebagai salah satu dari anak-anak sekolah yang diculik kelompok militan Boko Haram pada 2014, lalu..
  • Kamis,24 Maret 2016 - 04:01:35 WIB
    Koalisi AS akan Terus Gempur ISIS

    Seorang WNI Jadi Korban Bom Brussels

    Seorang WNI Jadi Korban Bom Brussels BRUSSEL, HALUAN — Seorang warga negara Indonesia (WNI), dilaporkan ikut menjadi korban luka dalam serangan berdarah bom ISIS di stasiun kereta bawah tanah dan Bandara Zaventem, Brussel Belgia, Selasa (22/3) lalu. .

BERITA TERKINI Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM