Masih Ditahan Polisi Militer, Dua Mahasiswa Minang Tidak Melawan Hukum


Rabu,16 Agustus 2017 - 10:37:18 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Masih Ditahan Polisi Militer, Dua Mahasiswa Minang Tidak Melawan Hukum Muhammad Hadi dan Nurul Islami Elfis, dua mahasiswa Limapuluh Kota, Sumatra Barat yang sedang kuliah di Al Azhar, saat ditemui KBRI Kairo di Markas Polisi Kota Aga, Provinsi ad-Daqohliyyah, Mesir, Minggu (13/8). IST

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM – Kasus penahanan dua mahasiswa asal Limapuluh Kota oleh polisi Mesir belum jua berujung. Nasib keduanya juga belum tentu, apakah akan dideportasi atau malah menjalani hukuman. Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon pun meminta Kemenlu total melakukan pembebasan karena keduanya dianggap tidak melakukan perbuatan melawan hukum.

Fadli Zon mengharapkan tidak terjadi lagi kasus serupa kemudian hari. Menurutnya, kedua mahasiswa asal Sumbar tidak tidak mlakukan perbuatan melawan hukum. "Saya kira ini yang harus dibantu maksimal Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) kita yang merupakan ujung tombak untuk melindungi para pelajar Indonesia di Mesir, yang jumlahnya mencapai 4.000-an mahasiswa. Informasi yang saya dapatkan, kedua mahasiswa yang ditahan tidak melawan hukum,” jelas Fadli.

Kasus ini menurut politisi F-Gerindra itu, hampir sama dengan kasus empat mahasiswa yang ditangkap awal Juli lalu. Mahasiswa itu ditangkap, tanpa ada kejelasan hukum dan keterangan yang jelas. Karena itu kata Fadli Zon, pihaknya akan mengundang Dubes RI untuk Mesir, termasuk Dubes Mesir untuk Indonesia, guna membahas permasalahan itu. “Nanti di DPR tentu akan saya melanjutkan ini ke Dubes kita untuk Mesir, Komisi I DPR dan jika memungkinkan saya akan undang Dubes Mesir untuk Indonesia, supaya kasus ini tidak terjadi berulang. Jangan sampai ada kriminalisasi dan salah tangkap lagi,” kata Fadli Zon.

Ketua PPMI Mesir, Pangeran Arsyad Ihsanulhaq mengatakan, dua mahasiswa Al Azhar asal Limapuluh Kota ditangkap aparat keamanan Mesir pada tanggal 1 Agustus 2017 lalu di Kota Samanud, sekitar tiga jam perjalanan dari Mesir. Keduanya, Muhammad Hadi dan Nurul Islami. Arsyad memastikan, dokumen kedua mahasiswa ini cukup lengkap.

Arsyad menjelaskan kronologi penangkapan tersebut. Kejadian bermula saat ada evakuasi kepada mahasiswa Mesir yang ada di Samanud. Namun karena evakuasi berlangsung terburu-buru, keduanya belum membawa barang-barang pribadinya. Kemudian karena keduanya berencana untuk pulang ke Indonesia, mereka hendak mengambil barang-barang yang berada di flat, di Samanud. “Saat mereka berada di Samanud karena hendak mengambil barang, ditangkap aparat keamanan. Kami prihatin dengan kondisinya, karena belum ganti baju dari 1 Agustus lalu. KBRI sudah melakukan imbauan, tetapi dua mahasiswa itu bukan mau tinggal di sana, tapi mengambil barang yang ada di flat-nya. Kami melihat tidak ada ancaman di Samanud, karena hal itu persoalan politik dalam negeri, dimana Samanud menjadi basis Mursy,” jelas Arsyad.

Arsyad berharap, pemerintah Indonesia memberikan perhatian khusus dan berusaha membebaskan mahasiswa yang ditangkap. Ia mendapat informasi, KBRI telah membentuk tim pengacara untuk membebaskan para mahasiswa, dan sudah bertemu dengan dua mahasiswa itu setelah 12 hari penangkapan. “Tapi belum tampak hasil yang signifikan dari pertemuan tersebut. Status belum jelas, apakah dapat bebas, atau terancam dideportasi. Jika deportasi, maka pendidikan tidak bisa dilanjutkan. Harapan kami, karena mereka tidak terlibat apapun, agar diberikan bantuan. Karena sejak ditangkap sejak 1 Agustus lalu, mereka tentu sangat mendapatkan pengalaman yang buruk,” jelas Arsyad.


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis,12 Mei 2016 - 04:30:19 WIB

    Irak Masih Sulit Keluar dari Krisis

    BAGHDAD, HALUAN —Ak­si-aksi protes yang menuntut reformasi politik sudah tidak berada di jalan-jalan Bagh­dad, ibu kota Irak. Namun, tantangan yang melatar­bela­kangi protes massa dan keti­dakstabilan keamanan, be­lum.
  • Kamis,21 April 2016 - 02:12:35 WIB

    Gempa di Ekuador Sudah Renggut 525 Nyawa, 1.700 Masih Hilang

    Equator, Haluan — Jumlah korban tewas akibat gempa bumi yang meng­guncang Ekuador terus ber­tambah. Hingga Rabu (20/4/2016), bencana itu tercatat telah merenggut 525 nyawa..
  • Senin,18 April 2016 - 04:24:04 WIB
    Gempa Jepang

    Puluhan Orang Masih Terkubur

    Puluhan Orang Masih Terkubur KYUSHU, HALUAN—Gempa susulan yang kuat terus melanda pulau Kyushu, Jepang hari Minggu (17/4) sementara tim penyelamatan dan pencarian (SAR) menghadapi kondisi cuaca buruk untuk menyelamatkan puluhan orang yang diyakini masi.
  • Senin,18 April 2016 - 03:15:35 WIB
    Korban Tewas Terus Bertambah

    Situasi Guayaquil Masih Mengerikan

    Situasi Guayaquil Masih Mengerikan GUAYAQUIL, HALUAN — Gempa dahsyat yang dialami Ekuador telah menewaskan sedikitnya 77 orang dan melukai ratusan lainnya. Kota-kota di pesisir hancur dan memaksa para warga mengungsi ke dataran yang lebih tinggi pada Sabtu m.
  • Sabtu,12 Maret 2016 - 03:41:56 WIB
    Dikabarkan Tewas dalam Serangan Udara AS

    Menteri Perang ISIS Masih Hidup

    Menteri Perang ISIS Masih Hidup LONDON, HALUAN — Organisasi Pemantau HAM Suriah, Kamis (10/3), mengatakan, Abu Omar al-Shishani, salah seorang komandan senior ISIS, masih hidup meski mengalami luka berat..

BERITA TERKINI Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM