Pasbar, Hasilkan 1,6 Juta Ton TBS Setiap Panen


Selasa,15 Agustus 2017 - 18:14:00 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Pasbar, Hasilkan 1,6 Juta Ton TBS Setiap Panen Wakil Bupati Pasbar H. Yulianto berfoto bersama dengan kepala OPD dan pengurus KPS Perintis PIR Bun Ophir pada panen perdana setelah peremajaan. Osniwati 

PASBAR, HARIANHALUAN.COM—Kabupaten Pasaman Barat memiliki luas perkebunan sawit sebanyak 100 ribu ha dan panen setiap hari 1,6 juta ton. Namun, kondisi tersebut saat ini sudah menurun dengan adanya peremajaan di beberapa perkebunan, baik milik perusahaan maupun milik petani.

Wakil Bupati Pasbar H. Yulianto SH ketika panen perdana dan pengiriman TBS anggota plasma I KLP sampai dengan XXVI siklus II ke PT. GSA Koperasi Perkebunan Kelapa Sawit (KPS) Perintis Pir Bun Ophir kemarin (15/8), mengatakan Pasbar khususnya  perkebunan sawit di Simpang Tigo Ophir pernah menjadi perkebunan percontohan hingga ke tingkat nasional.

“Apresiasi tersebut diberikan oleh pemerintah ke Pasbar, kita pernah mengalami atau merasakan kesuksesan tersebut. Perkebunan sawit kita pernah menjadi yang terbaik di Indonesia malah,”tutur H. Yulianto.

Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan Pasbar Alfitri Noven menjelaskan perkebunan sawit di Pasbar memiliki beberapa persoalan yang menjadi penyebab menurunnya hasil panen. Seperti pemilihan bibit yang kurang bagus yang berimbas kepada kualitas buah.  Harga TBS yang sering mengalami fluktuasi atau mengalami perubahan serta timbangan dari pembeli sawit yang tidak jujur atau tidak melalui KIR.

“Inilah menjadi tugas kita bersama ke depan, bagaimana luas perkebunan sawit kita itu menghasilkan buah yang bagus serta membuat perekonomian meningkat,”urai Alfitri Noven.

Selanjutnya, kata Alfitri Noven peremajaan yang dilakukan oleh kelompok tani saat ini sudah mulai melirik bibit yang unggul. Sebanyak 13.700 ha peremajaan yang dilakukan sudah menunjukkan hasil yang memuaskan. Sedangkan untuk harga TBS sekarang ini mencapai Rp 1.785 per kg.

“Kerjasama kita dengan koperasi sawit yang sudah berjalan selama ini cukup bagus. Petani sudah melirik teknologi sebelum terjun ke perkebunan,”pungkas Alfitri Noven.(h/ows)

 

Editor: Rivo Septi Andries


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Jumat,24 Maret 2017 - 16:20:38 WIB

    Peredaran Pupuk Subsidi di Pasbar, DPRD: Rekomendasikan Pembatalan Distributor

    Peredaran Pupuk Subsidi di Pasbar, DPRD: Rekomendasikan Pembatalan Distributor PASBAR, HARIANHALUAN.COM—DPRD Kabupaten Pasaman Barat menilai pupuk subsidi urea yang beredar saat ini dari PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) diduga ilegal dan tidak sesuai dengan peraturan karena telah melecehkan Peraturan Ment.
  • Minggu,19 Februari 2017 - 22:10:33 WIB

    Milad ke 70 HMI Pasbar, Gelar Lomba Pidato dan Gerak Jalan

    Milad ke 70 HMI Pasbar, Gelar Lomba Pidato dan Gerak Jalan PASBAR, HALUAN-- Himpunan Mahasiswa (HMI) Cabang Pasaman Barat (Pasbar) peringati Milad Ke 70 dengan berbagai kegiatan, di antaranya gerak jalan santai, lomba pidato dan undian berhadiah. Gerak jalan santai yang diikuti ratus.
  • Minggu,08 Januari 2017 - 08:08:29 WIB

    Soal Distributor Pupuk di Pasbar, Ini Jawaban PT PIM

    PASBAR, HALUAN -- Kepala Wilayah Sumbar PT PIM, Edi menanggapi keluhan yang muncul di Pasaman Barat soal penunjukkan distributor pupuk di wilayah tersebut. Ia mengakui sudah menerima surat rekomendasi Bupati Pasaman Barat soa.
  • Rabu,30 November 2016 - 13:21:41 WIB

    Gerakan Nusantara Bersatu di Pasbar, NKRI Harga Mati

    Gerakan Nusantara Bersatu di Pasbar, NKRI Harga Mati PASBAR, HALUAN--Indonesia saat ini sedang mengalami gejolak dan dilanda unsur Suku Agama Ras dan Antar golongan (SARA ). Untuk itu, perlu dilakukan sebuah gerakan agar persatuan dan kesatuan kembali terjaga. Gerakan Nusantar.

BERITA TERKINI Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM