Waspadai Jerat Penipuan UN Swissindo


Jumat,11 Agustus 2017 - 17:49:51 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Waspadai Jerat Penipuan UN Swissindo Ilustasi.NET

Ternyata, saat dihubungi pada waktu yang telah disepakati, Erwin melimpahkan kewenangan ke bagian pelayanan untuk menjawab pertanyaan. “Saya dapat perintah dari pimpinan untuk menghubungi bagian pelayanan yang berwenang menjawab pertanyaan terkait swissindo,” sambungnya.

Bagian Pelayanan Bank Mandiri Padang Nurul Hasanah saat dikonfirmasi Haluan, sekitar pukul 19.15 WIB enggan memberikan keterangan. Seakan antara Erwin dan Nurul Hasanah saling lempar bola. Beberapa selang waktu, Nurul Hasanah mengirimkan relis dari pusat. “Berikut saya kirimkan relis dari pusat,” ujarnya.

Di pusat, Bank Mandiri tidak pernah bekerjasama dengan organisasi yang mengaku bernama UN-Swissindo. Atas hal tersebut, Bank Mandiri tidak bertanggungjawab atas segala resiko dari informasi yang beredar di masyarakat terkait organisasi tersebut. Termasuk tentang pendaftaran voucher Human Obligation (VM1) di kantor Bank Mandiri.

Kemudian, satuan tugas penanganan dugaan tindakan melawan hukum di bidang penghimpunan dana masyarakat dan pengelolaan investasi. Satgas waspada investasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebelumnya telah meminta masyarakat mewaspadai penipuan UN-Swissindo dengan berbagai modus pengumpulan dana masyarakat.

Bagi masyarakat maupun nasabah yang menerima atau menemukan dokumen sebagaimana tersebut di atas maupun informasi lain sejenis agar dapat menyerahkannya kepada kantor PT Bank Mandiri (Persero) TBK terdekat atau menghubungi Mandiri call 14000.

Pertanyakan Kebijakan OJK

Advokat UN Swissindo dari Kantor Hukum HNP dan Partners mempertanyakan surat edaran Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang menyebut UN Swissindo sebagai lembaga jasa keuangan terlarang atau ilegal. Hendra Zaputra SH CLA dari kantor hukum HNP dan Partners menegaskan wujud visi dan misi OJK adalah melindungi kepentingan konsumen dan masyarakat. Dan dalam keterangan UN Swissindo bukanlah merupakan pembiayaan investasi.

Menurut Hendra, pada pokoknya UN Swissindo bertujuan memperjuangkan kesejahteraan rakyat dan kesetaraan keadilan sosial yang adil dan beradab melalui program SPBU-Voucher M1-Pembebasan Hutang dan UN Swissindo Siap bersinergi mendukung Kebijakan pemerintah mewujudkan ekonomi kerakyatan di seluruh 34 Propinsi untuk menjadi lebih baik.

“Atas pemberitaan yang berkembang, masyarakat merasa resah. Kami sangat menyayangkan OJK mengeluarkan surat edaran tentang bahayanya UN Swissindo tanpa meminta atau memanggil pihak UN Swissindo untuk dimintai keterangannya, melainkan hanya sepihak,” tegas Hendra seperti dikutip dari laman PERS UN – Swissindo di Facebook. Dia meminta OJK untuk dapat mengundang pimpinan UN Swissindo, Ir Soegihartono. (h/win/rin/mg-adl)

 

Editor: Rivo Septi Andries

 

 


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Selasa,09 Juni 2015 - 19:56:58 WIB

    BI Waspadai Potensi Currency War

    JAKARTA, HALUAN—Bank Indonesia akan me­was­padai potensi terjadinya perang mata uang atau cur­rency war yang mungkin terjadi sebagai dampak dari rencana penyesuaian suku bunga acuan Bank Sent.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: harianhaluan@yahoo.co.id
APP HARIANHALUAN.COM